Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 10 November di Sekolah

Hari Pahlawan 10 November 2019 jatuh pada hari Minggu. Oleh sebab itu, upacara Hari Pahlawan 10 November untuk SD Labschool Unnes diperingati pada hari Senin tanggal 11 November 2019.

Bertindak sebagai pembina upacara rencananya adalah Ibu Kustimah. Beliau akan menyampaikan amanat upacara hari pahlawan yang selalu diperingati tanggal 10 November untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan yang telah berkorban jiwa, raga, harta, keluarga, dan segalanya demi meraih dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Berikut ini adalah contoh Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 10 November di Sekolah untuk SD

===
Baca juga:

===

Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 10 November di Sekolah



Bung Tomo Membakar Semangat Arek-Arek Suroboyo - Sumber Gambar

Assalamualaikum warahmatullaaahi wabarakaaatuh

Alhamdulillahi robbil alamiiin, wabihi nastaiin ala umuuriddunya wadddin.
Wasolatu wassalaamu ala rosuulillahil kariiim.

Kepada yang saya hormati, Kepala SD Labschool Unnes, Bapak Muhammad Mukhlas
Kepada yang saya hormati pula, Bapak dan Ibu Guru SD Labschool Unnes
Kepada para karyawan, petugas kebersihan, keamanan, serta staf tata usaha yang saya hormati,
serta tentu saja kepada seluruh siswa dari kelas satu sampai kelas enam yang saya cintai dan saya bangga-banggakan

Setelah memuji Allah SWT dan bersolawat atas Nabi Muhammad SAW, izinkan saya berdiri di sini untuk menyampaikan sepatah atau dua patah kata, dalam rangka menyambut hari besar negara kita Republik Indonesia, yang selalu diperingati setiap tanggal 10 November, yaitu Hari Pahlawan.

Anak-anakku yang saya cintai,

Mengapa kita selalu memperingati hari pahlawan setiap tanggal 10 November? Adakah yang tahu? Peristiwa apakah yang melatarbelakanginya, sehingga tanggal 10 ditetapkan sebagai hari pahlawan bagi bangsa Indonesia?

Anak-anakku, 

Hari pahlawan dilatarbelakangi oleh peristiwa pertempuran di Surabaya, pertempuran antara rakyat Indonesia atau rakyat Surabaya pada khususnya yang dipimpin oleh Bung Tomo (Pak Soetomo) melawan pasukan Inggris dan Sekutu. Pertempuran itu sendiri pecah pada tanggal 10 November 1945, kira-kira tiga bulan setelah Rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

Mungkin ada di antara kalian yang bertanya-tanya, bukankah pada saat itu kita sudah merdeka? Lalu mengapa kita masih berperang mengangkat senjata?

Jadi begini, anak-anak. Kita merdeka tanggal 17 Agustus 1945, Kemerdekaan Indonesia pun telah diproklamirkan oleh sang proklamator kita Soekarno-Hatta. Namun perjuangan rakyat Indonesia masih belumlah selesai. Justru perjuangan tidak kalah berat, yaitu perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.




Perjuangan memang tak akan pernah selesai, anak-anakku. 

Dahulu para pahlawan berjuang meraih kemerdekaan, kemudian perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dan apa tugas kita sekarang?

Tugas kita sekarang sebagai generasi penerus tidak lagi perjuangan meraih atau mempertahankan kemerdekaan, melainkan perjuangan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Bila dahulu para pejuang berjuang melawan para penjajah, sekarang kita tidak lagi melawan penjajah. Sekarang tidak ada lagi penjajah dari bangsa asing yang kita hadapi. 

Yang kita hadapi sekarang adalah ancaman disintegrasi bangsa Indonesia, perpecahan yang mengancam bangsa Indonesia, dan satu lagi yang menjadi musuh kita bersama yaitu kebodohan dan kegagapan terhadap teknologi dan percepatan zaman.

Maka dari itu, dengan apa kita berjuang?

Dengan menjaga kerukunan antar sesama teman maupun saudara-saudara kita di lingkungan sekitar kita. Hindarilah sedikit-sedikit bertengkar dengan teman maupun saudara. 

Dahulu para pejuang bersatu, sehingga bisa meraih kemerdekaan. Maka kita jaga kerukunan dan rasa persatuan dan kesatuan kita. Janganlah kita mudah bercerai berai dan diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selanjutnya, kita harus sadar bahwa zaman kini telah menggelinding begitu cepatnya, membawa kita pada zaman yang moderen, yang penuh dengan teknologi dan informasi.

Maka dari itu apabila kita tidak mau mengubah mindset kita, tidak mau mengubah cara belajar kita dengan keras, maka kita lama-lama akan tergilas arus perubahan zaman.

Beberapa waktu lalu, Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah memberikan instruksi kepada Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Nadiem Makarim untuk merombak sistem pendidikan nasional, mereformasi pendidikan nasional secara besar-besaran.

Kita harus segera bersiap-siap. Belajarlah dengan tekun, dengan rajin, tidak mudah menyerah.

Kiranya itu saja yang bisa saya sampaikan, Pada intinya adalah, kita harus menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita dalam rangka meraih dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun cara kita menghargai jasa mereka, adalah dengan cara mengisi kemerdekaan ini, yaitu dengan menjaga persatuan dan kesatuan, serta terus belajar dengan giat.

Sebelum saya akhiri, mari kita berikan apresiasi dan tepuk tangan kepada para petugas upacara yang telah menjalankan tugasnya dengan baik sehingga upacara kita pada hari ini bisa berjalan dengan tertib dan lancar.

Tepuk tangan yang paling meriah! Tanpa mereka, kita tidak bisa upacara bendera!

Demikian yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Akhir kata wassalamualaikuum warah matullaahi wa barakaatuh.

[]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel