Bermain Sogi (Catur Jepang) ~ Pembelajaran Menyenangkan Bersama Mister Takao Fujita

Bermain Sogi (Catur Jepang) ~ Pembelajaran Menyenangkan Bersama Mister Takao Fujita



Pembelajaran Menyenangkan Bersama Mister Takao Fujita
[Video - Klik untuk memutarnya] 

Sejak awal Agustus lalu, selama tiga bulan Mister Takao Fujita, mahasiswa jurusan keguruan dari Jepang, mengajar di sekolah kami SD Labschool Unnes Semarang. Dia datang jauh-jauh dari Jepang sebagai seorang guru volunteers (relawan) yang mengajarkan kepada anak-anak kami mengenai budaya, terutama budaya Jepang.

Jadi, dia akan berada di sini hingga November nanti. Kalau mengingat ini, sedih rasanya. Namun, seperti yang pernah ia ungkapkan di akun Facebooknya, dia ingin menikmati waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Maka, saya pun ingin mengambil sedikit ilmu darinya melalui pembelajaran yang disampaikan kepada anak-anak, serta menyimpannya dalam video dan tulisan ini.

Rabu pagi itu, Mister Takao memperkenalkan kepada kelas kami sebuah permainan khas Jepang. Nama permaian itu adalah Syogi. Bila dicermati, nampaknya Syogi mirip dengan permainan catur (Chess) yang kita kenal. Oleh sebab itulah, Syogi sering disebut sebagai "Catur Jepang".

Mister Takao kemudian menayangkan gambar para olahragawan profesional, seperti Neymar Junior, Taufik Hidayat, Susi Susanti, dan Bambang Pamungkas. Rupanya dia ingin menegaskan, bahwa sama halnya dengan sepakbola, basket, atau, badminton yang dimainkan oleh atlet profesional, Syogi pun demikian. Di Jepang, ada pemain Syogi profesional. Saya jadi ingat kalau Indonesia punya Utut Adianto sebagai seorang Grandmaster olahraga catur.

Kemudian Mister Takao bilang bahwa sebenarnya ada masing-masing 20 "pion" pada bidak permainan untuk setiap pemain yang bertanding. Jadi, permainan Syogi tentu sangatlah susah, rumit untuk anak-anak.  

Oleh sebab itu dia menyiasati hal itu dengan cara memodifikasi Syogi menjadi lebih sederhana. Dia membuatnya seperti catur yang ada Kuda, Peluncur/Menteri, Benteng, Ratu, dan Raja. Jadilah Syogi modifikasi ini yang punya 4 karakter, yaitu chick (anak ayam), giraffe (jerapah), elephant (gajah), dan lion (singa).

Cara mainnya sederhana. Masing-masing karakter hanya bisa bergerak satu langkah dalam setiap kesempatan mainnya, dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Anak ayam 

Anak ayam hanya bisa berjalan maju. Dia ibarat pion pada catur. Namun anak ayam ini bisa menjadi ayam dewasa dan bisa berjalan ke berbagai arah kecuali mundur apabila dia bisa mencapai garis belakang permainan lawan.

2. Jerapah.

Jerapah bisa berjalan ke 4 arah, yaitu kanan, kiri, depan dan belakang.

3. Gajah

Gajah juga bisa berjalan ke 4 arah. tetapi berbeda dengan jerapah, gajah berjalan diagonal/miring.

4. Singa

Singa bisa berjalan satu langkah ke semua arah. Singa ibarat Raja dalam permainan catur, yang apabila dia ditawan/dimakan, maka dia akan kalah.

Nah, seperti itulah permainan Syogi yang telah dimodifikasi oleh Mister Takao Fujita dalam pembelajaran pagi itu.

Anak-anak cukup senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Tidak lupa, beberapa di antara mereka mencoba bertarung melawan Mister Takao. Tapi, yah begitulah, Mister Takao selalu menang.

"I am winner," katanya yang kemudian disambut teriakan gembira anak-anak.

Terima kasih banyak, Mister Takao Fujita.  Semoga inspirasi kebaikan Anda akan menuntun Anda kepada kesuksesan dan kebahagiaan.

Kami akan selalu menunggu lebih banyak inspirasi dari guru hebat seperti Anda. Semoga saya pun bisa menjadi guru yang menginspirasi sekaligus menyenangkan seperti yang telah Anda lakukan.

[]
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon