Bapak B.J. Habibie Wafat

11 September 2019

Indonesia berduka. Seorang bapak bangsa, bapak demokrasi, salah satu putra terbaik bangsa, Bapak Baharuddin Jusuf Habibie wafat. Selepas magrib tadi. 

Bendera merah putih yang rasanya baru kemarin kami turunkan, kini kami naikkan kembali. Hanya setengah tiang, sebagai tanda berkabung dan berduka. Kami mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari ke depan, 12 - 14 September 2019.

www.rifanfajrin.com
B. J. Habibie muda - sumber gambar idntimes.


BACA JUGA: Mohammad Hatta - Hikayat Cinta dan Kemerdekaan


Bicara tentang Bapak Habibie, ingatan saya melayang ke masa-masa saya duduk di bangku sekolah dasar.

Waktu itu terpatri di benak kami, orang yang cerdas adalah orang yang seperti Habibie. Mirip dengan lirik lagu Oemar Bakri milik Iwan Fals. Dan dalam deretan nama menteri-menteri Presiden Soeharto, kami saling berebut dengan teman, untuk memilih Habibie sebagai menteri favorit.

"Menteri yang paling kamu suka siapa? Aku Pak Habibie."

Dan kalau teman menjawab nama yang sama, kami bilang, "Aku dulu. Aku dulu yang suka Habibie. Kamu cari yang lain!" Begitu.

Kekaguman kami pada Pak Habibie, tentu karena beliau mampu membuat pesawat terbang.Pesawat N250 Gatot Kaca, yang dulu pada tahun 1995 kami tak tahu namanya, adalah bukti kejeniusan beliau.

Tak lama kemudian, kami tahu beliau menjabat sebagai wakil presiden. Dan beberapa saat kemudian, setelah peristiwa reformasi, beliau pun menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia menggantikan Pak Soeharto yang meletakkan jabatannya.

Fakta apa yang kemudian kami dapatkan? Timor-Timur (Timor Leste) lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui referendum. Dan Bapak Habibie yang menjadi Presiden Republik Indonesia. Barangkali peristiwa bersejarah itulah yang menyebabkan pertanggungjawaban beliau sebagai presiden tertolak oleh MPR. 

Jadilah sejarah. Bapak BJ Habibie menjadi Presiden Republik Indonesia dengan masa jabatan yang tersingkat. Hanya 1 tahun 5 bulan. Dari 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Setelah masa-masa itu, tak banyak berita yang saya ikuti dari beliau. Hingga pada 22 Mei 2010, Ibu Hasri Ainun Besari (Hasri Ainun Habibie) wafat di Muenchen, Jerman. Apa yang melekat di benak kami selanjutnya adalah, kisah cinta yang dahsyat Habibie - Ainun.

Begitu mengesankannya cinta sejati mereka. Sehingga muncullah Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari, memerankan kisah tersebut.

Pak Habibie adalah sosok ideal, yang mengajarkan kita akan pentingnya ilmu pengetahuan, cinta, dan kesetiaan.

Selamat jalan, Bapak Habibie. Engkau kini telah kembali, berada di alam yang sama dengan Ibu Ainun.

Baca Juga: Sejarah Ki Hajar Dewantara - Bapak Pendidikan Indonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel