Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Materi PAI kelas 2 SD semester 1

 Rifanfajrin.com - Nabi Muhammad SAW teladanku

Hai teman-teman kelas 2 sd, apa kabar semuanya? pada post kali ini rifanfajrin akan menyajikan materi Pendidikan Agama Islam untuk kelas 2 SD semester 1 tentang Akhlak terpuji Nabi Muhammad SAW.

Teman-teman, umat Islam wajib mencontoh dan meneladani Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah Rasul pilihan ALLAH SWT yang memiliki akhlak yang mulia. Perilaku terpuji Nabi Muhammad SAW yang dapat kita contoh antara lain, Sidiq, Amanah, Fatonah, dan Tabligh.

Al Amin artinya,


Sifat Wajib Nabi Muhammad

Nabi muhammad memiliki empat sifat wajib, yaitu siddiq, amanah, fatonah, dan tabligh.

Siddiq

Siddiq artinya selalu jujur dan berkata benar. Sifat ini menegaskan bahwa Rasul pasti jujur dan tak pernah berbohong kepada Allah SWT dan kepada orang lain (umatnya).

Nabi Ibrahim A.S pernah berkata kepada ayahnya, Azhar, bahwa menyembah berhala termasuk perbuatan yang mungkar dan ditentang oleh Nabi yang tak lain anaknya sendiri. Peristiwa tersebut dijelaskan dalam Q.S. Maryam 19 : 41 yang berbunyi:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

Artinya :

Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Ibrahim di dalam kitab (al-Qur’an), sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan seorang nabi. (QS. Maryam: 41)

Amanah

Amanah artinya dapat dipercaya. Sifat ini berarti Rasul selalu dapat dipercaya, penjelasan tentang ini dinukilkan melalui ayat dalam Q.S Asy-Syu’ara ayat 106-107 yang berbunyi:

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ . إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

Artinya :

Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu. (QS. asy-Syu’ara: 106- 107)

Saat itu kaum Nabi Nuh A.S mendustakan apa yang telah dibawa oleh Nabi Nuh, maka Kemudian Allah SWT menegaskan bahwa Nabi Nuh termasuk orang yang amanah atau dapat dipercaya.

Fathonah

Al-Fatanah, berarti Rasul memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga mampu menyampaikan risalah dengan argumen dan hujjah yang jelas, kepada kaumnya untuk taat kepada Allah SWT. 

Dalam menyampaikan wahyu Allah SWT kepada umat manusia, dibutuhkan kemampuan, diplomasi, dan strategi khusus agar wahyu yang tersimpan di dalam hukum-hukum Allah dapat disampaikan dan diterima dengan baik oleh umat manusia.

Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi: “Dan itulah hujah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” (QS. al-An’am, 83).

Tabligh

At-Tabligh yang berarti menyampaikan wahyu. Sebagai utusan Allah SWT, sudah pasti setiap Rasul akan menyampaikan wahyu dan tak ada satupun wahyu yang disembunyikan.

Seperti halnya Nabi Muhammad S.A.W yang menyampaikan semua ayat-ayat Al-Quran kepada umatnya dan tidak ada satupun yang disembunyikan. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits bahwasanya sayyidina Ali berkata :

“Demi Zat yang membelah biji dan melepas napas, tiada yang disembunyikan kecuali pemahaman seseorang terhadap al-Qur’an.“

Serta tertulis dalam surah Q.S. Al-Maidah ayat 67 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Artinya:

Wahai rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (QS. al-Maidah: 67)

Sikap Jujur Nabi Muhammad SAW

Jujur artinya tidak berbohong. Jujur itu berkata benar dan apa adanya. Nabi Muhammad SAW jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan. Nabi juga menerapkan kejujuran sejak kecil, hingga beliau wafat. Nabi Muhammad sangat jujur dalam segala hal, tidak pernah berbohong satukalipun. Bahkan dalam bercanda pun beliau tidak berbohong. Karena kejujurannya, beliau mendapat gelar Al-Amiin. Al Amin artinya dapat dipercaya. 

Kita sebagai anak yang jujur harus selalu dapat dipercaya.

Contoh perbuatan anak yang menerapkan perilaku jujur

Berikut beberapa contoh perbuatan anak yang menerapkan perilaku jujur dalam kehidupan sehari hari:

  1. Tidak mencontek ketika ulangan; ulangan merupakan saat dimana siswa siswi selalu ingin mendapatkan nilai yang baik. Oleh sebab itu, tidak jarang siswa siswi tergoda untuk mengambil jalan pintas dengan mencontek buku saat ulangan berlangsung. Anak yang jujur tentu tidak mencontek, ia mengutamakan kejujuran dalam memperoleh prestasinya.
  2. Selalu menepati Janji: siswa yang jujur, pasti amanah dalam segala hal, kata-katanya dapat dipercaya, termasuk apabila berjanji maka selalu ditepati, tidak pernah mengkhianati janji itu. Contoh kecilnya, misalnya apabila berjanji akan belajar kelompok pada sore hari, maka akan berusaha datang menapatinya. Sebaliknya apabila berhalangan, maka harus ada alasan yang dapat dipertanggung jawabkan.
  3. Tidak mengambil hak orang lain
  4. Tidak merusak barang milik orang lain
  5. dapat menjaga amanah
  6. tidak berbuat curang dalam segala hal

Keuntungan Bersikap Jujur

Beberapa manfaat yang didapatkan anak ketika berperilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
  1. jujur adalah induk dari sifat sifat yang terpuji
  2. disayang oleh Allah SWT
  3. mendapatkan pahala dan Surga Allah
  4. disenangi orang tua dan guru
  5. dipercaya oleh orang lain
  6. mempunyai banyak teman

Akhir kata

Demikianlah ulasan rifanfajrin tentang materi PAI Kelas 2 SD semester 1 tentang sifat wajib nabi, yaitu bersikap jujur. semoga bermanfaat ya teman. Wassalamualaikum wr wb.