Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

RANGKUMAN KISAH NABI YUSUF

 Rifanfajrin.com - rangkuman kisah nabi yusuf kelas 3 sd

Nabi Yusuf As adalah nama dari salah satu Rasul yang wajib diketahui. Beliadu adalah utusan Allah untuk masyarakat Mesir. Nabi Yusuf As adalah putra Nabi Ya'kub As. Nasab Nabi Yusuf sampai kepada nabi Ibrahim As dari Nabi Ishaq.

Kisah Nabi Yusuf As diabadikan dalam al quran surah Yusuf. Nabi Yusuf lahir di Syam dari rahim Rahil, istri kedua Nabi Yakub AS. Nabi Yusuf As dikenal sebagai nabi yang arif dan bijaksana, tampan, dan diberikan kelebihan oleh Allah SWT dapat menakwilkan/menafsirkan mimpi. Melalui karunia tersebut beliau diangkat sebagai salah satu pejabat di kerajaan Mesir.

rangkuman kisah nabi yusuf


Bagaimanakah rangkuman Kisah nabi Yusuf As? Rifanfajrin akan mengulas kisah nabi Yusuf tersebut khususnya diperuntukkan untuk siswa siswi kelas 3 SD.

1. Nabi Yusuf ‘alaihissalam Bermimpi

Allah Subhanahu wata’ala memberikan kedudukan yang mulia kepada Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Nabi Yusuf ‘alaihissalam juga diberi ilmu berupa tafsir mimpi. Nabi Yusuf ‘alaihissalam adalah putra Nabi Ya’qub ‘alaihissalam. Yusuf mempunyai adik kandung bernama Bunyamin dan 10 saudara berbeda ibu (kakak-kakak Yusuf). Ayah Yusuf sangat dekat dengan Yusuf setelah ibu kandungnya (bernama Rahel) meninggal dunia. Saat Rahel meninggal, Yusuf baru berusia dua tahun. Kedekatan Yusuf dengan ayahnya menimbulkan rasa cemburu 10 saudaranya (yang tidak seibu). Mereka mulai tidak menyukai Yusuf. Apalagi wajah Yusuf juga lebih tampan.

Suatu hari Yusuf bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, semuanya bersujud kepadanya. Yusuf kemudian menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Ya’qub lalu berkata, ”Jangan kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, supaya mereka tidak tergoda oleh setan dan mencelakakanmu”. Dengan mimpi itu ayahnya mempunyai firasat bahwa Yusuf kelak akan mendapat kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.

2. Diajak Pergi Bermain untuk Dicelakai

Saudara-saudara Yusuf menghadap Ya’qub dan meminta izin akan mengajak Yusuf bermain-main di hutan. Sang ayah berkata, “Jangan mengajak Yusuf ke hutan nanti ada serigala sedangkan dia masih kecil”. Namun akhirnya mereka berhasil membujuk ayahnya. Saudara-saudara Yusuf merencanakan untuk membunuh Yusuf, tetapi salah satu kakak Yusuf berpendapat agar jangan membunuh Yusuf, tetapi membuangnya saja ke dalam sumur. Yusuf dibawa ke hutan mendekati sumur tempat para pedagang sering mampir mengambil air. Mereka pun membuang Yusuf ke dalam sumur. Saudara-saudara Yusuf kemudian pulang dan berkata pada ayah mereka, “Wahai ayah, kami tadi sedang bermain dan berlomba memanah lalu kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, tiba-tiba dia dimakan serigala. Apakah ayah tidak percaya kepada kami?" Mereka menunjukkan bekas baju Yusuf yang berlumuran darah (palsu). Ayahnya berkata, “Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik urusan yang buruk itu, maka hanya bersabar adalah yang terbaik bagiku. Dan kepada Allah saja aku memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan".

