15 Quotes Menarik dan Kata-Kata Mutiara dalam Novel Kartu Anak Nakal karya Hwang Sun Mi

rifanfajrin.com

Berikut ini adalah beberapa kalimat dalam novel Kartu Anak Nakal karya Hwang Sun Mi yang menarik untuk dicatat:

*
Ibu Guru mengatakan, calon ketua kelas tidak boleh menuliskan namanya sendiri. Tetapi, aku tidak tahu mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Ketua kelas harus memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dibandingkan orang lain. Makanya, aku memilih diriku sendiri. Sepertinya, kandidat presiden pun melakukan hal yang sama.


**
Bagaimana aku bisa belajar ketika aku merasa kesal dan diperlakukan tidak adil.


***
Pergi ke sekolah terasa begitu menakutkan. Karena aku pikir, Ibu Guru membenciku. Selai itu, kautahu, aku bukan seorang anak yang patuh.


****
Sekarang, aku benar-benar marah. Bukan karena aku orang yang pemarah,tapi karena ketidakadilan.


*****
Aku mencoba menggambar Ibu Guru yang sedang marah. Jika saat itu ada stiker warna kuning, aku ingin sekali menempelkannya di seluruh rambutnya. Ibu guru akan tahu rasanya saat isi kepala menjadi kosong.


***** *
Aku tahu hanya ketua kelas yang bisa pergi ke kompetisi science dan hal itu benar-benar membuatkau iri. Walaupun aku tidak begitu pintar dalam science, mimpiku adalah menjadi seorang ahli ilmu pengetahuan.


***** **
Kadang, aku dan Ayah memiliki pemikiran yang sama. Menjadi orang dewasa dan anak-anak itu sulit, tetapi selalu ada saling pengertian di antara sesama lelaki.


***** ***
Kautahu, perbuatan mengadu lebih memalukan dibandingkan mengumpat seperti yang kulakukan.


***** ****
Baru saja kulihat wajahnya tampak seperti akan menangis. Melihat dia seperti itu, membuat rasa benciku kepadanya menghilang.


***** *****
Tidak semua yang menerima kartu itu adalah anak nakal. Jika kaupaham, itu sudah cukup.


***** ***** *
Menurut Ibu, anak Ibu tidak nakal. Tapi, sepertinya Ibu Guru tidak berpikiran seperti itu.


***** ***** **
Aku tahu, Ibu Guru akan meremas kertas itu dan membuangnya. Tetapi, ternyata Ibu Guru malah menyimpan kartu guru jahat itu di buku catatannya. Lalu entah bagaimana aku jadi merasa bersalah.


***** ***** ***
"Kartu anak nakal yang kaubawa dan kartu yang kauberikan padaku, itu jadi rahasia di antara kita saja. Berkat kamu, ternyata mengajar anak-anak menjadi lebih sulit.


***** ***** ****
Lee Gun Woo, aku berharap kamu menjadi ketua kelas saat semester dua. Sehingga, kamu bisa tahu rasanya memimpin kelas.


***** ***** *****
... Kemarin-kemarin atau dua hari yang lalu, aku tidak akan bisa memberikan salam seperti ini. Karena, inni kali pertama Ibu Guru berterima kasih padaku.

close