Widget HTML Atas

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya (4)

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya - Peribahasa mengandung pengertian ungkapan atau kalimat-kalimat yang ringkas dan padat, yang berisi perbandingan perumpamaan, nasihat, prinsip hidup dan aturan tingkah laku.  Definisi lainnya menyatakan bahwa peribahasa adalah ayat atau kelompok kata yang memiliki susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, dan pepatah.

Berikut ini adalah Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya.

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya (4)
Buku tua

Kumpulan Peribahasa Indonesia Terlengkap dan Artinya

1. Anak jahat menantu teruk.
Selalu mendapat kerugian, atau bernasib sial.

2. Anak rusa tidak akan menjadi anak singa.
Anak penakut tidak akan menjadi anak yang pemberani.

3. Anak kuda bulu kasap.
Dikatakan kepada seseorang anak yang periang dan lincah, dan berlari-lari ke sana kemari.

4. Anak mati berkalang bapak, bapak mati berkalang anak.
Kekeluargaan yang selalu hidup rukun dan damai, serta saling tolong-menolong.

5. Anak orang, anak orang juga.
Orang yang memang asing, tetap akan asing juga.

6. Anak panah yang telah terlepas dari busurnya tak dapat dikembalikan lagi.
Rahasia sebaiknya ditutupi dengan baik, karena sekali tersebar tidak dapat ditutupi lagi.

7. Anak sendiri disayang, anak tiri di bengkeng.
Perlakuan yang kurang adil karena dihadapkan pada orang yang lebih dikasihi.

8. Anak seorang menantu mualim.
Keuntungan seseorang karena memiliki anak perempuan.

9. Anak seorang penaka tiada.
Kiasan pada suatu benda yang hanya satu-satunya, sehingga tidak ada penggantinya bila hilang.

10. Anak susun paku.
Dikatakan kepada kakak beradik (seibu dan sebapak) yang terdiri atas beberapa orang yang hampir sama tinggi dan besarnya maupun umurnya.

11. Anak tikus hendak menampar kepala kucing.
Tiada kuasa mencapai apa yang diinginkan.

12. Anak-anakan mentimun.
Memungunt anak perempuan, sesudah besar lalu diperistri.

13. Anak-anak turun tangga.
Dikatakan kepada anak-anak dalam suatu keluarga yang besar dan tinggi badannya hampir sama, serta perbedaan umurnya tidak jauh beda.

14. Andai air dapat digenggam.
Mengharapkan sesuatu yang mustahil diraih.

15. Andai air laut tak asin.
Seseorang yang hendak mengelak takdir Tuhan.

16. Andai siang hari berbulan bintang.
Mengharapkan sesuatu yang mustahil diraih.

17. Andai katak bisa terbang.
Mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin.

18. Angan lalu paham bertumbuk.
Merencanakan sesuatu pekerjaan yang pelaksanaannya sulit.

19. Angan mengikuti tubuh.
Bersusah hati karena memikirkan yang tinggi-tinggi.

20. Angan-angan menerawang langit.
Cita-cita yang terlampau tinggi.

21. Angan-angan mengikat tubuh.
Memikirkan hal yang bukan-bukan, sehingga menyusahkan diri sendiri.

22. Angguk bukan, geleng ia.
Tindakan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

23. Angguk enggan, geleng mau, unjuk tidak diberikan.
Tindakanyang berlawanan denganhal yang dimaksudkan.

24. Angguk-angguk balam.
Asal mengangguk belum tentu mengerti.

25. Angguk-angguk kukuran, tapi kepala juga habis olehnya.
Seolah-olah patuh dan bodoh, tetapi banyak akal sehingga dapat menyelesaikan pekerjaannya.

26. Anggun gaya, jalan bersimpang.
Tidak tahu hal yang akan dipilih.

27. Anggup-anggup bagai rumput di tengah jalan.
Kehidupan yang serba susah karena suatu hal.

28. Angin berputar, ombak bersambung.
Masalah yang sangat sulit diatasi karena banyal hal yang ikut terlibat di dalamnya.

29. Angin bersiru kamilah tahu.
Telah mengerti atau telah arif, niat atau maksud seseorang telah berubah.

30. Angin sepoy membuaikan.
Orang pendiam biasanya menghanyutkan.

31. Angin tak dapat ditangkap, asam tak dapat digenggam.
Keanehan yang tidak dapat selalu disembunyikan, kelak akan ketahuan juga.

32. Angin tak dapat ditutupi, asap tak dapat digenggam.
Kabar yang ganjil tak dapat dirahasiakan.

33. Angkat tangan hendak lari.
Orang yang lari dari masalah atau tanggung jawab.

34. Angkuh terbawa, tampan tinggal.
Baik dalam rupa, tapi buruk hatinya.

35. Angus tiada berapi, karam tiadak berair.
Kesusahan yang datang terus-menerus, atau musibah yang datang secara berurutan.

36. Anjang diberi makan nasi, bila akan kenyang.
Perbuatan baik yang sia-sia terhadap orang jahat.

37. Anjing ditepuk menjungkit ekor.
Dikatakan kepada orang yang tak berbudi, bila dihormati malah tambah sombong.

38. Anjing galak, babi berani.
Galak sama galak, berani sama berani.

39. Anjing gonggong bangkai.
Dikatakan kepada orang yang sedang gusar hatinya.

40. Anjing itu jika dipukuli sekali pun, berulang juga dia ke tempat yang banyak tulang.
Walaupun beberapa kali dihukum, dasar jahat, tetapi tetap saja mengulangi kejahatannya.

41. Anjing itu meskipun dirantai dengan rantai emas bertahtakan manikam, jika ia lepas kembali juga ia ke tempat najis.
Susahnya mengubah tabiat yang jahat menjadi tabiat yang baik.

42. Anjing menggonggong kafilah tetaplah berlalu.
Tidak menghiraukan rintangan, pokoknya jalan terus.

43. Anjing mengulangi bangkai.
Dikatakan kepada seorang laki-laki yang mengulangi perbuatan yang tidak senonoh.

44. Anjing menggonggong, di tengah bulan bulan purnama.
Sesuatu yang jelas-jelas tandanya.

45. Anjing menyalak di ekor gajah.
Kiasan bagi orang hina yang melawan orang berkuasa.

46. Anjing menyalak takkan menggigit.
Ancaman yang diutarakan terlebih dahulu, dengan demikian berkurang bahayanya.

47. Anjur surut bak bertanam.
Pekerjaanyang dilakukan dengan siasat, tidak selalu dengan maju tapi dengan mundur pun dilakukan.

48. Antah berkumpul sama antah, beras berkumpul sama beras.
Mencari teman sebaiknya yang sederajat agar lebih mudah bergaul.

49. Antan patah, lesung hilang.
Tertimpa kemalangan yang terus-menerus, atau bencana ganda.

50. Apa boleh buat, nasi sedap menjadi tawar.
Hati yang rusak dapat mengubah perangai.