3. Diselamatkan Saudagar

Tidak lama kemudian ada saudagar yang melewati sumur itu dan mampir untuk mengambil air. Ketika menurunkan timbanya, Nabi Yusuf ‘alaihissalam berpegangan pada timba dan ikut ditarik ke atas. Saudagar itu terkejut bukan kepalang mendapati anak kecil bergelantung di timbanya, “Oh, ini ada seorang anak yang bisa kita bawa dan kita jual sebagai barang dagangan”.

Sesampainya di pasar, Yusuf dijual. Pembelinya adalah penguasa di negeri itu. Sang pembeli meminta kepada isterinya, Zulaikha, agar memperlakukan Yusuf dengan baik. Waktu berjalan terus, lambat laun Yusuf menjadi dewasa dan pemuda yang cerdas.

4. Mimpi Raja

Pada suatu hari Raja bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai gandum lainnya yang kering. Raja segera mengumpulkan para penasihat untuk menjelaskan makna mimpinya. Namun tak seorang pun bisa menjelaskan makna mimpi itu. Seorang pelayan melapor kepada Raja, “Baginda saya punya informasi tentang orang yang pandai menjelaskan mimpi, maka utuslah aku kepadanya”.

Pelayan kemudian diperbolehkan menemui Yusuf di penjara dan menceritakan perihal mimpi raja. Ketika itu Yusuf dimasukkan ke penjara meskipun tidak bersalah. Yusuf menjelaskan kepada raja, “Hendaklah kalian bercocok tanam tujuh tahun berturut-turut, kemudian ketika kalian panen maka hendaklah menyimpan makanan dengan cara membiarkan tangkainya kecuali sedikit untuk dimakan. Sebab setelah tujuh tahun itu akan datang tujuh tahun kemudian masa yang amat sulit. Pada masa sulit tersebut akan menghabiskan simpanan makanan sebelumnya. Setelah itu akan datang tahun di mana manusia diberi hujan dengan cukup dan mereka memeras anggur”. Raja tertegun dengan penjelasan Yusuf yang masuk akal. Kemudian mengangkat Yusuf sebagai pejabat negara urusan pangan.

5. Nabi Yusuf ‘alaihissalam Menduduki Jabatan

Mulailah Nabi Yusuf ‘alaihissalam menjadi pejabat keuangan. Lalu datanglah masa sulit sebagaimana mimpi yang ditafsirkan Yusuf. Orang mulai memburu bahan makanan dan berduyun-duyun datang ke gudang makanan yang disediakan kerajaan. Tampak diantara mereka adalah saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam Yusuf mengenal mereka sedangkan mereka tidak mengenali Yusuf lagi. Mereka mengira Yusuf sudah lama meninggal dunia. Saat itu Yusuf mendekati mereka dan bertanya tentang asal usul daerah dan keluarga mereka. Mereka menjelaskan semuanya. Yusuf bertanya, “Kenapa saudara kalian yang kecil, yang bernama Bunyamin itu tidak ikut ke sini? Untuk besok, bawalah dia atau kalian tidak akan mendapatkan bahan makanan seperti hari ini".

6. Bunyamin Datang ke Istana

Ketika saudara-saudara Yusuf kembali ke rumah, diceritakanlah kepada ayah mereka tentang pertemuan dengan pejabat tinggi kerajaan yang meminta Bunyamin ikut dalam perjalanan yang akan datang. Tentu sang ayah khawatir kejadian yang pernah menimpa Yusuf ‘alaihissalam terulang kembali. Namun karena persoalan makanan sangat penting akhirnya Bunyamin diizinkan untuk ikut. Ayah mereka, Nabi Ya’qub ‘alaihissalam, kini sudah tua dan kehilangan penglihatan karena sering bersedih dan menangis mengingat nasib Yusuf. Para putra Ya' qub kini datang kembali ke kerajaan dengan membawa Bunyamin. Di tengah kesibukan menumpuk bahan makanan, Yusuf secara diam-diam menghampiri Bunyamin dan membisikinya, “Wahai Bunyamin, sesungguhnya aku adalah saudaramu, Yusuf. Allah telah melindungiku dan memberiku kekuatan. Nanti akan kususun rencana agar kamu tertinggal di kerajaan ini dan saudara-saudaramu biarkan pulang ke rumah”.

