Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SEJARAH PENCAK SILAT

 Rifanfajrin.com - sejarah pencak silat


Pencak silat dalam satu dasawarsa terakhir mengalami peningkatan popularitas yang cukup pesat. Salah satu faktornya adalah digunakannya teknik pencak silat dalam beberapa film laga seperti Merantau, the raid 1, the raid 2 (berandal). Bahkan aktor yang terlibat di dalamnya seperti iko uwais, yayan ruhiyan dan cecep rahman mendunia dengan berpartisipasi dalam film star wars 3.

Puncaknya adalah ketika pada perhelatan asian games yang dihelat di jakarta dan palembang pada tahun 2018, pencak silat menyapu bersih semua nomor medali yang dipertandingkan. Sekaligus, pencak silat menyumbang perolehan medali terbesar bagi kontingan Indonesia saat itu.  

Yang lebih membanggakan adalah, pada tanggal 13 Desember 2019, pencak silat dinobatkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda Dunia Intangible Cultural World Heritage.

Pengertian Pencak Silat

Pencak silat atau yang biasa disingkat  silat saja, merupakan salah satu seni olahraga asli Indonesia. Selain Indonesia, pencak silat dikenal sebagai olah raga yang berasal dari asia tenggara, mengingat beberapa negara juga memiliki pencak silat meski namanya berbeda. diantaranya adalah Brunei Darusaalam, Singapura, Filipina, Thailand. Pada negara lain, silat disebut gayong dan cekak (Malaysia dan Singapura), bersilat (Thailand), dan pasilat (Filipina).

Sejarah silat 

 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menulis dalam werbsite resminya, menyebutkan bahwa pencak silat adalah seni bela diri tradisional asli Indonesia. Pencak silat merupakan peninggalan nenak moyang bangsa Indoensia dan diturunkan dari generasi ke generasi hingga sekarang. Pencak silat ini merupakan perpaduan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari budidaya yang sudah turun temurun. Pencak silat sudah lama diperkenalkan di nusantara pada masa lampau. 

Pencak silat sudah tersebar ke seluruh kepulauan Nusantara dimulai sejak abad ke tujuh. Ini dibuktikan lewat relief Candi Borobudur yang terdapat ornamen pencak silat. Bukti lain yang mendukung dapat diilihat pada masa penjajahan Belanda, pencak silat sudah digunakan untuk bertarung melawan penjajah. Pencak silat terus berkembang pesat di tengah masyarakat di nusantara. Pencak silat diperkirakan berasal dari dua daerah di Indonesia, yakni Minangkabau (Sumatra Barat) dan Cimahe Jawa Barat yang punya aliran berbeda-beda. 

Pada tahun 1903 didirikan  Perguruan Setia Hati (PSH) dan Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) delapan belas tahun kemudian tepatnya pada 1922. Kedua aliran pencak silat Minangkabau dan Cimahi bersatu mendirikan Perhimpunan PPSI Pencak Silat Indonesia (PPSI). Pada tahun 1973 dibentuk Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI). Pembentukan ini  bertujuan untuk menyatukan seluruh pencak silat di Nusantara. 

Aspek Pencak silat 

Olahraga pencak silat memiliki empat aspek utama, yakni: 

Aspek mental spiritual 

Pencak silat memiliki aspek mental spiritual, maksudnya membangun dan mengembangkan kepribadian serta karakter mulia seseorang. Sentuhan pencak silat pada dunia pendidikan yang sedini mungkin diperkenalkna dengan olahraga pencak silat dimulai dari tingkat dasar dan akan sangat membantu pembentukan kader bangsa yang berjiwa patriotik, berkepribadian luhur, disiplin, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Aspek seni budaya 

Pada aspek seni budaya, permainan seni pencak silat mengandung nilai nilai budaya. Bentuk seni tarian pencak silat dengan musik dan budaya tradisional merupakan pendukung utama aspek seni budaya. Pencak silat juga berfungsi untuk mengembangkan aspek seni yang indah dalam gerak yang serasi dan dilandasi rasa cinta kepada budaya bangsa. 

Aspek bela diri 

Aspek beladiri dalam pencak silat bertujuan untuk mengembangkan aspek bela diri yang terampil dalam gerak efektif. aspek tersebut berfungsi untuk menjaga keselamatan atau kesiagaan fisik dan mental yang dilandasi sikap kesatria, tanggap, dan mengendalikandiri. 

Aspek olah raga

Pada aspek olahraga, pencak silat sangat penting. Karena pesilat mencoba menyesuaikan pikiran terhadap olah tubuhnya. Aspek lain yang bisa dikembangkan ialah kompetisi, artinya olah raga bisa dipertandingkan dalm bentuk perorangan atau secara beregu. 
Dalam aspek ini, tujuan yang ditonjolkan adalah  untuk mencapai kesehatan, rekreasi, dan prestasi. Dalam buku Meningkatkan kebugaran jasmani melalui permainan dan olahraga pencak silat (2009) karya Penulis Muhyi Faruq, di tingkat nasional olahraga melalui permainan dan olahraga pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu nusantara.  Bahkan pencak silat dapat mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa dan jatidiri bangsa. Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan hingga tingkat internasional. 

Teknik dasar pencak silat 

  1. Kuda-kuda 
  2. Sikap Pasang 
  3. Arah 
  4. Pola Langkah 
  5. Pukulan 
  6. Tendangan 
  7. Tangkisan 
  8. Guntingan 
  9. Kuncian 

Akhir kata


Pada Maret 2017, Pencak Silat telah diajukan Pemerintah ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural World Heritage). Hal ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam memajukan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia. sebagaimana disebutkan di atas, kini pencak silat diakui sebagai warisan tak benda dunia oleh UNESCO. membanggakan.