Belajar Sehari Menjadi Petani ~ Field Trip SD Labschool Unnes di Desa Wisata Kandri Semarang


Belajar Sehari Menjadi Petani ~ Field Trip SD Labschool Unnes di Desa Wisata Kandri Semarang

Indonesia dikenal sebagai Negara agraris karena memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan sebagian penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani atau bercocok tanam. Para petani itu bekerja menghasilkan padi yang kemudian diolah menjadi nasi sebagai makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia.

Namun, bagi masyarakat perkotaan, terutama anak-anak, tidak sedikit dari mereka yang tahu bagaimana kehidupan dan proses kerja para petani. Padahal petani itulah yang telah berjasa menghasilkan beras dan tanaman-tanaman pokok yang sangat kitabutuhkan.

Oleh sebab itulah, sejumlah 99 siswa SD Labschool Unnes Semarang melaksanakan Field Trip ke Desa Wisata Kandri di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin 26 Maret 2018 lalu. Mereka akan belajar “Sehari Menjadi Seorang Petani” di desa yang masih cukup asri dan kental dengan kearifan lokalnya itu.

Siswa-siswi tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 waktu setempat dan langsung dikondisikan untuk mengikuti beberapa kegiatan keseharian menjadi seorang petani. Di sana mereka akan belajar apa saja kegiatan petani dan bagaimana keseharian mereka. Termasuk juga mencicipi bekal makanan yang biasanya dibawa oleh petani ke sawah.



Kegiatan diawali dengan melukis atau mewarnai caping. Caping adalah penutup kepala berbentuk kerucut yang khas dipakai oleh petani untuk pergi ke sawah. Kemudian dengan memakai caping yang berwarna-warni itulah siswa-siswi menjalani aktivitasnya di sawah.

Mula-mula mereka pergi ke peternakan sapi, baik sapi perah yang dimanfaatkan susunya, maupun sapi pedaging yang dimanfaatkan dagingnya. Selain memberi makan sapi, siswa juga belajar bagaimana pengolahan kotoran sapi yang diolah dan dimanfaatkan menjadi energi biogas. Biogas dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyalakan api dan memasak.



Selain ke peternakan sapi, siswa-siswi juga diajak ke kolam ikan air tawar. Beberapa jenis ikan yang dibudidayakan di sini adalah lele, gurami, ikan mas, dan ikan nila. Anak-anak begitu antusias ketika berkesempatan untuk memberi makan ikan.

Beberapa anak heran. Tahunya mereka, pekerjaan petani hanyalah menanam padi. Barulah mereka mengerti setelah dijelaskan bahwa pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Termasuk memelihara ikan, sapi, dan mengolah kotoran sapi menjadi biogas.



Kemudian acara yang paling seru dalam fieldtrip itu adalah menanam padi dan dilanjutkan kegiatan menangkap ikan lele di dalam lumpur. Beberapa anak berhasil membawa pulang sejumlah ikan lele hasil dari tangkapan mereka sendiri.


Setelah melakukan serangkaian kegiatan “keseharian petani” itu mereka pun pergi ke sendang untuk membersihkan diri. Sendang adalah semacam kolam yang terdapat mata air di dalamnya, sehingga biasanya airnya masih jernih dan segar. Sendang ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk keperluan sehari hari seperti mandi, mencuci, memasak, dan sebagainya.

Tak lupa setelah lelah beraktivitas, siswa-siswi pun makan siang dengan nasi bekal khas petani. Di daerah Kandri, bekal tersebut dinamakan “Sego Kethek” atau kalau diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi nasi monyet. Akan tetapi itu hanyalah istilah, seperti kita mengenal nasi kucing di angkringan. Adapun nasi kethek berisi segenggam nasi putih dengan lauk sayur-sayuran, tahu atau tempe bacem, telur dadar, dan peyek ikan.

Dengan kegiatan field trip tersebut, diharapkan siswa siswi sebagai generasi saat ini akan lebih mengenal aktivitas para petani di pedesaan dan memiliki wawasan tentang itu, saling menghormati antarsesama, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
April 4, 2018 at 9:50 PM delete

senangnya kalau anak-anak bisa ikut kegiatan seperti ini sangat memancing keingintahuan anak dalam dunia pertanian

Reply
avatar
April 6, 2018 at 8:45 AM delete

seruuu! kalau jaman dulu ke sawah gini mainan sehari2. sekarang musti ikutan field trip ya. udah susah, sawah mulai terbabat oleh perumahan :(

Reply
avatar
Daeng ahmad
AUTHOR
April 6, 2018 at 6:39 PM delete

Bagus ini mas eventnya. Ini patut dicontohi, karena beberapa org terkadang menjadikan petani sebagai profesi yg monoton dg padi padahal banyak cerita dan banyak budidaya yg bisa dihasilkan.

Reply
avatar
April 9, 2018 at 10:29 AM delete

Sangat benar, Mas Rusdi. Persis seperti itulah suasana hati anak-anak kami kemarin. :D

Reply
avatar
April 9, 2018 at 10:30 AM delete

Begitulah, Mbak Sha.
APakah ini yang dimaksud nandur pari thukul semen....

Bangunan-bangunan dan perumahan didirikan di atas persawahan sekarang ini. :D

Reply
avatar
April 9, 2018 at 10:32 AM delete

Banyak orang memuji bagaimana etos kerja dan kedisiplinan orang-orang jepang. Tapi mereka tidak bisa melihat bagaimana etos kerja dan kedisiplinan petani di negeri kita sendiri ini. :D

Reply
avatar

Terima kasih Anda telah membaca.
Silakan tinggalkan komentar.

Matur nuwun. EmoticonEmoticon