Pelajaran IPA Sekolah Dasar: Percobaan Sains Sederhana Membuat Alat Pencatat Curah Hujan


Untuk mencapai hasil belajar yang memuaskan, praktik pembelajaran untuk Pelajaran IPA Sekolah Dasar memang harus dirancang se-scientific mungkin, misalnya dengan percobaan sains sederhana. Murid-murid sebaiknya diajak untuk melakukan pengataman sendiri, membuat hipotesis, dan menyimpulkan pengamatan mereka sendiri. Dengan metode pembelajaran tersebut, hasil belajar pembelajaran IPA sekolah dasar tidak akan terdiri dari angka-angka yang membosankan. Tetapi juga hasil pengamatan, bahkan produk pembelajaran. 

Minggu ini, anak-anak saya ajak untuk melakukan percobaan sains sederhana itu, yaitu membuat alat pencatat curah hujan sederhana. Tujuannya, adalah mendekatkan anak pada lingkungannya dan mengamati gejalanya. Begitu juga dalam mempelajari BAB Cuaca (Pembelajaran IPA Sekolah Dasar kelas 3), anak tidak hanya membaca buku teks saja, tentu itu membosankan, tetapi anak juga harus diajak untuk keluar mengamati lingkungan alam dan syukur-syukur bisa menciptakan produk belajar untuk mencapai hasil belajar yang menyenangkan.


Alat pencatat curah hujan ini sederhana saja, alat/bahan dan cara membuatnya pun sudah ada di dalam buku teks. Akan tetapi, tidak sedikit guru-guru yang tidak bisa praktik! Jadi, kegiatan-kegiatan menyenangkan itu hanya "dibiarkan" tertulis di dalam buku teks, dan tidak pernah coba dilakukan! Sayang sekali.

Padahal, untuk membuat alat pencatat curah hujan ini sangat mudah, sebagai Berikut ini!


MENGUKUR CURAH HUJAN
DENGAN ALAT PENCATAT CURAH HUJAN SEDERHANA

Tujuan Kegiatan: Mengukur curah hujan di lingkungan sekitar rumah/sekolah.

Alat dan Bahan:
  • Stoples bening, atau botol
  • Penggaris
  • Gunting
  • Corong
  • Lakban
  • dan Pulpen
Langkah-Langkah Kegiatan:
  • Potong lakban dengan panjang sesuai tinggi botol atau toples! Tempelkan lakban pada bagian luar botol! Beri tanda strip pada lakban setiap 1 cm dengan bantuan penggaris. Bisa juga dengan menempelkan penggaris di botol tersebut!
  • Letakkan corong pada mulut botol. Gunakan corong yang besar (dapat menutup stoples)! Pastikan corong tersebut tidak jatuh atau gampang lepas dari mulut botol. Kita bisa juga melakban corong tersebut agar tidak lepas dari botol!
  • Letakkan botol bercorong tadi di sekitar sekolah yang tidak terhalang/dinaungi atap! Pastikan botol tetap berdiri, tidak goyah tertiup angin atau saat terkena hujan yang deras. Oleh sebab itu, bisa juga dengan menaruh botol di dekat tiang dan mengikatnya dengan tali atau lakban!
  • Biarkan botol tersebut selama 24 jam!
  • Setelah botol dibiarkan selama 24 jam, periksa dan catatlah tinggi air yang terukur pada tanda yang telah dibuat! Jika selama 24 jam itu hujan tidak turun, maka lanjutkan pengamatan 24 jam berikutnya!
Bahan Diskusi:
  1.  Berapa ketinggian air hujan yang tertampung dalam corong sesuai hasil pengamatanmu?
  2. Apakah yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan ini?

Nah, mudah sekali bukan? 
Dengan kegiatan sederhana inilah siswa akan mendapatkan hasil belajar yang memuaskan pada pelajaran IPA sekolah dasar, yaitu membuat alat pencatat curah hujan sederhana.

Dengan kegiatan ini, siswa diharapakan memiliki kebiasaan membaca, terutama mengenai hal-hal yang berkatian dengan cara-cara ahli meteorologi memperkirakan cuaca.
Selain itu, rasa ingin tahu siswa juga ditanamkan melalui kegiatan ini, yaitu siswa diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan tentang cuaca kepada teman dan guru.








"Pak, bagaimana apabila 24 jam berikutnya hujan tidak juga turun?"

"Mungkin sekarang ini sudah mulai kemarau!" :)

____________
Nah demikianlah, satu kegiatan pembelajaran di sekolah kami. Pelajaran IPA Sekolah Dasar: Percobaan Sains Sederhana Membuat Alat Pencatat Curah Hujan.

.
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon