Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

ATURAN BERMAIN KELERENG

 rifanfajrin.com - aturan bermain kelereng

aturan bermain kelereng


Pengertian kelereng

kelereng adalah mainan tradisional anak-anak yang populer hingga saat ini. mainan ini berupa benda berbentuk bulat kecil dengan aneka corak, ada yang berwarna polos saja seperti putih susu, hingga polos seperti "planet" dalam ukuran yang kecil, perak, maupun warna polos lainya seperti biru, merah, dan ungu. selain itu ada yang bercorak bunga warna warni, ada yang bercorak di dalamnya, ada pula yang bercorak di lapisan luar kelereng. 

Bermain kelereng sangat mengasyikkan. tidak heran, mainan kelereng sangat digemari oleh anak-anak dan banyak dimainkan di pedesaan maupun perkotaan.

Kelereng bisa disebut gundu, ada pula yang menyebutnya "setin" khususnya di jawa tengah.

kelereng dimainkan dengan cara membidiknya menggunakan kedua tangan, ada pula yang menggunakan satu tangan (menggunakan lentukan jempol). Apabila kelereng yang dibidik tadi mengenai sasaran, maka dianggap berhasil. 

Manfaat bermain kelereng

Bermain kelereng bisa saja dilakukan seorang diri. namun supaya permainan menjadi mengasyikkan, maka kelereng setidaknya dimainkan oleh dua orang dengan membuat aturan-aturan tertentu supaya tetap menjaga sportifitas permainan.

Adapun manfaat bermain kelereng antara lain;
Manfaat:
  1. Melatih keterampilan motorik, 
  2. melatih kemampuan berpikir (kognitif), 
  3. mengasah kemampuan berhitung,  
  4. mengasah keterampilan sosial
  5. melatih anak sikap sportif 
  6. dan melatih anak mengendalikan emosi. 

Aturan-aturan permainan kelereng

Untuk memainkannya, bisa dilakukan minimal 2 orang hingga 6 orang.
Aturan bermain kelereng secara umum adalah sebagai berikut:

  1. Setiap pemain menggunakan 1 kelereng sebagai "gacuk"
  2. Setiap pemain bertaruh sejumlah tertentu kelereng tergantung kesepakatan, biasanya bertaruh satu kelereng jika pemainnya banyak. 
  3. Semua taruhan kelereng akan diperebutkan oleh semua anggota pemain sesuai dengan aturan yang disepakati.
  4. Kelereng yang dipertaruhkan tidak boleh pecah, retak atau bopeng.

Macam-Macam Permainan Kelereng

Setiap daerah memainkan aturan yang berbeda-beda. Yng palign sering dimainkan dan paling umum antara lain permainan anak panah, permainan lingkaran, permainan kubah dan permainan lubang.

A. Permainan anak panah

aturan permainan "anak panah" cara bermainnya  adalah:

1. tentukan jumlah kelereng yang dipertaruhkan, misalnya 3 kelereng/pemain.
2. Buat garis batas lemparan awal, dan buatlah gambar anak panah seperti pada gambar berikut untuk meletakkan semua kelereng taruhan.

aturan bermain kelereng
kelereng aturan anak panah


3. Buatlah garis batas lemparan sejauh kira-kira 3 meter atau lebih dari gambar anak panah.
4. Semua pemain diharuskan melempar 1 kelereng sebagai gacuk, semakin dekat dengan garis anak panah, maka ia berhak mendapatkan kesempatan membidik duluan kelereng yang dipertaruhkan. Tempat ia mulai membidik adalah tempat dimana kelereng tersebut berhenti jatuh.
5. Semakin kelereng taruhan mendekati mata panah, maka semakin tinggi nilainya. Bila pemain dapat mengenai sebuah kelereng, maka ia akan mendapatkan semua kelereng yang nilainya dibawahnya. jika pemain berhasil membidik dan mengenai kelereng yang berada di ujung mata panah, maka ia akan mendapatkan semua kelereng yang dipertaruhkan.
 


B. Permainan Lingkaran



Cara bermainnya yaitu:

1. Mula-mula kita menentukan berapa jumlah kelereng yang dipertaruhkan, misalnya 3 kelereng/orang.

2. Meletakan semua kelereng taruhan di dalam lingkaran secara berdekatan. Coba lihat gambar di bawah ini.

3. Buatlah garis lempar sejauh kira-kira 7 meter dari lingkaran. Dari garis lempar ini, semua peserta melemparkan kelerengnya agar mendekati lingkaran. Semakin mendekati lingkaran, maka akan mendapatkan kesempatan membidik lebih dahulu. Apabila masuk ke dalam lingkaran, maka akan dianggap gugur. Bila lemparan mengenai kumpulan kelereng taruhan hingga keluar lingkaran, maka kelereng yang keluar lingkaran menjadi milik pemain tersebut dengan syarat kelereng gacuk tidak berhendi di dalam lingkaran.

4. Semua peserta membidik kelereng taruhan secara bergantian. Seorang yang berhasil membidik kelereng taruhan sampai keluar dari lingkaran, maka ia akan mendapatkan kelereng sesuai jumlah kelereng yang berhasil keluar.

5. Kelereng gacuk tidak boleh berhenti di dalam lingkaran. Jika sampai berhenti di dalam lingkaran, maka semua kelereng taruhan yang berhasil ia kumpulkan harus dikembalikan lagi ke dalam lingkaran. Dan ia dinyatakan gugur.

7. Pemain yang telah mendapatkan minimal 1 buah kelereng taruhan dapat menggugurkan lawannya dengan cara membidik kelereng gacuk milik lawannya. Jika terkena, maka lawannya akan gugur dan kelereng taruhan yang berhasil dikumpulkan oleh lawannya akan menjadi milik pemain tersebut.

C. Permainan kubah


Permainan kubah ini peraturannya sama dengan permainan kelereng dengan model lingkaran. Yang membedakannya hanyalah penempatan posisi kelereng taruhan yang dibuat menyebar.

 D. Permainan lubang



Permainan lubang merupakan permainan unik yang bisa dilakukan oleh 5-8 pemain. Permainan ini dilakukan dengan tidak menggunakan kelereng taruhan. Semua pemain bermain untuk memperoleh poin maksimal yang telah disepakati, misalnya poin maksimal 20. Bila poin maksimalnya 20, maka bidikan yang ke-20 terhadap kelereng lawannya adalah bidikan yang dapat mengeluarkannya sebagai juara. Bagaimana cara mainnya?, simak ulasan berikut ini.

Cara bermain kelereng dengan model permainan lubang.

1. Mula-mula buatlah lubang ditanah berdiameter sekitar 5 cm dengan kedalaman 1,5 cm.

2. Buatlah garis lempar sejauh 7 meter dari lubang. Dari garis ini semua pemain melemparkan kelereng gacuk sedekat mungkin dengan lubang. Nah, yang paling dekat dengan lubang akan mendapatkan kesempatan lebih dahulu. Bila bisa langsung masuk ke dalam lubang, maka pemain tersebut mendapatkan 5 poin. Namun bila kemudian ada pemain lain yang mampu langsung masuk lubang. Maka peserta yang kelereng gacuk lebih dulu masuk lubang harus mengulang melempar kembali dari garis lempar.

3. Semua pemain harus berusaha memasukan kelereng gacuk ke dalam lubang untuk mendapatkan poin pertamanya. Selama belum masuk lubang, maka tidak boleh membidik kelereng gacuk milik lawannya.

4. Pemain yang mampu memasukan kelereng gacuk ke dalam lubang akan mendapatkan kenaikan 1 poin per tiap masukan, bila ia mampu memukul kelereng milik lawannya juga akan mendapatkan 1 poin tiap pukulan.

5. Setiap pemain yang dapat memasukan kelerengnya ke dalam lubang atau berhasil memukul kelereng lawannya berhak mendapakan 1 kali langkah dalam permainan.

6. Setiap pemain yang dapat memasukan kelerengnya ke dalam lubang harus meletakkan kelerengnya di luar lubang dengan cara dilempar (tidak boleh ditaruh). Atau dia diperbolehkan membidik kelereng milik lawannya.

7. Bila seorang pemain telah berhasil mengumpulkan poin ke-19. Maka dia harus membidik kelereng lawannya agar keluar sebagai pemenang. Nah, saat memperoleh poin ini, kelereng tersebut tidak lagi membutuhkan lubang untuk menambah poinnya. Yang ada justru bila masuk lubang, maka poinnya akan mulai lagi dari poin 0.

8. Pada umumnya akan diambil pemenang 1,2 dan 3. Pemain yang dianggap kalah akan diberi hukuman, misalnya push-up 10 kali, shit up 20 kali dan sebainya.

AKHIR KATA

demikianlah beberapa aturan dalam bermain kelereng, semoga bermanfaat dan kita bisa melestarikan permainan tradisional ini. Tapi harap berhati-hati dalam menyimpannya, ya. sebab kelereng berbahaya apabila berdekatan dengan balita, bisa tertelan jadi tetaplah berhati hati.