Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

PROSES TERJADINYA HUJAN

Rifanfajrin.com - Proses terjadinya hujan kelas 3 SD

Hai teman-teman, apa kabar semuanya? teman-teman kelas 3, saat ini memasuki bulan januari ya. Pada bulan januari, hujan merupakan peristiwa yang lumrah terjadi. hal ini dikarenakan pada bulan januari memang masuk musim penghujan sebagai negara tropis.

Hujan bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. melainkan terjadi karena suatu mekanisme atau proses alam. terjadinya hujan ini berkaitan dengan adanya siklus air yang memengaruhi datangnya hujan. selain itu, hujan terjadi juga dikarenakan adanya perubahan benda. 

Untuk memahami lebih lanjut tentnag proses terjadinya hujan, ada baiknya kita simak artikel ini sampai tuntas ya teman teman.

proses terjadinya hujan


Proses terjadinya hujan terjadi dengan didahului perisitwa peristiwa berikut ini:

Evaporasi

Tahap paling awal dari proses proses terjadinya hujan adalah evaporasi, yaitu proses penguapan air menggunakan panas suhu bumi dari matahari. Adanya panas matahari atau panas bumi ini menyebabkan air yang ada di permukaan sungai, danau, dan laut akan menguap. Uap air yang berbentuk butiran ini akan naik ke atmosfer dan menggumpal menjadi awan. Ketika suhu udara mulai dan semakin panas, maka akan makin banyak pula uap air yang terdapat pada udara. Banyaknya uap air tersebut menyebabkan turunnya hujan yang sangat deras.

Kondensasi

Tahap kedua proses terjadinya hujan yaitu peristiwa kondensasi, yang mana istilah ini berasal dari bahasa latin Condensare yang bermakna tertutup. Kondensasi pada tahap ini adalah tahap perubahan uap air menjadi partikel es. meski demikian partikel es yang dihasilkan amatlah kecil. Partikel es terbentuk disebabkan dinginnya atmosfer bagian atas.

Pada perkembangannya partikel es akan berubah menjadi awan sedangkan jumlah partikel esnya terus bertambah. bertambahnya partikel ini membuat awan menjadi hitam.

Presipitasi

Pada tahap akhir proses terjadinya hujan adalah presipitasi. Gumpalan awan yang merupakan kumpulan partikel es akan mencair,  kemudian butiran es pada awan akan mencari menjadi titik hujan di Bumi.

Hujan tidak langsung turun begitu saja, tetapi hujan akan dipengaruhi oleh angin sehingga jatuh di tempat lain. Awan yang terbentuk pada proses sebelumnya bisa tertiup angin dan berpindah tempat. Proses ini akan terjadi saat, awan tak mampu lagi menahan partikel es dari uap air.

Hujan yang turun bervariasi sesuai dengan lokasi awan yang menurunkan hujan. Hujan gerimis akan terjadi apabila dihasilkan dari jenis awan yang dangkal. sebaliknya hujan deras akan diturunkan oleh awan dengan ketinggian menengah atau sangat tinggi. Hal itu bisa terjadi karena tingkat ketinggian mempengaruhi suhu udara. Pada posisi awan yang sangat tinggi, bisa dimungkinkan bukan air yang diturunkan tapi butiran salju atau es.

Akhir Kata

Demikianlah ulasan rifanfajrin tetnang proses terjadinya hujan, semoga bermanfaat ya teman. sampai jumpa pada artikel berikuntya.


M. Rifan Fajrin
M. Rifan Fajrin guru sekolah dasar yang biasa-biasa saja, tidak mengagumkan, tapi bahagia.