CONTOH ABSTRAK TESIS PENDIDIKAN KIMIA

Baik itu skripsi, tugas akhir, maupun tesis, selalu memuat abstrak di halaman awal. Apa itu abstrak?
Abstrak adalah ikhtisar singkat atau uraian singkat tetapi lengkap, dari sebuah karya tulis (skripsi, tesis, dan lain-lain). Absrak memuat permasalahan, tujuan, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan. Dari segi bahasa, abstrak ditulis menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, panjangnya tidak lebih dari 300 kata dan dilengkapi dengan--paling tidak--3 kata kunci (keywords) utama. Panjang sebuah abstrak juga tak lebih dari 3 paragraf.

Lalu apa manfaat abstrak? Kegunaannya adalah untuk memudahkan pembaca mengetahui isi karya tulis dengan cepat/sekilas. Dengan mengetahui sekilas isi abstrak tersebut, pembaca dapat mengambil keputusan, apakah ia akan lanjut membaca, atau tidak melanjutkan membaca.

Berikut ini adalah contoh abstrak tesis untuk Pendidikan Kimia. Semoga bermanfaat.

Ilustrasi: Foto oleh Dominika Roseclay dari Pexels

Analisis Pemahaman Konseptual dan Algoritmik Materi Stoikiometri Gas Melalui Tes Pilihan Ganda dan Tes Essay pada Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Al Khairaat Tolitoli Serta Upaya Perbaikannya Menggunakan Pendekatan Mikroskopis-Simbolik


Dyah Metianing

Abstrak

Konsep kimia tersaji dalam tiga kategori representasi, yaitu makroskopis, mikroskopis, dan simbolik. Dari ketiga tingkatan tersebut, hanya tingkat makroskopis saja yang dapat diinderai. Sebagian besar materi kimia yang diajarkan di sekolah tersaji dalam tingkatan simbolik. Siswa yang pemahamannya masih bersandar pada pengalaman panca indera cenderung mengalami kesulitan dalam memahami konsep kimia yang tersaji pada tingkatan mikroskopis dan simbolik, sehingga rawan terjadi kesalahan pemahaman. Pemahaman tentang konsep kimia dibedakan atas pemahaman konseptual dan pemahaman algoritmik. Pemahaman konseptual merupakan dasar bagi pemahaman algoritmik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konseptual siswa cenderung tertinggal dibandingkan pemahaman algoritmiknya. Banyak siswa dapat memecahkan masalah algoritmik tanpa memahami konsep dasarnya. Perbaikan pemahaman konseptual siswa menggunakan pendekatan mikroskois-simbolik akan membuat pemahaman siswa pada konsep kimia menjadi utuh, yaitu siswa mampu memahami konsep kimia secara konseptual maupun algoritmik. Tingkat pemahaman konseptual dan algoritmik siswa dapat dianalisis melalui tes dengan berbagai bentuk, diantaranya adalah bentuk pilihan ganda dan esai. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat pemahaman konseptual dan algoritmik siswa pada materi stoikiometri gas; (2) mengetahui bentuk kesalahan pemahaman yang dialami siswa pada materi stoikiometri gas; (3) mengetahui keefektifan pendekatan mikroskopis-simbolik sebagai upaya memperbaiki pemahaman siswa pada materi stoikiometri gas; dan (4) mengetahui keefektifan tes pilihan ganda dibandingkan dengan tes esai untuk menganalisis pemahaman siswa pada materi stoikiometri gas.

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan rancangan eksperimental semu. Rancangan deskriptif digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman konseptual dan algoritmik siswa pada materi stoikiometri gas, bentuk kesalahan pemahaman yang dialami siswa pada materi stoikiometri gas, dan keefektifan tes pilihan ganda dibandingkan dengan tes esai dalam mengidentifikasi pemahaman siswa pada materi stoikiometri gas. Rancangan eksperimental semu digunakan untuk mengetahui keefektifan pendekatan mikroskopis-simbolik sebagai upaya memperbaiki pemahaman siswa pada materi stoikiometri gas. Subyek penelitian adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah Al Khairaat Tolitoli tahun ajaran 2006/2007 yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen yang masing-masing terdiri dari 40 siswa. Pada kelas eksperimen diberikan perbaikan pemahaman materi stoikiometri gas dengan menggunakan pendekatan mikroskopis-simbolik, sedangkan pada kelas kontrol diberikan perbaikan pemahaman materi stoikiometri gas dengan menggunakan pendekatan simbolik. Pemahaman siswa diukur dengan tes pilihan ganda yang terdiri dari 24 item dan tes esai yang terdiri dari 16 item. Dari uji coba instrumen tes diketahui reliabilitas tes, dihitung dengan model Alpha Cronbach SPSS 12.0 for Windows adalah 0.85 untuk tes pilihan ganda dan 0.85 untuk tes essay, serta validitas isi adalah 89.6% untuk tes pilihan ganda dan 96.9% untuk tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji statistik anakova. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pemahaman konseptual dan algoritmik siswa pada materi stoikiometri gas tergolong sangat rendah. Pemahaman konseptual siswa cenderung tertinggal dibandingkan pemahaman algoritmiknya; (2) Kesalahan pemahaman yang terjadi pada siswa pada materi stoikiometri gas adalah: (a) siswa beranggapan bahwa penentuan volume, jumlah partikel, dan jumlah mol gas sebelum dan sesudah reaksi adalah dengan cara menghitung banyaknya jenis gas sebelum dan sesudah reaksi, tidak dengan perbandingan koefisien reaksi; (b) siswa beranggapan bahwa volume, jumlah partikel, dan jumlah mol gas-gas yang terlibat dalam suatu reaksi selalu sama; (c) siswa beranggapan bahwa volume dan jumlah partikel gas sebelum dan sesudah reaksi selalu tetap; (d) siswa beranggapan bahwa yang menjadi pereaksi pembatas adalah zat yang mempunyai jumlah molekul lebih sedikit, tanpa memperhatikan koefisien reaksi; (e) siswa beranggapan bahwa yang menjadi pereaksi pembatas adalah zat yang mempunyai koefisien reaksi lebih kecil, tanpa memperhatikan jumlah mol awal pereaksi; (3) Pendekatan mikroskopis-simbolik lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan simbolik dalam upaya memperbaiki pemahaman siswa pada materi stoikiometri gas; (4) Tes essay lebih tepat digunakan untuk mengidentifikasi pemahaman siswa pada materi stoikiometri gas dibandingkan tes pilihan ganda.

Kata kunci: pemahaman, konseptual, algoritmik, tes pilihan ganda, tes esai
close