[Memorable Quotes] Kata-Kata Mutiara Pada Novel The Firework-Maker's Daughter by Philip Pullman

rifanfajrin.com


Judul Buku      : Putri Si Pembuat Kembang Api
Judul Asli        : The Firework-Maker’s Daughter
Penulis             : Philip Pullman
Alih Bahasa     : Poppy Damayanti Chusfani
Editor              : Dini Pandia
Penerbit           : Gramedia, Jakarta, 2007
Tebal Buku      : 144 Halaman

Buku ini mengisahkan tentang seorang gadis kecil bernama Lila, putri seorang pembuat kembang api, yang ingin sekali mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang pembuat kembang api. Untuk mewujudkan keinginannya, dia harus melakukan perjalanan yang sangat berbahaya ke perut Gunung Merapi dan menghadapi Dewa Angkara Api.

Anda bisa membaca resensi buku tersebut di blog ini. (Klik untuk membaca Resensi Buku The Firework-Maker's Daughter (Putri si Pembuat Kembang Api) Karya Philip Pullman)

Bagi saya, buku ini sangat menarik dan saya telah mengumpulkan beberapa kutipan kata-kata mutiara di dalamnya. Selamat membaca dan semoga terinspirasi. 

Berikut ini quotes menarik yang berhasil saya kumpulkan:


*
Seharusnya aku mengirimmu ke saudariku di Jembavati untuk dibesarkan sebagai penari. Setelah kupikir-pikir, ini bukan tempat untuk anak perempuan. Dan lihatlah dirimu! Rambutmu berantakan, jemarimu gosong dan bernoda bahan kimia, alismu terbakar... Bagaimana aku bisa mencarikanmu suami jika tampangmu seperti ini?

**
Pembuatan kembang api adalah seni sakral! Kau memerlukan bakat, dedikasi, dan restu dewa-dewa untuk bisa menjadi pembuat kembang api. Satu-satunya dedikasimu adalah bermalas-malasan, dasar anak tidak berguna.

***
Tapi dia tidak mengizinkan aku jadi pembuat kembang api sejati. Dia ingin aku jadi anak kecil selamanya. Yah, aku takkan menjadi anak kecil terus, Chulak. Aku sudah muak.

****
Ayah sayang,

Aku telah menyelesaikan masa belajarku. Terima kasih atas segala yang Ayah ajarkan padaku. Aku akan mencari Sulfur Bangsawan dari Razvani, sang Angkara Api, dan aku mungkin takkan bertemu Ayah lagi.

Mantan putrimu,
Lila

*****
Lila merenung dan merasa semangatnya mengempis. Tapi dia telah memutuskan untuk melakukan perjalanan ini, dan dia tidak bisa kembali saat baru saja memulainya!

***** *
Lebih baik jadi hantu daripada kembali dengan tangan kosong dan gagal melakukan satu-satunya hal yang diinginkan.

***** **
Api membakar semua ilusimu. Dunia sendiri merupakan ilusi. Segala yang ada berkelip seperti api selama sesaat, kemudian lenyap. Satu-satunya yang abadi adalah perubahan.

***** ***
Maka Lila memberitahu mereka tentang sumbu tunda, karena tidak ada rahasia di antara seniman sejati.

***** ****
Aku seharusnya mempercayaimu. Aku membesarkanmu sebagai putri Pembuat Kembang Api; seharusnya aku sudah siap jika kau sendiri ingin menjadi Pembuat Kembang Api.

***** *****
Apa sih tiga bekal? 

Ketiganya adalah hal yang harus dimiliki setiap Pembuat Kembang Api. Ketiganya sama penting, dan dua di antaranya tidak berguna tanpa yang ketiga. Yang pertama adalah bakat, dan kaum memilikinya, sayangku. Yang kedua memiliki banyak nama: keberanian, kegigihan, kemauan keras...Itulah yang membuatmu terus mendaki gunung meski segalanya tampak sia-sia.

Apakah yang ketiga? Hanya nasib baik. Itulah yang memberimu teman-teman baik seperti Chulak dan Hamlet, dan membawa mereka kepadamu di saat yang tepat!

***** ***** *
"Dan dia telah memberimu Sulfur Bangsawan."
"Dia tidak memberikannya. Dia berkata itu hanya ilusi!"
"Menurut pandangan Razvani, tidak diragukan lagi memang begitu. Tapi manusia menyebutnya KEBIJAKAN. Kau hanya bisa mendapatkannya setelah MENDERITA dan MENGAMBIL RISIKO.


Mungkin Anda ingin membacanya juga!

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
April 20, 2017 at 10:30 AM delete

bahasanya agak susah kupahami. Tapi aku yakin, mendaki gunung itu tak kan pernah ada kesia-siaan :)

Reply
avatar
April 22, 2017 at 2:59 PM delete

Ya, Mbak. Sebenarnya cerita ini disampaikan dengan bahasa yang ringan, penuh imajinasi. Dalam post di atas, hanya saya ambil kalimat-2 yang menurut saya menarik, jadi mungkin itu yang membuatnya agak susah dipahami ya? :)

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon