Menulis Laporan Hasil Pengamatan Curah Hujan: Pelajaran IPA Sekolah Dasar Kelas 3

Minggu yang lalu kita, anak-anak kelas 3B SD Labschool Unnes, sudah mencoba melakukan praktik pengamatan curah hujan dengan percobaan sains sederhana. Nah, kini saatnya untuk menuliskan laporan pengamatannya. 

Pembelajaran diawali dengan mengerti apa itu laporan?

Apakah segala sesuatu itu bisa dilaporkan?

Laporan adalah segala sesuatu, baik itu peristiwa atapun kegiatan yang dilaporkan dan dapat berbentuk lisan ataupun tertulis berdasarkan fakta atau peristiwa yang terjadi.
Laporan memiliki berbagai jenis/macamnya di antaranya: laporan perjalanan, laporan pengamatan, laporan kegiatan, laporan penelitian, atau laporan keuangan.

Dalam penulisannya, laporan harus disajikan dengan bahasa yang baik, menarik, dan yang terpenting harus ditulis secara lengkap. 

Adapun sistematika menulis laporan adalah sebagai berikut:

I. Pendahuluan
II. Isi
III. Penutup

I. Pendahuluan laporan (misalnya, Laporan Pengamtan) terdiri atas:
  • Judul Laporan, misalnya Laporan Pengamatan Curah Hujan
  • Tujuan: Mengamati Curah Hujan di Sekitar SD Labschool Unnes
  • Waktu Pengamatan: 3 - 4 Mei 2016
  • Tempat Pengamatan: SD Labschool Unnes
  • Nama Anggota yang melakukan Pengamatan
II. Bagian Isi Laporan: Berisi tentang hasil pengamatan yang telah dilakukan.

Dari Pengamatan yang dilakukan terhadap curah hujan selama 24 jam, pada hari pertama pengamatan, botol belum terisi dengan air. Sebab, pada hari itu hujan tidak turun. Maka, pengamatan kemudian dilanjutkan pada hari berikutnya (24 jam berikutnya).

Pada hari ke dua, hujan pun turun di sekitar SD Labschool Unnes. Maka pengamatan pun bisa dilakukan.  Pengamatan itu menghasilkan poin sebagai berikut:
  • Ketinggian air pada botol, diukur dengan penggaris yang telah dilekatkan dengan botol adalah setinggi 4 cm.
  • Namun, pada kelompok yang lain ternyata ketinggian air tidak sama. Ada yang ketinggian air dalam botol hanya 2 cm, ada juga yang 3 cm.

III. Penutup Laporan, berisi tentang kesimpulan dan saran


Ternyata ketinggian air diukur dalam satuan cm berbeda-beda, karena pengaruh besar dan kecilnya botol. Semakin besar botol, air hujan yang tertampung ketinggiannya semakin kecil. Sebaliknya, semakin kecil botol yang digunakan, ketinggian air hujan yang tertampung semakin besar.

____ *** ____


Praktik pembelajaran ini memadukan pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia kelas 3 SD agar lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

Demikianlah praktik pengataman curah hujan dan cara menulis laporan pengamatannya. semoga bermanfaat bagi pembaca sekalin. :)

Keterangan foto:




Kelompok I: Fairuz Nadha Harrisya dan Sasikirana Arsaputri sedang melakukan pengamatan terhadap botol pengukur curah hujan. Satu anggota kelompok lainnya yaitu Neysha Putri Shazia sedang sakit sehingga tidak ikut serta dalam menyusun laporan.



Kelompok II: Dhinar Naifah Mufidah, Athaya Farras Rahima, dan Faradita Sabila Abimanyu. Meskipun panas-panas, tetap ceria dan bergaya kalu sedang difoto. hehehe.



Kelompok III: Faylasufa Avatarisa Sashikirana, Mae Saraswati, dan Hasna Alifa Parsa, menaruh botol pengamatannya di pohon mangga yang masih kecil. Apakah ini juga mempengaruhi jumlah air yang masuk ke botol pengukuran curah hujan milik mereka? 




Kelompok IV: kelompok ini terdiri dari tiga siswa laki-laki di kelas 3B, yaitu Raditya Damai Ananta, Muhammad Rizqi Fulvian Saefullah, dan Nur Ihsan Fauzi.


Nah, selesai membuat laporan, jangan lupa untuk melatih anak mempresentasikan hasil laporan pengamatannya di depan kelas. Bimbinglah anak-anak untuk berdiskusi, membandingkan hasil laporan kelompok mereka dengan kelompok yang lain, dan mengambil kesan dan kesimpulan dalam pembelajaran yang telah dilakukan tersebut!


Perwakilan masing-masing kelompok: Hasna Alifa Parsa, Sasikirana Arsaputri, Dhinar Naifah Mufidah, dan Nur Ihsan Fauzi. Foto dulu sebelum presentasi. Hehehe.

Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon