Eksperimen Membakar dengan Kaca Pembesar (Lup), Percobaan Sains Sederhana Kelas 3 SD Tema 6 Semester 2

Kamis, 13 Februari 2020


Pembelajaran IPA, apalagi untuk siswa SD, yang terbaik adalah pembelajaran yang kongkret, sehingga akan lama diingat atau direkam dalam memori otak pengetahuan mereka.

Pembelajaran kongkret yang menghadirkan objek yang bisa diamati secara langsung; yang melibatkan anak-anak untuk langsung melakukan praktik, tentu akan lebih baik dan berkesan bagi siswa daripada sekedar membaca dan mendengarkan penjelasan guru sambil mengawang-awang saja.

Untuk itulah, hari ini saya mengajak anak-anak kelas 3A untuk melalukan percobaan sains sederhana sesuai dengan tema yang kami pelajari, yaitu tema 6 (Energi dan Perubahannya) Subtema 2 (Perubahan Energi).

Saya sudah menyiapkan sebuah lup/kaca pembesar, korek api batang, tisu, kertas, dan daun kering. Eksperimen yang hendak kami amati adalah membakar benda dengan menggunakan kaca pembesar yang lensa cembungnya memiliki sifat mengumpulkan sinar dan panas matahari menjadi satu titik fokus. Sinar matahari yang terkumpul menjadi satu titik fokus itulah yang akan membakar benda.


Baca Juga: Pengamatan Sederhana Pertumbuhan Kacang Hijau


Sebelum melakukan pengamatan, tidak lupa saya meminta anak-anak untuk membuat format laporan berupa lembar dan tabel pengamatan.

Lembar dan Tabel pengamatan tersebut memuat beberapa poin, seperti:

  1. Judul Pengamatan: Percobaan Membakar Benda dengan Menggunakan Kaca Pembesar
  2. Tujuan Pengamatan: Membuktikan matahari sebagai sumber energi panas
  3. Hari/Tanggal: Kamis, 13 Februari 2020
  4. Waktu Pengamatan: pukul 08.15 - 09.00
  5. Tempat Pengamatan: Teater Arena PAUD Labschool Unnes
  6. Objek Pengamatan: Tisu, Kertas, Batang korek api, dan daun kering yang dibakar dengan kaca pembesar
  7. Hasil Pengamatan
  8. Kesimpulan
Berikut ini adalah video kegiatan kami,, saya unggah di channel youtube "Rifan Fajrin".



Di akhir kegiatan, saya bertanya kepada beberapa anak tentang bagaimana perasaannya setelah melakukan praktik tersebut. Kebanyakan anak memang menjawab senang sekali. 

Tapi ada juga anak yang menjawab begini, "Pak, lebih seru lagi kalau kita tidak cuma membakar kertas dan dedaunan kering. Kita bakar sekolah pasti keren!"

Saya tahu itu jawaban ngawur dan bermaksud bercanda, tapi mau tidak mau saya harus mengelus dada saya sendiri dan geleng-geleng kepala. Saya membatin, "Jiaaaa, wiiss wis."  >.<

Semoga anak-anak senang dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari kegiatan ini. Amin.