Widget HTML Atas

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya (5)

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya - Peribahasa mengandung pengertian ungkapan atau kalimat-kalimat yang ringkas dan padat, yang berisi perbandingan perumpamaan, nasihat, prinsip hidup dan aturan tingkah laku.  Definisi lainnya menyatakan bahwa peribahasa adalah ayat atau kelompok kata yang memiliki susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, dan pepatah.

Berikut ini adalah Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya.

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya
Buku Tua

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya 

1. Apa gunanya bulan terang dalam hutan, jika dalam negeri betapa baiknya?
Tiada gunanya menunjukkan kepintaran di rumah sendiri, jika kepintaran itu sangat bermanfaat kalau ditunjukkan bagi orang banyak.

2. Apa gunanya kemenyan sebesar tungku kalau tidak dibakar?
Ilmu pengetahuan yang tinggi tiada berguna kalau tidak diajarkan kepada orang banyak atau tidak diamalkan.

3. Apa gunanya merak meninggal di hutan?
Tiada gunanya menunjukkan kepandaian di hadapan orang-orang bodoh, karena orang-orang bodoh tidak dapat menilai kepandaianmu.

4. Apa payahnya, menggoyakkan bibir saja.
Mudah untuk mengatakannya, tapi sulit untuk melakukannya.

5. Apa peduli kata kukuran, niur juga yang binasa.
Sangat mudah menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu, karena orang lain yang akan menanggung akibat yang mungkin terjadi dalam melaksanakannya.

6. Apa sakit berbini janda, anak tiri boleh disuruh.
Kata hiburan kepada seseorang yang bininya lebih tua, atau yang beristrikan janda.

7. Apa susahnya lidah digerakkan.
Mengatakan sangat mudah, mengerjakannya yang susah.

8. Apa susahnya menawakkan bibir atas bawah?
Gampang menyuruh, tapi tiada yang dapat melaksanakannya.

9. Apa yang ditanam itulah yang tumbuh.
Yang berbuat kebaikan akan mendapat kebaikan, yang berbuat kejahatan akan mendapat kejahatan.

10. Apa yang kurang pada belida, sisik ada tulang pun ada.
Berkecukupan, tidak ada sedikitpun yang kurang.

11. Apabila air surut, batu karang itu kelihatan, berjalan selangkah melihat surut.
Berpikirlah tentang masa depan, jangan hanya berpikir tentang saat ini saja.

12. Apakah duri dipertajam.
Perlukah orang alim diberi nasihat?

13. Apal kaji karena diulang, pasar jalan karena ditempuh.
Kemahiran dalam mengerjakans sesuatu pekerjaan biasanya diperoleh setelah seseorang sangat sering mengerjakannya.

14. Api dalam sekam.
Bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

15. Api kecil baik padam.
Perbuatan jahat yang sebaiknya diberantas selagi kecil, sebab bila sudah besar susah sekali menanggulanginya.

16. Api nan tak kunjung padam.
Dikatakan kepada semangat seseorang yang senantiasa berkobar, tidak pernah surut.

17. Api padam puntung berasap.
Timbulnya perkara lama yang dianggap sudah usang.

[]