Yusuf kemudian secara sembunyi memasukkan gelas emas milik kerajaan ke dalam karung milik Bunyamin. Ketika mereka akan meninggalkan istana raja, tiba-tiba pengawal istana mengumumkan telah terjadi pencurian piala dan mencegat semua kafilah. Saudara-saudara Yusuf bersumpah bahwa mereka tidak datang untuk mencuri. Namun sayang, ternyata para pengawal kerajaan menemukan piala itu di dalam karung Bunyamin. Bunyamin pun ditahan dan yang lain dipersilakan pulang. Saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam kemudian kembali kepada ayah mereka di Palestina tanpa Bunyamin. Mereka mengabarkan apa yang telah terjadi. Ayahnya bertambah sedih mendengar kejadian yang menimpa dan berkata, “Wahai anak-anakku. Pergilah kalian mencari berita tentang keberadaan Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa”.

7. Saudara-saudara Nabi Yusuf ‘alaihissalam Menyadari Kesalahan

Sewaktu mengambil makanan berikutnya, Yusuf ‘alaihissalam mempertemukan Bunyamin dengan saudara-saudaranya. Yusuf berkata, “Sadarkah kalian tentang perbuatan apa yang telah kalian lakukan kepada saudara kalian sendiri, Yusuf dan Bunyamin?”. Mereka sangat terkejut karena di hadapan mereka ternyata adalah Yusuf, yaitu adik mereka yang pernah mereka buang ke dalam sumur, “Apakah engkau Yusuf?”. Nabi Yusuf ‘alaihissalam menjawab, “Benar, aku Yusuf". Mereka mengakui kesalahan dan memohon maaf atas perbuatannya membuang Yusuf. Nabi Yusuf ‘alaihissalam berkata, “Kalian tidak akan dihukum dan dipersalahkan. Aku mohon kepada Allah Subhanahu wata’ala ampunan dan rahmat bagi kalian dan Allah Maha Penyayang”. Setelah menanyakan keadaan ayahnya, Yusuf ‘alaihissalam kemudian mengirim jubahnya supaya diusapkan ke wajah ayahnya sembari meminta agar ayahnya segera diajak menuju istana.

8. Nabi Yusuf ‘alaihissalam Bersatu Kembali dengan Keluarganya

Sebelum sampai ke rumah. Ayah mereka berkata, “Bahwa sesungguhnya aku telah mencium keberadaan Yusuf yang masih hidup”. Maka benarlah, ketika mereka tiba, jubah Yusuf diusapkan ke wajahnya dan muncullah kegembiraan di hati ayah. Penglihatan ayahnya pun dengan izin Allah Subhanahu wata’ala telah pulih kembali. Saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam dan ayahnya segera berangkat menuju Mesir. Nabi Yusuf ‘alaihissalam Menyambut kedatangan keluarganya, Nabi Yusuf langsung duduk di samping ayahnya. Setelah selesai pertemuan, seluruh keluarga Yusuf diminta tinggal di istana. Kemudian Nabi Yusuf ‘alaihissalam menyatakan, “Inilah mimpiku sewaktu masih kecil dulu, melihat sebelas bintang, matahari dan bulan bersujud kepadaku. Allah Subhanahu wata’ala mewujudkannya dengan banyak kebaikan kepadaku dan membebaskanku dari penjara serta mempertemukan kita kembali”

Akhir kata

Demikianlah rangkuman kisah nabi Yusuf As untuk kelas 3 SD, semoga kita dapat mengambil itibar dari kisah yang bersumber dari Alquran tersebut. Semoga bermanfaat.