Jalan-Jalan Ke Taman Pintar Yogyakarta

Tahun 2018 lalu, ketika saya field trip bersama anak-anak SD Labschool Unnes ke UKM Rbotika UGM dan Taman Pintar Jogjakarta, saya memendam keingingan untuk kembali berkunjung ke sana bersama keluarga. Dalam setiap kesempatan untuk jalan-jalan bersama siswa-siswi, saya memang selalu kepikiran anak saya, Ilyas.

Ilyas lahir pada Desember 2014. Pada usianya balitanya, pasti dia akan sangat senang untuk berjalan-jalan, melihat-lihat dan mencoba beraneka macam media pembelajaran, sambil bermain-main.

Pada saat field trip begitu, yang bisa saya lakukan hanyalah meneleponnya, bertanya tentang oleh-oleh apa yang dia inginkan, sambil menyiapkan cerita, yang sayangnya semua cerita yang saya siapkan itu (belum atau) tak pernah tersampaikan kepadanya.

Oleh karena itulah, saya bersyukur sekali karena pada awal tahun 2020 ini, tepatnya tanggal 25 Januari 2020, angan-angan saya untuk bisa bermain bersama keluarga (utamanya dengan Ilyas) di Taman Pintar Yogyakarta akhirnya kesampaian.

Keluarga kami sudah jauh-jauh hari merencanakan liburan bersama ke Yogyakarta. Awalnya kami merencanakan hendak ke Kids Fun. Akan tetapi, mengingat cuaca yang masih sering terjadi hujan pada bulan Januari, kami berpikir untuk memilih tempat wisata indoor (dalam ruangan) sehingga cukup aman dan nyaman untuk menghindari hujan. Taman Pintar Yogyakarta adalah pilihan paling tepat.

Kami berangkat dari Sukoharjo, tempat tinggal adik saya, pada Sabtu pagi. Kami sampai di Yogyakarta kira-kira pukul 11.30. Menjelang zuhur.

Sebelum masuk ke Gedung Oval dan Kotak, kami memilih untuk makan siang terlebih dahulu. Kami, dan terutama anak-anak sudah merasa lapar. Kami makan di food court lantai bawah Taman Pintar itu. Selanjutnya, setelah makan dan sholat zuhur, barulah kami mulai memasuki gedung yang memang dirancang untuk pembelajaran menyenangkan itu.

Benar saja. Anak sulung kami, Ilyas, begitu antusias menikmati wahana belajar itu. Dia mencoba banyak hal, menanyakan apa saja kepada saya dan ibunya, meskipun dia tidak/belum benar-benar membutuhkan jawaban dari kami berdua. Belumlah saatnya.

Ilyas yang sejak kecil saya lihat memang suka sekali dengan benda-benda yang berputar, berbinar-binarlah dia ketika memutar cakram warna. Dia juga terlihat begitu takjub, bagaimana bisa ketika dia menggenjot sepeda, lalu sebuah bola berwarna biru bisa terbang ke atas naik turun?

Rasa haru diam-diam merayapi dada saya. Saya betul-betul bahagia pada hari itu.