Winnetou - The Wild West Journey karya Karl May (Buku 2 Winnetou)

Kisah Old Shatterhand dan Winnetou adalah karya fenomenal yang ditulis oleh penulis Jerman, Karl May. Kisah ini banyak digemari dan berhasil memberikan pengaruh kuat para pembaca di seluruh dunia, bahkan Albert Einstein. 

Kita bisa tahu dari "testimoninya" yang dituliskan di bagian depan sampul buku ini, "Masa remaja saya dipengaruhi oleh Karl May. Bahkan, hingga saat ini, dia menjadi pelipur bagi saya dalam masa-masa sulit." [Albert Einstein]

Berikut ini adalah catatan saya untuk buku ke-2 Seri Winnetou The Wild West Journey! Selamat membaca!

Judul               : Winnetou, The Wild West Journey
Penulis             : Karl May
Penerbit           : Visi Media
Terbit               : Oktober 2013
Halaman          : 348 Halaman




Pada kisah sebelumnya, kita tahu bahwa pada akhirnya Old Shatterhand menjadi tawanan Apache setelah pertempurannya dengan Winnetou!

Nah, pada awal buku ke dua ini, diceritakan bagaimana masa-masa Old Shatterhand dan ketiga temannya mendapat "perawatan intensif" dari Apache. Hingga keadaan mereka berangsur membaik, bahkan pulih menjadi kuat seperti sedia kala. Hal itu memang disengaja oleh Apache, karena bagi mereka, percuma saja memberikan hukuman kepada orang yang sudah sakit! 

Maka, agar musuh-musuh Apache itu mendapat hukuman setimpal akibat perbuatan jahatnya (bahkan sampai menghilangkan nyawa Klekih Petra), mereka harus dalam kondisi kuat untuk menerima siksa demi siksa yang berat di tiang gantung!

Old Shatterhand sendiri pada waktu itu dirawat oleh Nscho Tschi, adik kesayangan Winnetou, yang diam-diam menaruh hormat dan rasa kagum kepada Charlie (Old Shatterhand). Bahkan sebelum hukuman dijatuhkan untuk Old Shatterhand, Nscho Tschi pasti akan sangat bergembira andai benar terbukti bahwa ada satu lagi kulit putih yang berhati mulia selain Klekih Petra yang mereka kasihi, yaitu Old Shatterhand.

Kisah selanjutnya sudah bisa kita duga, Old Shatterhand berhasil lolos dari hukuman mati berkat kecerdikan (strateginya) yang jitu. Ketiga teman-temannya (Sam Hawkens, Dick Stone, dan Will Parker) pun selamat. 

Tidak hanya sampai di situ, Old Shatterhand pun pada akhirnya bisa meyakinkan Instschu Tschuna dan Winnetou, bahwa dia berada di pihak mereka, dan dia jugalah "malaikat tak terlihat" yang menyelamatkan Intschu Tschuna dan Winnetou dari Kiowa. Old Shatterhand juga bisa membuat perhitungan dengan Tangua (kepala suku Kiowa) yang telah melancarkan fitnah kepadanya agar celaka, dengan cara menghancurkan kedua lutut Tangua.


Persaudaraan Winnetou dan Old Shatterhand

Melihat kenyataan kebaikan hati Old Shatterhand, juga cerita tentang Klekih Petra dari mulut Old Shatterhand, pada akhirnya Charlie diangkat sebagai saudara sedarah bagi Winnetou. Mereka berdua telah menyulut asap perdamaian (calumet) bersama, hingga minum darah saling saudara mereka. Old Shatterhand meminum darah Winnetou, begitu juga Winnetou meminum darah Old Shatterhand.

Mereka berdua saling mengagumi, meski nyaris tak pernah terucap pujian dari mulut Winnetou untuk Charlie. Winnetou mengagumi pemikiran Charlie, kebaikan budinya sebagai seorang Kristen yang taat, dan tentu kehebatannya menyerap pelajaran dari Winnetou dengan cepat, seperti ketika "pelajaran menemukan jejak" dan tembakan selutut.

Interaksi mereka kemudian membuka hati dan pikiran masing-masing. Apa tujuan sebenarnya Charlie ke Wild West, dan bagaimana pandangannya tentang kekayaan. Semua penjelasan Charlie melegakan hati Winnetou. Hingga Winnetou dan Intschu Tschuna harus merasa bersalah dan tak enak hati karena akibat kesalahpahaman yang terjadi, menyebabkan Charlie belum mendapatkan bayarannya sebagai pengukur tanah.


Malapetaka

Sayangnya, harapan Winnetou (dan mungkin juga harapan pembaca) agar Old Shatterhand bisa tinggal menetap di Rio Pecos perkampungan Apache, harus dibuang jauh-jauh. Old Shatterhand harus menerukan merampungkan pekerjaannya mengukur tanah agar mendapat bayaran. Dia harus segera pergi ke Perkampungan Kulit Putih di St. Louis sekaligus mengembalikan perlengkapannya.

Masalahnya adalah, diam-diam adik Winnetou, Nscho Tschi, menaruh suka kepada Old Shatterhand. Dia mengutarakan keinginannya untuk ikut ke perkampungan kulit putih dan menetap di sana untuk beberapa waktu agar bisa mempelajari bagaimana wanita kulit putih bersikap. Intschu Tschuna dan Winnetou mengizinkannya, dan mereka pun akan menyertai kepergiannya ke St. Louis.

Rombongan Old Shatterhand dan kawan-kawan yang diiringi oleh Kepala Suku, telah menarik perhatian Santer, bandit yang mengincar mereka. Karena setiap kepergian Kepala Suku, pasti membawa perbekalan emas yang banyak! Lebih celaka lagi, Santer juga mendengar tentang rahasia turun-temurun suku Apache, yaitu Gunung Emas!

Pada akhirnya, Intschu Tschuna dan Nscho Tschi, dua orang yang dikasihi Winnetou, harus wafat karena peluru Santer. Dan Sam Hawkens, pria tua yang jenaka itu pun, lagi-lagi tertawan oleh Kiowa yang (lagi-lagi) dimanfaatkan oleh Santer untuk bertarung melawan Apache.



Demikianlah penceritaan kembali dari saya, mohon maaf bila kurang berkenan. Salam!!!
Previous
Next Post »

Terima kasih Anda telah membaca.
Silakan tinggalkan komentar.

Matur nuwun. EmoticonEmoticon