Jenis-Jenis Berita

Menulis Berita

Jenis-Jenis Berita

Banyaknya realitas sosial dalam bentuk peristiwa, menyebabkan  peristiwa itu bermacam-macam jenisnya (Alief 2007:2). Ada  peristiwa pembunuhan, bahkan ada peristiwa penyuapan. Untuk memudahkan penggolongan jenis-jenis berita berdasarkan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia, Basuki (dalam Alief 2007:2-3) membagi berita berdasarkan  1) sifat kejadian, 2) masalah yang dicakup, 3) lingkup pemberitaan, dan 4) sifat pemberitaan.
Berdasarkan sifat kejadian terdapat empat jenis berita, yaitu 1) berita yang sudah diduga akan terjadi. Misalnya, wawancara seorang wartawan dengan Andri Wongso yang akan mengisi kelas motivasi dalam sebuah seminar, 2) berita tentang peristiwa yang terjadi mendadak terjadi. Misalnya, peristiwa pengeboman di hotel Sahid Jakarta, 3) berita tentang peristiwa yang direncanakan akan terjadi. Misalnya, peristiwa peringatan Hari Kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus,  4) berita tentang gabungan peristiwa terduga dan tidak terduga. Misalnya, peristiwa percobaan pembunuhan kepala negara pada acara peringatan hari kemerdekaan.

Berdasarkan masalah yang dicakup berita dibagi menjadi beberapa jenis. Masalah di sini biasanya merujuk kepada aspek kehidupan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Secara umum, terdapat empat aspek kehidupan manusia, yaitu: aspek sosial, ekonomi, politik, dan kebudayaan. Tetapi, seiring dengan perkembangan masyarakat, keempat aspek ini terasa tidak memadai lagi dan  perlu dipecah lagi menjadi berbagai aspek.

Atas dasar pemikiran ini, jenis-jenis berita tersebut menjadi berita dalam negeri, berita luar negeri, berita hukum, berita sosial, berita pendidikan dan kebudayaan, berita pertanian, berita lingkungan hidup, berita perumahan, berita pemuda dan olahraga, berita transmigrasi, berita kesehatan, berita ilmu pengetahuan, berita kopersi, berita pertanahan, berita penerangan, berita perindustrian, berita perbankan, berita perhubungan, berita perdagangan, berita kehutanan, berita agama, berita pertambangan, dan berita pangan.

Berdasarkan lingkup pemberitaan biasanya berita dibagi menjadi empat bagian, yaitu lokal, regional, nasional, dan internasional. Sebuah berita disebut berlingkup lokal kalau peristiwa yang dilaporkannya terjadi di sebuah kabupaten dan akibatnya hanya dirasakan di daerah itu, atau paling-paling di kabupaten lain dalam propinsi yang sama. Sebuah berita disebut berlingkup nasional kalau pelaporan peristiwa yang terjadi di satu negara dapat dirasakan di negara lain, sedangkan sebuah berita disebut berlingkup internasional jika melibatkan banyak negara di dunia.


Berdasarkan sifat pemberitaan, berita itu dapat dilihat dari isinya. Ada isi berita yang memberitahu, mendidik, menghibur, memberikan contoh, dan mempengaruhi. Bisa saja sebuah berita mempunyai sifat lebih dari satu. Tetapi, sifat berita yang terutama adalah memberitahu.

Sementara itu, Djuraid (2007:46-66) membagi berita menjadi berita politik, berita ekonomi, berita kriminal, berita olahraga, berita seni, berita hiburan, dan keluarga, berita pendidikan, serta berita pemerintahan.  Pembagian jenis berita ini memudahkan pembaca dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam surat kabar. Pembaca yang ingin membaca berita politik misalnya, dapat langsung membuka surat kabar atau majalah pada halaman berita politik. Pembaca tidak perlu membuka satu per satu berita dari halaman awal sampai akhir untuk  mencari berita yang dibutuhkan.

Pembagian jenis berita yang bermacam–macam ini disebabkan oleh segmentasi berita sesuai dengan perkembangan masyarakat. Seiring perkembangannya, kini muncul banyak media dengan segmen baru seperti media khusus anak, wanita, olahraga dan lain sebagainya. Beragamnya jenis berita pada dasarnya mempunya tujuan yang sama yaitu memberikan informasi kepada pembaca atau masyarakat.

Namun demikian, dapat disimpulkan dapat disimpulkan berdasarkan jenisnya berita terbagi menjadi berita politik, berita ekonomi, berita kriminal, berita olahraga, berita seni, berita hiburan, berita keluarga, berita pendidikan, dan berita pemerintahan.

Baca Juga:
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon