Resensi Buku Dongeng Anak - Tommy Ikan yang Tidak Bisa Berenang

Resensi Buku oleh siswa kelas VI SD Labschool Unnes Semarang

1. Raga Surya Saputro
2. Fattan Nabeel
3. Indera Kresna Hadinata
4. Davin Jusuf

Tommy Ikan yang Lupa Cara Berenang


Identitas Buku 

Judul Buku : Tommy Ikan yang Tidak Bisa Berenang
Penulis : Farodillah
Editor : Mujiana A Kadir dan Antonius Bowo Wasono
Artistik : Stefanus Y.A. Djoh
Desain : Sukriyadi
Penerbit : Gradasi dan Tinta Institute
Tahun terbit : 2005

"Kita tidak bisa hidup di alam yang tidak sesuai dengan takdir-Nya. Tommy, ikan yang dilatih hidup di darat tidak bisa menghindari lubang dan mati tercebur ke sungai."

Cerita ini berkisah tentang seorang Indian yang memiliki hobi agak nyeleneh. Biasanya orang Indian suka memelihara kuda atau anjing,tapi Indian yang satu ini malah memelihara seekor ikan mas kecil yang dia beri nama Tommy.

Indian itu sangat senang dan sayang pada ikannya itu. Ia memasukkan ikannya ke dalam akuarium kecil dan mengganti airnya setiap hari agar ikan tersebut tidak mati. Awalnya sih, karena dia senang dengan ikannya itu, dia mengganti air akuarium dengan senang hati. Tapi selang beberapa waktu kemudian, rupanya si Indian bisa bosan juga.

Si Indian bosan kalau harus mengganti air akuarium itu setiap harinya. Lama-lama dia capek. Tapi kalau airnya tidak diganti, ikannya bisa mati. Si Indian merasa bingung dan dia berpikir keras mencari solusi persoalannya itu.

Akhirnya si India pun mendapat ide cemerlang. Dia ingin melatih ikannya agar bisa hidup keluar dari air, alias bisa hidup di daratan. Mula-mula dia mengeluarkan ikannya dan meletakkannya di tanah selama satu menit, dua menit, lima menit, dan seterusnya. Hingga pada suatu hari, Tommy si ikan itu sudah terbiasa hidup di daratan, bahkan dia tidak mati walaupun berada di daratan pada saat cuaca sedang panas terik.

Si Indian gembira bukan kepalang. Dia pun semakin menyayangi Tommy, ikan kecilnya yang ajaib itu. Bahkan, ketika suatu hari ada beberapa orang Indian yang ingin membeli ikannya itu dengan harga mahal, si Indian tetap tidak mau menjual Tommy. Tommy selalu mengikuti ke mana pun si Indian pergi.

Suatu hari si Indian berjalan-jalan bersama Tommy.  Dia mendapati sebuah jembatan yang hampir roboh. Banyak lubang di atas jembatan itu. Namun si Indian merasa jembatan itu masih cukup kuat untuk dilewatinya bersama Tommy. Si Indian pun melewati jembatan tersebut dan berhasil sampai ke seberang. Namun, dia terkejut ketika menyadari Tommy tidak ada di belakangnya, padahal biasanya Tommy selalu mengikutinya.

Si Indian pun berbalik. Dan si Indian tambah terkejut bercampur sedih ketika melihat ke bawah. Dia melihat Tommy terapung di atas sungai dengan perut yang menggelembung. Si Indian baru menyadari bahwa Tommy rupanya tidak bisa menghindari lubang dan jatuh ke sungai. Karena Tommy telah terbiasa hidup di daratan, ia lupa bagaimana caranya hidup di air. Tommy lupa cara berenang dan itu menyebabkan dia mati tercebur sungai.

Si Indian pun menyesal telah memperlakukan Tommy, ikan kesayangannya itu tidak sebagaimana mestinya. namun, penyesalan kini sudah tiada berguna, tidak bisa membuat Tommy hidup kembali.

rifanfajrin.com
close