Membuat Ombrometer Alat Pengukur Curah Hujan Sederhana oleh Siswa Kelas 3 SD Labschool Unnes

Melanjutkan materi Tema 5 SubTema 1 semester 2 tentang cuaca, hari ini siswa-siswi kelas 3A SD Labschool Unnes saya ajak untuk membuat ombrometer sederhana.

Apa itu ombrometer? Ombrometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan. Kebetulan pada bulan Januari ini, hujan sering kali turun.

Mengapa kami katakan ombrometer sederhana? Sebab, bahan dan alat yang kami gunakan adalah bahan bekas dan alatnya pun mudah kita jumpai.



ALAT DAN BAHAN UNTUK MEMBUAT OMBROMETER

Adapun alat-alat dan bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk membuat ombometer adalah sebagai berikut:

1. Botol air minum bekas ukuran besar (1,5 Liter)
2. Gunting, pisau, atau cutter
3. Spidol permanen marker
4. Isolasi bening
5. Penggaris mika bening


LANGKAH-LANGKAH/CARA MEMBUAT OMBROMETER

Cara membuat ombrometer sederhana sangatlah mudah. Hanya 2 langkah saja sebagai berikut ini:

1. Potong Bagian Atas Botol

Langkah yang pertama adalah kita harus memotong bagian atas botol. Gunakanlah pisau, gunting, atau cutter untuk memotongnya.

Berhati-hatilah saat memotong, jangan sampai tangan kita terluka.

Bila hasil potongan ternyata tidak cukup rapi (tidak rata), rapikanlah dengan hati-hati menggunakan gunting.

Kemudian bagian atas tersebut kita pasang kembali dengan posisi terbalik sehingga membentuk semacam corong.

Untuk memasang corong tersebut, kita bisa menggunakan isolasi.


Mirza memotong bagian atas botol dan memasangnya dengan posisi terbalik

2. Berilah alat ukur pada botol

Langkah selanjutnya adalah memasang alat ukur pada botol yang telah dipotong tadi.

Kita bisa langsung menempelkan penggaris mika di botol dengan menggunakan isolasi bening. Pastikan penggaris terpasang secara vertikal, dengan posisi angka 0 di bagian bawah botol.

Vian Memasang penggaris secara vertikal pada botol
Bila mengalami kesulitan dalam memasang pengaris, lakukan kerjasama dengan teman sebangkumu. 

Ikhsan dan Ghany Memasang Penggaris pada botol
Memasang penggaris secara langsung pada botol adalah pilihan yang pertama. Cara lain untuk memberi penanda alat ukur pada botol adalah dengan menggunakan spidol permanent marker.

Kita ukur dulu botol dengan penggaris, kemudian tandai tiap centimeternya dengan spidol marker. Dengan menggunakan spidol marker, tanda yang kita buat tidak akan luntur atau hilang bila terkena air hujan.

Dito memberi tanda dengan menggunakan spidol
Daaan.... Ombrometer yang kita buat pun sudah jadi dan siap untuk digunakan! 

Kini saatnnya kita mencari tempat yang terbuka untuk menaruh ombrometer. Pastikan tempat tersebut tidak tertutup atap di atasnya, sehingga air hujan tidak terhalang untuk masuk ke dalam ombometer kita.

Mirza, Rheka, dan Aiko sudah selesai membuat ombrometer

MENARUH OMBROMETER DI TEMPAT TERBUKA

Sebelum anak-anak saya ajak keluar ruangan untuk memasang alat ukur curah hujan itu, saya buatkan tabel pengamatan terlebih dahulu.

Anak-anak saya minta untuk melakukan pengamatan terhadap curah hujan selama lebih kurang 5 (lima) hari.

Setelah selesai membuat tabel pengamatan, kini saatnya kita keluar ruangan.

Kami mencari tempat-tempat terbuka di sekitar sekolah kami untuk menaruh ombrometer.

Sebenarnya kita bisa saja menaruhnya di sekitar lapangan upacara sekolah, namun kami tidak yakin alat ukur curah hujan buatan kami ini akan "aman". 

Kami ingin memastikan bahwa ombrometer kami tetap berdiri, tetap tidak akan jatuh meski angin berhembus cukup kuat.

Akhirnya kami menemukan sebatang pohon yang baru saja dipotong. Beberapa anak pun kemudian menaruh ombrometernya di situ dengan cara mengisolasinya. hihihi.

Ataya, Inayah, Bita, dan Thania memasang alat ukur curah hujan di batang pohon

Beberapa anak yang lain menaruh ombrometernya di tiang lampu taman.

Ketika ada beberapa anak yang "tidak mendapat tempat" untuk menaruh ombrometer miliknya, pada akhirnya saya minta untuk membawa pulang ombrometernya. 

Bukan berarti mereka bebas tugas melakukan pengamatan. Saya meminta mereka untuk memasang alat pengukur curah hujan buatannya di sekitar rumah dan melakukan pengamatan.

Justru dengan sebagian melakukan pengamatan di sekolah, dan beberapa anak melakukan pengamatan di rumah, maka nantinya kita akan dapat hasil yang berbeda-beda. Kita akan dapat membandingkan curah hujan yang turun di sekitar sekolah kita dengan hujan yang turun di sekitar rumah mereka.

BACA JUGA: MEMBUAT ALAT PENYARING AIR SEDERHANA (FILTRASI AIR) dilengkapi dengan RPP pembelajaran

Demikian catatan singkat tentang kegiatan kami pada hari ini, yaitu Membuat Ombrometer Sederhana. Semoga bermanfaat.

6 Responses to "Membuat Ombrometer Alat Pengukur Curah Hujan Sederhana oleh Siswa Kelas 3 SD Labschool Unnes"

  1. wah kreatif sekali ya..menciptakan sebuah alat sederhana pengukur curah hujan..

    terus untuk mengetahui intensitas atau volume curah hujannya gimana ? karena saya baca penjelasan detilnya kagak ada..gimana itu mas ?

    BalasHapus
  2. Untuk anak-anak kami di sekolah, kami hanya membuat pengamatan sebarapa tinggi (dalam cm) air hujan yang masuk di alat ukur, Mas. Kami amati dari hari ke hari, berapa peningkatannya.

    Penjelasan lebih lanjut tentang curah hujan yang tinggi, sedang, atau rendah, kami belum sampai ke sana.
    Trims

    BalasHapus
  3. Kalau hujannya deres dan air tampung banyak, bagaimana cara ngukurnya pak guru?

    BalasHapus
  4. Digital Poin: pengamatan kami (kelas 3) masih sangat sederhana. Anak-anak saya minta untuk mencatat pengamatannya di tabel pengamatan, itu saja. Bila ternyata hujan turun sangat deras sehingga airnya tumpah melebihi botol yang mereka siapkan, maka tinggal tulis saja apa adanya. nanti akan kami buat kesimpulan, bahwa pada hari itu curah hujan tinggi. trims

    BalasHapus
  5. mantap caranya mengajar saya mau dong jadi siswa mas

    BalasHapus
  6. Waduh, mas Rusdi. Ini saya juga sedang belajar (untuk) mengajar.. hehehe

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel