Belajar Unsur-Unsur dalam Cerita (Tema 5 Sub Tema 1 Kelas 3 SD)

Hari ini pelajaran tema 5 sub tema 1 untuk kelas 3 sekolah dasar sampai pada unsur-unsur yang membangun sebuah cerita. Unsur dalam cerita ini biasa disebut juga engan unsur intrinsik cerita.

Secara umum, unsur-unsur yang membangun sebuah cerita (intrinsik) terdiri dari:
1. Tema
2. Tokoh
3. Latar
4. Alur, dan 
5. Amanat Cerita


"Anak-anak, materi ini biasanya muncul juga pada Ujian Nasional SD untuk kelas 6!" saya berkata kepada anak-anak.

"Lho, Pak. Berarti sulit, dong. Pelajaran untuk kelas enam kok diajarkan di kelas tiga!" sahut seorang siswa dengan nada protes.

Saya senyum aja. "Tentu saja materi yang kita pelajari tidak sesulit yang diujikan di kelas enam," jawab saya mencoba menenangkan. Dalam hati saya sedikit berbangga, apa iya saya sudah berhasil menarik minat siswa untuk belajar? Hihihi.

Kemudian saya berkata kepada anak-anak. "Untuk pelajaran kita hari ini, cukup kita belajar tentang tema, tokoh protagonis dan antagonis, latar waktu dan tempat, serta amanat. Yang lain-lain seperti latar suasana, alur di dalam cerita, lain kali saja!"

UNSUR-UNSUR CERITA

Beberapa saat kemudian, saya sedikit menjelaskan unsur-unsur cerita kepada anak-anak. Berikut ini yang kita pelajari hari ini.

1. TEMA

Tema bisa dibilang adalah inti cerita. Tema adalah ide pokok atau gagasan besar yang melandasi sebuah cerita. Contoh-contoh tema adalah: persahabatan, keluarga, kasih sayang, dan sebagainya.

"Contohnya, kalau kalian suka nonton film 'Tayo' di televisi, kira-kira apa tema film tersebut?"

"Kalau tidak salah, temanya adalah PERSAHABATAN."


2. TOKOH

Di dalam sebuah cerita, selalu ada yang namanya tokoh. Tokoh adalah pemeran, pelaku, atau pemain di dalam sebuah cerita.

"Tokoh bisa saja manusia, hewan, bahkan tumbuhan dan benda mati seperti matahari. Semuanya bisa saja menjadi tokoh di dalam sebuah cerita."

Untuk anak-anak kelas tiga, tadi saya hanya membagi tokoh menjadi dua, yaitu tokoh protagonis (tokoh yang baik hati) dan tokoh antagonis (tokoh jahat).


3. LATAR

Latar di dalam sebuah cerita ada dua, yaitu latar waktu dan latar tempat. 

Latar waktu, berati kapan waktu terjadinya cerita tersebut, misalnya pada zaman dahulu kala, pada siang hari, pagi, sore, malam, dan sebagainya.

Sedangkan latar tempat, adalah tempat dimana cerita itu dikisahkan. Misalnya adalah di sebuah kota, desa, di sebuah hutan atau rimba, di sekolah, dan sebagainya.

Adapun tentang latar suasana, pagi tadi belum saya jelaskan kepada siswa-siswi.


4. AMANAT

Unsur yang keempat adalah amanat. Apa itu amanat di dalam cerita? Yaitu pesan-pesan kebaikan yang hendak disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita. Pesan itu disampaikan kepada pembaca (kita semua).


5. ALUR

Pagi tadi saya belum menjelaskan tentang alur kepada anak-anak. Kapan-kapan ketika materi pelajaran mereka sudah sampai, akan saya sampaikan tentang apa itu alur. 

Alur adalah jalan cerita. Bisa juga dikatakan sebagai rentetan peristiwa yang disampaikan secara kronologis sehingga membentuk sebuah cerita.
BACA JUGA: Sekelumit Teori Cerita dan Cerita Anak

Nah, agar anak-anak lebih jelas dalam memahami unsur-unsur pembangun cerita, saya bacakan untuk mereka kisah "Kelinci dan si Raja Hutan".

Lebih kurang sinopsisnya adalah sebagai berikut:


SINOPSIS

Syahdan di sebuah hutan hiduplah sepasang kelinci yang tengah bersedih. Sebab, kini anaknya hanya tinggal satu, yaitu Cici Kelinci. Sebenarnya mereka memiliki 3 anak, akan tetapi dua anaknya telah tiada karena dimangsa oleh Singa si Raja Rimba sebagai persembahan.

Purnama telah tiba. Inilah saat Singa menagih persembahan kepada kelinci untuk dimangsanya. Cici Kelinci mencoba menenangkan Ayah dan Ibunya, dan dia mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan akal untuk lolos dari ancaman Singa.

Waktunya pun tiba. Sebelum dimangsa oleh Singa, Cici Kelinci memohon satu permintaan terakhir kepada Singa. Singa pun menyanggupinya. Cici Kelinci hanya meminta diambilkan bulan purnama. 

Ketika Singa hendak memetik bulan, tiba-tiba awan gelap datang. Cici kemudian berkata bahwa bulan bisa diambil di sebuah sumur tua. Singa dan Cici pun menuju ke sumur. Ketika Singa melongok, kebetulan saja awan gelap yang menutup bulan pun tersingkap. Sehingga, bayangan bulan purnama pun tampak di dalam sumur tersebut.

Tanpa pikir panjang, Singa segera melompat untuk mengambil rembulan permintaan Cici Kelinci. Cici Kelinci pun selamat dari terkaman Singa. Semua penduduk rimba pun bergembira, termasuk Ayah dan Ibu kelinci.


UNSUR-UNSUR INTRINSIK DALAM CERITA "CICI KELINCI DAN SI RAJA HUTAN"

TEMA
"Keberanian dan Kecerdikan akan mengalahkan Kejahatan"

TOKOH
Tokoh Protagonis : CICI Kelinci
Tokoh Antagonis : Singa si Raja Rimba
Tokoh lain: Ayah dan Ibu Kelinci, serta warga hutan

LATAR
Tempat : di hutan
Waktu : Pada saat bulan purnama

AMANAT
1. Kita tidak boleh berbuat semena-mena terhadap sesama yang lebih lemah
2. Kita harus bisa memanfaatkan kepandaian
3. Kita harus berani melawan kejahatan
4. dan lain-lain

Alhamdulillah. Dalam pelajaran tadi, siswa-siswi merasa cukup mudah untuk memahami unsur-unsur di dalam sebuah cerita.

9 Responses to "Belajar Unsur-Unsur dalam Cerita (Tema 5 Sub Tema 1 Kelas 3 SD)"

  1. Sewaktu kecil semasa SD saya sering bahkan suka banget dengan dongeng dongeng yang didalamnya mengandung pelajaran Mas,

    Seperti kisah Si kelinci mengalahkan sekumpulan buaya.

    ada lagi Si Cerdik kelinci vs Singa raja Rimba...dan banyak lagi cerita cerita menarik termasuk cerita dalam post ini

    BalasHapus
  2. Betul Mas. Dongeng memberikan pelajaran kepada kita, sepanjang masa. meski zaman sudah berubah, nilai kebaikan di dalamnya tetap tidak berubah dan sesuai hingga kapan pun.

    BalasHapus
  3. wah bisa belajar banyak nich cara membuat cerita yang menarik, terima kasih informasinya

    BalasHapus
  4. Ya betulkan si Cici Kelinci memang banyak akalnya, lihat tuh permintaan Cici Kelinci meminta diambilkan bulan purnama di sumur tua.

    saat Singa si Raja Rimba terjun ke sumur mengambil bulan purnama, itu sama saja Cici Kelinci menyuruh si Raja Rimba bunuh diri, akhirnya Cici Kelinci selamat deh nggak jadi dimangsa oleh Singa si Raja Rimba

    BalasHapus
  5. Rompis Lovers TV: terima kasih.. Semoga bermanfaatt...

    BalasHapus
  6. Suatu ilmu pelajaran disisipi cerita dongeng terbukti ampuh mudah diterima oleh para siswa.
    Ini mengingatkanku masa kecil sekolahku dulu, kalau aku terasa sulit mencerna suatu pelajaran, mamaku punya inisiatif mencari lalu mengunting gambar2 hewan utk bahan pelajaranku :)

    BalasHapus
  7. Wah cara yang keren dan bisa dipraktikkan nihh untuk anak-anak kami di sekolah... :)

    BalasHapus
  8. Ohh, ternyata cerita pengalamanku diajari oleh mamaku gunain tokoh hewan untuk mata pelajaran yang dirasa sulit buatku saat itu ... menginspirasi mas Rifan.

    Ikut senang rasanya, juga sekaligus malu hehehe ...

    Dulu waktu SD kalau aku kesulitan ngikutin pelajaran matematika aku sering nangis loh .., pake jurus nangis tepatnya sih ... hahaha ..

    BalasHapus
  9. Hahahaaa.... kalu anak sudah nangis, orang tua kadang suka "menyerah"... nggak tega.. hihihi

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel