Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka 2019

Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka 2019 - rifanfajrin.com

Setiap tanggal 14 Agustus, kita selalu memeringati Hari Pramuka Indonesia. Pada tahun 2019 ini, gerakan Pramuka Indonesia genap memasuki usia ke-58.

Berikut ini adalah contoh amanat pembina upacara pada hari pramuka tahun 2019.

www.rifanfajrin.com
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

Baca Juga: Contoh Amanat Pembina Upacara (Mari Berprestasi!)

Amanat Pembina Upacara Hari Pramuka 2019


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua

Kepada Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati,
Bapak dan Ibu guru kakak-kakak pembina Pramuka yang saya hormati pula
Bapak dan Ibu guru PPL yang saya hormati,
dan anak-anak dari kelas 1 sampai kelas 6 yang saya cintai dan saya banggakan

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan seru sekalian alam, yang telah memberikan kepada kita semua seluruh nikmat dan karunianya, berupa kesehatan, kesempatan, dan kebersamaan. Solawat dan salam semoga tetap kita haturkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai suri tauladan kita hingga akhir zaman. Mudah-mudahan pula kita semua digolongkan sebagai umatnya yang selalu mendapatkan pertolongan di dalam kehidupan ini, terlebih di hari akhir kelak. Aminn ya Rabbal Alamin.

Anak-anakku yang saya cintai,
hari ini, tanggal 14 Agustus 2019, kita bersama-sama berkumpul di sini, di lapangan upacara ini, untuk bersama-sama melaksanakan upacara peringatan Hari Pramuka Indonesia yang ke-58. Oleh sebab itulah, kita semua mengenakan seragam pramuka lengkap, dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Untuk amanat pagi ini, akan menyinggung sedikit mengenai gerakan pramuka, untuk bisa kita hayati dan amalkan bersama di dalam kehidupan sehari-hari.

Secara singkat, gerakan pramuka dunia didirikan oleh Lord Baden Powell, seorang pemuda asal Inggris, yaitu sebuah organisasi kepanduan. Anggotanya adalah para remaja di Inggris. Baden Powell pun menulis Scouting for Boy. Dari sanalah mula-mula gerakan pramuka yang ada di dunia, termasuk di Indonesia. Mengenai sejarah lengkapnya, kalian bisa mencari informasi sebanyak-banyaknya, yang tersedia di majalah, buku, maupun dari internet. Cari tahu bagaimana sejarah kepanduan dunia, kalian cari tahu siapa itu Lord Baden Powell, apa saja karya beliau, dan sebagainya.

Di Indonesia, gerakan pramuka resmi diperkenalkan pada tanggal 14 Agustus 1961. Saat itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX terpilih sebagai Ketua Krartir Nasional (Kwarnas) Pramuka yang pertama di Indonesia.

Sama dengan sejarah pramuka dunia, kalian bisa mencari tahu bagaimana sejarah pramuka Indonesia sendiri.

Yang ingin saya sampaikan adalah, pada saat itu, tanggal 14 Agustus 1961, gerakan pramuka Indonesia belum memiliki lambang. Kalian tahu, apa lambang pramuka?

Siapa yang tahu? Ayo angkat tangan! Yaa.. lambang gerakan Pramuka Indonesia adalah tunas kelapa.

Sekarang saya akan sampaikan kepada kalian, mengapa tunas kelapa dipilih sebagai lambang pramuka Indonesia. Sebabnya adalah tunas kelapa ini memiliki banyak makna. 

Makna Tunas Kelapa antara lain adalah:

1. Buah kelapa yang bertunas, hal ini bermakna bahwa gerakan pramuka adalah penerus bangsa. 

2. Buah kelapa memiliki daya tahan yang relatif lama/awet. Apa artinya? Artinya adalah bahwa anak-anak pramuka itu senantiasa sehat dan kuat. Selain itu, pramuka juga memiliki kemauan yang kuat.

3. Pohon kelapa dapat tumbuh di mana saja. Maknanya adalah kita sebagai insan pramuka, harus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri di mana saja berada, di berbagai lingkungan masyarakat yang beraneka ragam.

4. Pohon kelapa dapat tumbuh menjulang tinggi. Hal ini berarti pramuka memiliki cita-cita yang tinggi, mulia, luhur, serta memiliki kejujuran.

5. Akar pohon kelapa menghujam kuat di dalam tanah. Artinya adalah pramuka memiliki tekad, kemauan, dan keyakinan yang kuat.

6. Kelapa merupakan tumbuhan yang serba guna. Hampir semua pohon kelapa itu bisa kita manfaatkan. Buahnya, airnya, tempurungnya, dahannya, lidinya, sampai pada batang pohonnya bisa kita manfaatkan. Artinya adalah pramuka harus berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

Jadi, intinya adalah kita harus selalu berupaya menjadi insan yang berguna bagi nusa bangsa, negara, masyarakat, dan sesama.

Demikian amanat dari saya. Semoga dapat kita ambil manfaatnya. Kurang lebihnya saya minta maaf.

Saya akhiri.

Wassalamualaikum wr wb.

Baca juga: Upacara dan Api Unggun SD Labschool Unnes

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel