Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

PEWARNA BATIK SINTETIS YANG PALING SERING DIGUNAKAN

rifanfajrin.com- pewarna batik sintetis yang paling sering digunakan
pewarna batik alami

Seiring dengan perkembangan zaman, pewarna alami untuk batik sudah sangat sulit untuk didapatkan. Oleh sebab itu, pewarna sintetis/buatan berupa pewarna yang dibuat menggunakan bahan-bahan kimia merupakan penemuan yang sangat bermanfaat.

Meskipun kualitasnya jauh dari pewarna alami, namun pewarna kimia tetap bermanfaat. Terutama untuk menekan biaya produksi. Sebab, pewarna alami sangat sulit didapatkan, sehingga membutuhkan biaya yang cukup mahal.

Pewarna kimia atau buatan diperkenalkan oleh pedagang-pedagang dari bangsa lain. Sifat dari warna kimia ini menghasilkan warna-warna terang, dan varian warnanya jauh lebih banyak dari warna alami.

Berikut merupakan ulasan tentang pewarna kimia untuk pembuatan batik yang sering digunakan:

  • Pewarna Naptol
  • Pewarna Indigosol
  • Pewarna Protion
  • Pewarna Base
  • Pewarna Rapit

Pewarna yang biasa digunakan adalah Pewarna Naptol, Indigosol, dan Protion. Berikut adalah penjelasan mengenai ketiga pewarna tersebut:

1. Pewarna Naptol

Pewarna Naptol biasanya digunakan untuk pencelupan. Untuk pencelupan 1 potong kain ukuran taplak digunakan 10 gr Naptol, 5 gr kustik, Garam Diazo 30 gr.

Contoh penggunaan pewarna Naptol:

Warna Biru Muda

Naptol AS + Kustik   fixasi dengan   Garam Diazo Biru Bb.

Warna Biru Tua

Naptol AS + Kustik difiksasi dengan Garam Diazo Biru B.

Warna Merah Muda

Naptol BS + Kustik difiksasi dengan Garam Diazo Merah R.

Warna Merah Tua / Merah Marun

Naptol AS BO + Kustik difiksasi dengan Garam Diazo Merah B + Biru B.

Warna Kuning

Naptol ASG + Kustik difiksasi dengan Garam Merah B.

Warna Ungu / Violet

Naptol ASG + Kustik difiksasi dengan Garam Violet B.

Warna Orange

Naptol AS OL + Kustik difiksasi dengan Garam Kuning Gc / Orange Gc.

2. Pewarna Indigosol

Pewarna Indigosol biasa digunakan untuk pewarnaan teknik nyolet dan mewarnai dasar (pencelupan). Untuk teknik nyolet pewarna 5 gr untuk ukuran air ½ gelas aqua ( dilarutkan dengan air panas ). Untuk pencelupan 1 kain taplak dibutuhkan pewarna 20 gr dan air 1 sampai 2 liter ( dilarutkan dengan air panas ).

3. Pewarnaan Protion

Pewarnaan Protion digunakan dalam proses Nyolet dan Nyelup. Untuk teknik Nyolet dibutuhkan warna 5 gr, Soda Kue 2 gr, atau MS ( Resisal ) dan air sekitar 30cc. Untuk teknik Nyelup dibutuhkan warna Protion 20 gr, Soda Kue 10 gr dan air 2 Liter.

akhir kata

Demikianlah ulasan rifanfajrin tentang peewarna batik sintetis yang paling sering digunakan pada saat ini. mari lestarikan terus budaya nusantara.