Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SIDIK JARI DNA

Rifanfajrin.com -  DNA Fingerprinting

"Sidik jari DNA adalah teknik yang menunjukkan susunan genetik makhluk hidup. Ini adalah metode untuk menemukan perbedaan antara daerah DNA satelit dalam genom.”

DNA Fingerprinting

Apa itu sidik jari DNA?

Wilayah DNA satelit adalah bentangan DNA berulang yang tidak mengkode protein tertentu. Urutan non-coding ini membentuk bagian utama dari profil DNA manusia. Mereka menggambarkan tingkat polimorfisme yang tinggi dan merupakan dasar dari sidik jari DNA. Gen-gen ini menunjukkan tingkat polimorfisme yang tinggi di semua jenis jaringan sebagai akibatnya mereka terbukti sangat berguna dalam studi forensik.

Setiap bagian dari sampel DNA yang ditemukan di TKP dapat dianalisis untuk tingkat polimorfisme dalam urutan berulang non-coding. Setelah profil DNA dilacak, menjadi lebih mudah untuk menemukan penjahat dengan melakukan sidik jari DNA untuk tersangka.

Terlepas dari TKP, aplikasi sidik jari juga terbukti berguna dalam menemukan orang tua dari bayi yang tidak diklaim dengan melakukan tes paternitas pada sampel DNA dari bayi.

Langkah-langkah sidik jari DNA

Alec Jeffreys mengembangkan teknik ini di mana ia menggunakan DNA satelit yang juga disebut VNTRs (Variable Number of Tandem Repeats) sebagai probe karena menunjukkan tingkat polimorfisme yang tinggi.


Berikut ini adalah langkah-langkah yang terlibat dalam sidik jari DNA:

Mengisolasi DNA.

Mencerna DNA dengan bantuan enzim restriksi endonuklease.

Memisahkan fragmen yang dicerna sesuai ukuran fragmen dengan proses elektroforesis.

Blotting fragmen dipisahkan ke membran sintetis seperti nilon.

Hibridisasi fragmen menggunakan probe VNTR berlabel.

Menganalisis fragmen hibrida menggunakan autoradiografi.


Aplikasi sidik jari DNA

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, teknik sidik jari digunakan untuk analisis DNA dalam tes forensik dan tes paternitas. Terlepas dari dua bidang ini, juga digunakan dalam menentukan frekuensi gen tertentu dalam suatu populasi yang menimbulkan keragaman. Dalam kasus perubahan frekuensi gen atau penyimpangan genetik, sidik jari dapat digunakan untuk melacak peran perubahan ini dalam evolusi.

MUHAMMAD RIFAI FAJRIN
MUHAMMAD RIFAI FAJRIN Pengajar dan Pendidik Mata Pelajaran Sejarah Indonesia. Saat ini berkhidmat di sebuah SMK Negeri di Jawa Tengah. Salam persahabatan. Semoga blog ini bermanfaat. Amin