Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Membuat Batik Kawung di Hari Sumpah Pemuda 2021

Membuat Batik Kawung di Hari Sumpah Pemuda 2021

Semarang, 28 Oktober 2021

Pembelajaran hari ini sesuai rencana, yaitu anak-anak akan praktek membuat batik kawung. Jadi, materi yang kita pelajari hari ini adalah tentang membuat gambar dekoratif. Nah, salah satu contoh gambar dekoratif adalah motif batik.

Materi membuat gambar dekoratif ini seolah-olah sudah menjadi materi favorit alias langganan saya. Hehehe. Dari tahun ke tahun saya selalu mengajak anak-anak di kelas 3 untuk praktek membuat gambar dekoratif motif batik kawung. Mungkin karena motif batik kawung ini relatif lebih mudah dibuat dan tentu saja sangat cocok sebagai latihan bagi anak-anak untuk membuat motif batik yang lebih rumit lagi ke depannya.

Kecuali tahun lalu yaitu tahun 2020, anak-anak tidak sempat berkreasi atau praktek membuat batik Kawung karena situasi pandemi dan anak-anak harus belajar dari rumah masing-masing. Tapi di tahun-tahun sebelumnya yaitu tahun 2018 dan 2019 anak-anak selalu saya ajak untuk membuatnya.

Anda bisa membacanya di tautan di bawah ini.

  1. Siswa Kelas 3 SD Labschool Unnes Belajar Membuat Motif Batik
  2. Belajar Membuat Motif Batik

Nah hari ini mumpung anak-anak bisa datang ke sekolah mengikuti pembelajaran tatap muka secara terbatas, kita bisa praktek membuat batik kawung lagi.

Masalahnya adalah anak-anak harus datang ke sekolah dibagi menjadi dua, yaitu sesi 1 dan sesi 2. Untuk sesi 1 anak-anak datang pukul 07.30 dan pulang pukul 09.30. Sedangkan untuk sesi 2 anak-anak datang pada pukul jam 10.00 dan pulang pada pukul 12.00. Jadi di sekolah anak-anak hanya mempunyai waktu itu 120 menit. Dan dari waktu 120 menit itu, terlebih dahulu anak-anak harus mengikuti pembelajaran dari guru mapel selama 40 menit. Alhasil tersisa waktu 2x40 menit untuk praktek membuat gambar dekoratif motif batik kawung tersebut.

Dari waktu 80 menit itu saja, saya sebenarnya sudah berpikir apakah waktu yang tersedia itu cukup bagi anak-anak untuk praktek dari nol membuat batik kawung. Sebab, biasanya saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu gambar dekoratif, contoh-contohnya bagaimana, dan sedikit menyinggung juga tentang motif batik kawung beserta filosofinya. Jadi sepertinya cukup beralasan kan apabila saya berpikir apakah anak-anak bisa selesai mengerjakannya hari itu.

Apalagi hari itu ternyata bertepatan dengan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2021. Jadi selain harus menjelaskan terlebih dahulu materi-materi yang saya sebutkan tadi, saya juga menjelaskan terlebih dahulu tentang sejarah sumpah pemuda secara singkat.

Kalau dulu waktu kurikulum KTSP kurikulum tingkat satuan pendidikan atau kurikulum 2006, materi sumpah pemuda ada di materi PPKN bagi siswa-siswi kelas 3 semester 1. Tapi sekarang ketika kurikulum 2013, materi tersebut tidak diajarkan lagi. Di dalam materi tematik juga hanya disebutkan pengamalan sila-sila Pancasila, bagaimana pentingnya menjaga kerukunan antar suku, bagaimana menjaga kerukunan antar umat beragama, dan sebagainya. Namun yang secara khusus mempelajari tentang sumpah pemuda ada di kurikulum 2013 Saya rasa tidak ada.

Aneh juga rasanya ketika saya menjelaskan sejarah sumpah pemuda, saya bercerita tentang kongres pemuda, dan pada waktu kongres pemuda itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan, terasa aneh ketika anak-anak ternyata tidak tahu siapa itu W.R Supratman. Saya sampai bertanya dua kali pada anak-anak, benarkah mereka tidak tahu siapa WR. Supratman? Nah ternyata memang betul-betul tidak tahu. Anak-anak di sesi 2 juga sama, ketika saya tanya mereka juga tidak tahu siapa itu WR Supratman sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kalau anak-anak tidak tahu siapa Muhammad Yamin, siapa Sugondo Joyopuspito, dan tokoh-tokoh yang ada di dalam peristiwa sumpah pemuda, sepertinya saya masih tidak masalah. Tapi ternyata saya hanya salah sangka atau mungkin terlambat menyadari bahwa pada awal masa pandemi dulu anak-anak ini masih duduk di kelas 1. Tidak ada aktivitas yang mengarahkan mereka untuk mempelajari tokoh-tokoh bangsa seperti WR Supratman tersebut. Itu dugaan saya sekaligus pemakluman saya.

Suatu saat andaikata ada waktu saya ingin bercerita lebih banyak kepada anak-anak tentang peristiwa nasional yang menjadi tonggak perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, seperti sejarah kebangkitan nasional, peristiwa sumpah pemuda, proklamasi, hingga peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang sebentar lagi akan kita peringati setiap tanggal 10 November. Semoga terlaksana.

===

Nah kembali ke aktivitas membuat batik kawung, ternyata benar bahwa sebagian besar anak kekurangan waktu untuk dapat menyelesaikan batiknya.

Hanya ada satu siswa yang selesai pekerjaannya di sekolah. Namun hasil pekerjaannya kalau menurut saya sebenarnya masih bisa diperhalus lagi. Selebihnya semua anak menyelesaikan pekerjaannya di rumah masing-masing.

Sebagai hasilnya bisa anda lihat pada foto-foto di bawah ini.

Adapun aktivitas anak-anak ketika proses mengerjakannya, bisa anda lihat pada video yang saya sematkan pada postingan ini.

Mungkin itu dulu yang bisa saya tuliskan di blog ini, semacam coretan yang memang saya tujukan untuk mencatat kebersamaan saya sebagai guru bersama anak-anak di kelas.

Terima kasih dan sampai jumpa.