MEMPERKIRAKAN CUACA DENGAN PERILAKU HEWAN

Cuaca seringkali berubah-ubah. Cuaca bahkan bisa berubah dengan cepat. Pagi hari kelihatannya cerah, namun siang hari tiba-tiba berubah menjadi mendung dan hujan deras.

Cuaca bisa diprediksi atau diperkirakan. Kita bisa tahu perkiraan cuaca yang terjadi di suatu tempat dari siaran yang dikeluarkan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). Bisa juga kita simak prakiraan cuaca dari berita pagi di televisi. Sehingga kita bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi cuaca yang mungkin terjadi di tengah-tengah akitivitas kita.

Selain menyimak perkiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG dan siaran cuaca di TV, kita bisa juga memperkirakan cuaca yang akan terjadi dengan melakukan pengamatan terhadap awan dan perilaku hewan. 

Bila kita melihat langit tanpa awan, atau melihat langit terdapat awan berbentuk serat (dinamakan awan cirrus), hal itu menandakan tidak akan terjadi hujan. Bila awan berbentuk gumpalan (awan cumulus) atau gumpalan awan hitam (awan cumulunimbus) maka akan ada kemungkinan untuk terjadi hujan deras. Dan sebagainya.

Demikian juga dengan perilaku hewan. Hewan adalah makhluk yang peka terhadap perubahan cuaca di sekitarnya, mungkin lebih peka dibandingkan manusia. Hewan seringkali merasakan perubahan suhu, angin, dan lain-lain, yang berhubungan dengan perubahan cuaca. Perilaku hewan inilah yang bisa kita cermati sebagai pertanda akan cuaca yang akan terjadi.

Berikut ini adalah beberapa perilaku hewan yang berkaitan dengan cuaca.



1. Katak yang "bernyanyi"

Biasanya katak yang bersuara nyaring menandakan bahwa akan terjadi hujan yang cukup lama.

Karena kebiasaan tersebut, bahkan seringkali katak yang "bernyanyi" dengan suara nyaring ini dikira sedang "memanggil hujan". Padahal itu hanyalah reaksi perilaku katak terhadap cuaca yang mungkin segera terjadi, yaitu hujan yang cukup lama.


2. Kawanan Domba yang berkumpul

Perilaku domba di padang juga bisa kita lihat sebagai penanda cuaca. Bila akan terjadi badai, biasanya secara naluriah domba-domba itu akan berkumpul dan saling melindungi.

Jadi, bila kita melihat domba yang berkumpul dan seolah saling melindungi satu sama lain, bisa jadi akan segera terjadi badai.

Terjadinya badai juga bisa kita lihat dari perilaku sapi yang banyak bergerak dan banyak makan.


3. Kupu-Kupu tak lagi terbang di taman

Perilaku kupu-kupu terkadang juga menandakan cuaca yang akan terjadi. Kupu-kupu yang terbang dengan riang di taman, menandakan cuaca akan cerah dan tenang.

Namun, apabila kupu-kupu tak lagi terbang di taman, biasanya akan disusul dengan angin kencang.


4. Burung-Burung yang terbang

Perilaku hewan lainnya yang menandakan cuaca adalah burung.

Bila burung terbang bebas tinggi di angkasa, hal itu menandakan bahwa cuaca akan cerah dan sangat baik.

Akan tetapi sebaliknya, apabila burung-burung terbang merendah, kemungkinan cuaca yang akan terjadi adalah cuaca buruk. Burung-burung terbang merendah menandakan bahwa di langit yang tinggi sudah terjadi perubahan suhu yang cepat.

BACA JUGA: MANFAAT HEWAN UNTUK KEHIDUPAN MANUSIA
Catatan tambahan:
Selain peka terhadap perubahan cuaca, seringkali perilaku hewan juga menunjukkan gejala alam yang mungkin terjadi. Misalnya hewan-hewan yang turun gunung menandakan akan terjadi letusan gunung berapi, dan sebagainya.

Demikian catatan kecil ini tentang perilaku hewan yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Semoga bermanfaat. Selamat belajar!

8 Responses to "MEMPERKIRAKAN CUACA DENGAN PERILAKU HEWAN"

  1. Oh, betul saja kalau begitu adanya, mas.. , waktu aku ke taman bunga banyak banget ada kawanan kupu-kupu bermunculan dan saat itu memang cuaca terasa terik banget.
    Ternyata kupu-kupu juga peka terhadap cuaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mas...
      Mungkin selain beberapa hewan di atas, ada juga perilaku hewan lain yang belum kami tuliskan di sini.... kalu ada info mengenai hal tserbut, boleh dibagikan ke sini, Mas. Hehehe

      :D

      Hapus
    2. Kebetulan mas Rifan tanya tentang info hewan apa lagi yang peka terhadap cuaca, nih ...
      Seingatku hewan kera atau monyet.
      Beberapakali yang aku dengar beritanya, kawanan kera di Kaliurang seringkali turun ke perkampungan warga kalau aktifitas gunung Merapi nunjukkin gejala erupsi.

      Hapus
    3. Jooooss.. mkasih Mas. untuk tambahan informasinya...

      dalam keterangan yang lain, ada juga perilaku hewan misalnya ayam berkokok waktu dini hari itu sebagai tanda bahwa dia melihat malaikat. sedangkan anjing yang menyalak keras-keras di malam hari disebabkan karena dia melihat setaaan.. ihihihi....

      Hapus
    4. Toss joss gandos, eh# kok pakai gandos segalaa ... hahaha ...
      Dimakan aja yuuk gandosnya :D

      Iya, betul banyak yang bilang kalo anjing melolong panjang itu pertanda lihat lelembut ...
      Sereeem !.

      O, iya mas .. , apakah mas Rifan belum ada keinginan untuk mengubah setting dari G+ ke profil Blogger ?.
      Khawatirnya artikel yang sudah dibuat ikut ngilang kalau tidak segera diubah ke Blogger sebelum G+ resmi ditutup nanti.

      Hapus
    5. Saya belum kepikiran untuk mengubah setting G+ ke profil blogger, Mas Himawan.
      Sementara saya masih menunggu apa yang akn terjadi nanti... yang dikuatirkan teman-teman adalah nanti banyak broken link di blog akibat dari menghilangnya G+.

      Jujur saja, saya belum memikirkan bagaimana selanjutnya mas. Hehehe.

      Hapus
  2. eh ya bener juga sih pak, tp aku jarang memperhatikan, padahal perlu juga ya buat peka ke lingkungan sekitar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Kita bisa belajar lebih banyak dengan bertanya kepada orang-orang tua kita... pasti banyak hal yang beliau-beliau ceritakan. :D

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel