Widget HTML Atas

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya (3)

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya - Peribahasa mengandung pengertian ungkapan atau kalimat-kalimat yang ringkas dan padat, yang berisi perbandingan perumpamaan, nasihat, prinsip hidup dan aturan tingkah laku.  Definisi lainnya menyatakan bahwa peribahasa adalah ayat atau kelompok kata yang memiliki susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, dan pepatah.

Berikut ini adalah Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya.

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya
Buku Lama

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya


1. Air yang beriak jangan disangka ada buayanya.
Orang yang menakutkan belum tentu jahat.

2. Airnya jernih ikannya jinak.
Negeri aman dan teratur, penduduknya pun aman sentosa.

3. Akal akar berpulas tak patah.
Orang yang cerdik, pandai, tidak mudah kalah dalam perbantahan.

4. Akal labah-labah, di gua buruk suka merakut.
Perangai yang buruk senantiasa berusaha menipu dengan cara yang tidak terduga.

5. Akal tidak sekali tiba, runding tidak sekali datang.
Tiada usaha yang sekaligus sempurna, tentu berjalan setahap demi setahap atau berangsur-angsur.

6. Akan dijadikan tabuh singkat, akan dijadikan genderang lebih.
Serba tanggung.

7. Akan memikul tiada bahu, akan menjunjung kepala luncung.
Ketidakberdayaan untuk melakukan sesuatu karena keterbatasan sarana dan prasarana.

8. Akan mengaji surat yang hilang, akan bertanya guru yang tlah mati.
Keadaan yang sangat membingungkan, apapun yang akan dikerjakan tidak memenuhi syarat.

9. Akan surut airlah gendang, akan lalu jalanlah semak.
Keadaan atau perkara yang serba salah.

10. Akar terjubai tempat siamang berpegang, dalam menganjur tempat tupai menegun.
Perkataan seseorang yang bersalah, hakim dapat mengetahui kesalahannya.

11. Akik disangka batu.
Sesuatu hal yang menghina.

12. Aku najis mendengarkan perkataan itu, membasuh najis dengan mala.
Menghindarkan rasa malu dengan sesuatu yang lebih hina.

13. Aku alah engkau tak menang.
Jawaban orang yang mau menang sendiri.

14. Aku nampak olah, kelibatmu sudah kutahu.
Orang yang bijaksana sadar betul akan sesuatu yang dilakukannya.

15. Alah bisa karena biasa.
Pekerjaan yang susah tidak akan terasa susah lagi, karena sudah terbiasa.

16. Alah bisa, tegal bisa.
Hal-hal yang sudah terbiasa tidak akan terasa sukar lagi.

17. Alah dirumpun betung.
Kekalahan yang tidak bisa diterima oleh pihak yang kalah.

18. Alah limau oleh benalu.
Sesuatu yang lama didesak oleh yang baru.

19. Alah main menangan sorak.
Kalah pun dalam suatu permainan tidak masalah, asalkan kehormatan tetap terpelihara.

20. Alah mau, berimbang enggan, cungkil merah akan membayar.
Janji yang telah disepakati tetapi tidak ditaati, sehingga menjadi pertengkaran.

21. Alah membeli, menang memakai.
Walaupun mahal dibeli, tetapi kuat dan lama dipakai.

22. Alah menjual, kalah memakai.
Murah harganya, tapi tidak awet.

23. Alah menang tak tahu, bersorak boleh.
Dikatakan kepada seseorang yang tidak ikut campur pada dua pihak yang bertikai, tapi ikut mengejek pihak yang kalah.

24. Alah sabung menang sorak.
Walaupun sudah kalah masih saja sombong.

25. Alamat biduk akan karam.
Pertanda akan mengalami kesusahan hidup.

26. Alang-alang berdawat, biarlah hidup.
Untuk melakukans sesuatu sebaiknya jangan tanggung-tanggung.

27. Alang-alang berminyak biar licin.
Janganlah mengerjakan sesuatu dengan setengah-setengah.

28. Alang-alang menceluk pekasam, biar sampai ke pangkal lengan.
Mengerjakan setiap pekerjaan seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan benar-benar sampai selesai.

29. Alang berjawab, tepuk membalas.
Kebaikan dibalas dengan kebaikan, kejahatan dibalas dengan kejahatan.

30. Alim bak katak di tepi air.
Dikatakan kepada orang yang memiliki ilmu, tetapi tidak mendapatkan sesuatu yang berfaedah dari ilmunya itu.

31. Alpa negeri alah, sia-sia utang tumbuh.
Jika alpa atau sia-sia, kerugian dan bencana terus-menerus.

32. Alu patah lesung hilang.
Terus-menerus dirundung masalah.

33. Alur bertempuh, jalan berturut.
Suatu tindakan.

34. Ambil patinya, buangkan ampasnya.
Segala sesuatu yang terjadi harus diteliti dengan cermat, dengan demikian dapat menemukan makna yang berharga.

35. Ambi pisau belahlah dada.
Menunjukkan kesucian hati.

36. Ampang sampai ke seberang, dinding sampai ke langit.
Mengenai perselisihan yang tidak dapat didamaikan lagi.

37. Amra disangka kedondong.
Hal yang dianggap baik ternyata buruk.

38. Anak anjing itu tidak mungkin menjadi anak musang jebat.
Anak orang jahat tidak mungkin menjadi orang yang baik hati.

39. Anak badai dihambat-hambat.
Dengan sengaja mencari bahaya.

40. Anak badak dihambat-hambat.
Nasehat kepada orang agar jangan melalukan sesuatu yang dapat mencelakakan diri sendiri.

41. Anak baik menantu elok.
Mendapat keuntungan ganda, atau keuntungan yang datangnya berturut-turut.

42. Anak bersanggar.
Anak yang sakit-sakitan.

43. Anak buah.
Orang yang dipercaya untuk melakukan sesuatu sesuai yang diharapkan.

44. Anak di bawah kolong.
Anak yang tidak diketahui siapa ayahnya.

45. Anak dipangku hendak dibimbing, orang kampung dipertenggangkan.
Segala sesuatu sebaiknya dipertimbangkan masak-masak, agar semua pihak merasa puas.

46. Anak dipangku dilepaskan, beruk dirimba disusukan.
Urusan sendiri terlupakan, urusan orang lain yang bukan tanggung jawabnya malah dikerjakan.

47. Anak halal zadah.
Anak yang lahir dari pernikahan yang sah, baik menurut hukum dan agama.

48. Anak haram zadah.
Anak yang lahir di luar nikah atu hasil zinah.

49. Anak harimau diajar makan daging.
Memelihara anak yang tidak baik, kelak akan menyusahkan diri sendiri.

50. Anak harimau takkan menjadi anak kambing.
Anak pemberani tidak akan menjadi penakut.