INSPIRASI BEKAL SEKOLAH YANG BERGIZI DAN EKONOMIS


Sekolah adalah tempat yang paling kondusif untuk menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan positif anak. Tidak terkecuali soal makan. Barangkali para orang tua banyak yang mengalami fase di mana si kecil sangat susah untuk disuruh makan. Ada saja alasan untuk mengelak. Aksi tutup mulut hingga menangis jika disuruh makan.

Pengalaman pribadi, si kecil mulai tumbuh kebiasaan positif dalam hal makan di sekolahnya. Ia tak lagi mengelak. Ia senang makan bersama dengan kawan kecilnya. Mandiri dan tidak tergantung minta disuapi orang tuanya. Bahkan, ia selalu berusaha menghabiskan makanannya.

Untuk menjaga nafsu makannya dan dalam upaya menciptakan suasanya menyenangkan ketika makan, maka ibu perlu membekali si kecil dengan makanan pilihan.

Salah satu cara agar anak terhindar dari makanan jajanan yang tidak sehat adalah dengan membekali putra-putri Bunda dengan bekal makanan buatan sendiri. Bekal sekolah juga mendidik anak untuk berlaku tidak boros dan mampu mendekatkan hubungan dengan orang tua. Dengan dibekali, anak merasa lebih diperhatikan dan tertanam nilai-nilai kasih sayang di dalamnya.


BACA: JENIS MAKANAN BERGIZI DAN MENYEHATKAN

Membekali anak dengan makanan kesukaannya tentu adalah tindakan yang bijaksana. Cara ini cukup ampuh untuk mengontrol asupan makanannya agar tercukupi kebutuhan nutrisinya, serta yang paling utama adalah menghindari jajanan yang kurang sehat, atau kurang maregi (istilah jawa untuk menyebut “kurang membuat kenyang”).

Tak dapat dimungkiri, maraknya penggunaan zat kimia berbahaya pada makanan, tentu membuat resah orang tua. Sebab, jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, maka kandungan kimia seperti pewarna makanan kimia, pengawet, penyedap rasa akan berdampak buruk bagi kesehatan putra putri kita.

Banyak kasus keracunan makanan, anak menderita cacingan dan penyakit gangguan pencernaan seperti diare disebabkan oleh konsumsi makanan jajan yang tidak sehat. Kontrol orang tua harus dilakukan terhadap kebiasaan makan anak.

Hal ini mengingat usia anak sekolah yang sedang dalam masa pertumbuhan serta ketidakmengertian anak tentang memilih makanan sehat bagi dirinya. Peran orang tua sangat penting agar tumbuh kembang anak dapat lebih optimal serta terhindar dari penyakit akibat.makanan yang tidak sehat.

Variasi makanan sangat diperlukan supaya si kecil tidak bosan. Ibu bisa mengatur jadwal makanan yang diberikan. Misalnya kombinasi makanan “berat” dan “ringan”. Sesekali perlu membawakan snack (makanan ringan) atau makanan dengan porsi yang kecil tetapi tetap memperhatikan kandungan gizi dalam bekal sekolahnya. Dari pihak sekolah sendiri juga belum tentu menyediakan makan yang terjamin kesehatan dan kebersihannya.

Oleh karenanya, bekal makanan perlu diberikan bagi buah hati Bunda. Orang tua juga harus memperhatikan jadwal mata pelajaran anak, terutama jika jam sekolah anak lebih dari 4-5 jam atau jika hari olah raga tiba, bekal makanan menjadi semakin penting karena anak memerlukan lebih banyak energi untuk aktivitasnya.

Bekal makanan harus sesuai dengan jadwal makanan anak dan kebutuhan gizinya. Jika lama anak di sekolah lebih dari 5 jam, itu artinya akan ada dua kali jeda istirahat. Jika ada dua kali istirahat, sebaiknya disiapkan dua jenis bekal. Pada istirahat pertama cukup di berikan makanan ringan atau snack. Snack sebaiknya dibuat dari bahan yang mengandung unsur gizi lengkap, seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.

Contoh menunya adalah mini pizza, pastel isi telur atau kroket daging.
Pada istirahat kedua, bekali anak dengan makanan yang cukup mengenyangkan karena biasanya sudah waktunya makan siang. Agar praktis, sebaiknya disiapkan hidangan sepinggan, yaitu satu hidangan namun lengkap dan padat gizi. Selain praktis dalam menyiapakannya, hidangan sepinggan juga mencukupi kebutuhan gizi anak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel