Menulis Sifat Baik Teman

www.rifanfajrin.com

Hari ini saya masuk kelas enam untuk persiapan materi ujian nasional bahasa Indonesia. Materi pelajaran untuk hari ini adalah Cerita Anak.

Jadi dalam SKL (Standar Kompetensi Lulusan) untuk bahasa Indonesia, untuk cerita anak ada beberapa tujuan antara lain:
  • menjawab pertanyaan sesuai isi cerita dengan kata tanya: mengapa, dan bagaimana.
  • menentukan watak tokoh cerita
  • menentukan amanat cerita
  • menentukan latar cerita
  • menentukan tema cerita
  • menentukan keteladanan tokoh cerita
  • memprediksi kejadian berkaitan dengan isi cerita
  • menentukan nilai moral positif dalam cerita
  • menentukan kesimpulan isi cerita.
Materi-materi tersebut saya jelaskan dari pagi hingga siang kepada anak-anak. Dari teori hingga contoh soal dalam naskah ujian nasional. Anak-anak sepertinya cukup memahami apa yang saya sampaikan.

Namun, untuk post kali ini saya tidak sedang menyampaikan materi-materi di atas. Melainkan sebuah permainan, seru-seruan bersama anak-anak, sekaligus belajar mendeskripsikan tokoh, dan menuliskan wataknya.

Permainannya seperti ini:

Pertama-tama saya bikin undian, untuk menentukan siapakah teman kita yang hendak kita tulis. 

Bagaimana kalau pada saat diundi ternyata kita mendapatkan "diri sendiri" untuk ditulis? Tidak masalah, saya bilang. Tulis, deskripsikan dirimu lengkap dengan watak-watak kebaikanmu!

Permaian siang ini, kebetulan Umbu Gilbert mendapat undian untuk menuliskan dirinya sendiri.

Dua, saya menghendaki siswa untuk menuliskan watak baik temannya, bukan watak buruk temannya. 

Kalau pun mereka hendak menuliskan watak buruk temannya, silakan saja, asal diakhiri dengan kebaikan-kebaikannya. Bukan sebaliknya.

Misalnya: Dia sangat cerewet dan suka berwajah masam. Tetapi sebenarnya dia sangat perhatian. (Kebaikan menutupi kekurangan)

Sebagian hasilnya adalah seperti tulisan-tulisan berikut ini.

===================================

Naufal Syuja Abyta Hasan
Oleh Sakya

Orangnya sayang dengan adiknya. Dia baik dan terkadang perhatian kepada orang lain. Opay orangnya juga sangat tanggung jawab bila meminjam barang. Ya agak pinter sih.

***

Adeffa Rasendriya 
oleh Gildas

Adeffa menurut saya lumayan baik hati dan peduli. Tapi ada juga sifat kejelekannya. Dia lumayan ramah dan pengertian kepada orang lain. Dia dulunya banyak disukai orang.

***

Rere
Oleh Adeffa Rasendriya

Dia berambut panjang dan gigi yang gingsul. Dia pendiam dan tak suka bicara. Dia berkulit putih dan pintar. Dia lebih tinggi dariku.
Dia pendiam, pintar, dan selalu membawa bekal.

***

Dinda Anggun Rahmayanti
oleh Rere

Dinda orangnya baik dan suka menghibur. Badannya tinggi, mukanya cantik dan pipinya lucu. Dia sedikit gemuk, dan dia suka menolong.





Demikianlah. Tidak semuanya saya tampilkan di sini.

Sekali lagi, tulisan-tulisan di atas mungkin tidak sempurnya dikatakan sebagai deskripsi tokoh lengkap dengan wataknya. Karena memang tujuan awalnya adalah untuk refresh, seru-seruan saja setelah anak-anak selesai belajar mengenai unsur-unsur intrinsik cerita di atas. 

Semoga ada manfaatnya.

10 Responses to "Menulis Sifat Baik Teman"

  1. Menulis sifat baik apaakah sebuah sifat dapat di tuliskann pertanyaan yangsampai saat ini belum bisa saya jawab

    BalasHapus
  2. Terimakasi kawan telah menginfirasi menulis kawan yang baik-baiknya boleh pasti bikin orang yang ditulis seneng hatinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mas Warman. Menyenangkan hati orang lain itu ternyata membuat diri sendiri juga bahagia. :)

      terima kasih.

      Hapus
  3. Cara ini juga bagus loh untuk mengetes kejujuran si anak. Gak perlu ada yang ditutup-tutupi bukan?? Asal jangan ada dendam aja ya mas, ntar malah nulisnya yang aneh-aneh... Mereka juga belajar mendiskripsikan atas apa yang telah mereka lihat, apalagi temannya sendiri, pasti bisa dong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas Hendra.
      itu juga sekaligus memberikan apresiasi terhadap kebaikan teman, meski sekecil apapun kebaikan tersebut. :D

      terima kasih

      Hapus
  4. Biasanya apa yang di tuangkan oleh anak anak itu sebuah kejujuran yang apa adanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Adi Stia.

      kami sebagai guru, ternyata justru yang lebih banyak belajar dari mereka tentang kejujuran. :D

      Hapus
  5. Test kejujuran ni mah,, saya yg dewasa di tanya begini, pasti bnyk baper jawabnya , hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... kadang yang kita tulis bukanlah yang sebenarnya kita rasakan. Bilang menyukai sifatnya, padahal sesungguhnya benci. :D

      Hapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel