Cooperative Learning Method (Metode Pembelajaran Kooperatif), Tinjauan Pengertian, Langkah-Langkah, dan Tujuan Pembelajaran

Tinjauan Tentang Cooperative Learning Method 

(Metode Pembelajaran Kooperatif)


Pengertian Pembelajaran Kooperatif


       Falsafah yang mendasari model pembelajaran gotong-royong atau cooperative learning adalah falsafah homo homini socius. Berlawanan dengan teori Darwin, falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kerjasama merupakan faktor yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerjasama, tidak akan ada individu, keluarga, organisasi atau sekolah.

      Pendekatan konstruktivis dalam pengajaran menerapkan pembelajaran kooperatif secara ekstensif atas dasar teori bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan konsep-konsep ini dengan temannya (Slavin, 2008). Didalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil, saling membantu satu sama lain. Kelas disusun dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 siswa dengan kemampuan yang heterogen. Maksud kelompok heterogen adalah terdiri dari campuran siswa, jenis kelamin, dan suku. Hal ini bermanfaat untuk melatih siswa menerima perbedaan pendapat dan bekerja sama dengan teman yang berbeda latar belakangnya.
rifanfajrin.com

Unsur- unsur Pembelajaran Kooperatif


       Berdasarkan referensi buku karya Ibrahim dan Slavin, unsur-unsur dasar yang terkandung dalam pembelajaran kooperatif, yaitu :

a.    Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan.

b.   Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya.

c.    Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.

d.   Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.

e.    Siswa akan dikenakan evaluasi dan diberi hadiah dan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok.

f.    Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses pembelajaran.

g.   Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif


      Selain adanya unsur pembelajaran kooperatif juga terdapat ciri-cirinya. Ciri-ciri tersebut meliputi :

a.      Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi  belajarnya.

b.   Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, rendah.

c.      Anggota kelompok terdiri dari jenis kelamin berbeda-beda.

d.     Penghargaan lebih berorientasi kelompok dari pada individu.

( Ibrahim 2001:6)

Tujuan Pembelajaran Kooperatif


      Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Ibrahim (2009:9), ada tiga tujuan tersebut meliputi :

a.      Hasil belajar akademik

b.     Penerimaan terhadap keragaman

c.      Pengembangan keterampilan sosial

       Ketiga tujuan pembelajaran di atas dapat diuraikan bahwa dalam pembelajaran kooperatif, keterampilan social dapat dikembangkan. Hal ini ditunjukan dengan adanya penerimaan keragaman antar siswa dalam satu kelompok yang mana di dalam satu kelompok dituntut adanya kerjasama agar tugas yang dipikul dapat terselesaikan dengan hasil yang baik dan memuaskan. Hasil tugas tersebut akan berpengaruh terhadap hasil belajar akademik karena hasil tugas yang baik dan memuaskan akan memperoleh nilai yang baik pula.

 Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif


      Pada pembelajaran kooperatif terdapat enam langkah utama, pembelajaran dimulai dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa. Pemberian motivasi atau semangat dengan dorongan moril agar mereka siap terlebih dahulu sebelum menerima materi yang akan diajarkan. Fase ini diikuti penyajian informasi, selanjutnya siswa dikelompokkan dalam tim-tim belajar. Tahap ini diikutibimbingan guru pada saat siswa bekerja sama menyelesaikan tugas bersama. Fase terakhir meliputi presentasi hasil kerja kelompok atau evaluasi tentang apa yang telah mereka pelajari dan memberikan penghargaan usaha kelompok maupun individu.





Tabel 1. Enam tahapan pembelajaran kooperatif

Fase
Tindakan  Guru
Tindakan Siswa



Fase 1
Penyampaian tujuan dan memotivasi siswa
Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar

Siswa memperhatikan semua yang disampaikan oleh guru
Fase 2
Penyajian informasi
Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan

Siswa memperhatikan informasi yang disajikan guru
Fase 3
Pengorganisasian siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien

Siswa memperhatikan penjelasan dari guru tentang cara-cara membentuk kelompok belajar
Fase 4
Pembimbingan kelompok belajar
Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas
Siswa memperhatikan dan melaksanakan bimbingan dari guru pada saat mengerjakan tugas
Fase 5
Evaluasi
Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya

Siswa menerima hasil evaluasi dari guru





Fase 6
Pemberian penghargaan


Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok
Siswa menerima penghargaan dari guru atas upaya maupun hasil kerjanya




                                             ( Sumber :  Ismail 2003:21)


      Keuntungan pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan prestasi siswa. Perkembangan dapat dilihat dari motivasi yang meningkat, waktu yang banyak dihabiskan untuk mengerjakan tugas dan siswa lebih aktif, rasa percaya diri meningkat, siswa lebih terkontrol untuk mendapat keberhasilan akademik, member perkembbangn yang berhubungan dengan interpersonal antar anggota kelompok yang berbeda latar belakang.

      Kelemahan dari model pembelajaran kooperatif jika terjadi kelalaian dalam pemberian aturan untuk bekerja secara berkelompok maka siswa bekerja sendiri-sendiri sehingga tujuan dari pembelajaran kooperatif tidak tercapai. Selain itu pembelajaran tipe ini tidak terlalu sesuai untuk kelompok dengan jumlah anggota yang besar, karena ketika timbul konflik secara kontruktif dan tidak ada yang member jalan tengahakan berakibat kurang efektifnya kerja kelompok.

Demikianlah paparan mengenai Cooperative Learning Method (Metode Pembelajaran Kooperatif), Tinjauan Pengertian, Langkah-Langkah, dan dan Tujuan Pembelajaran.

Semoga bermanfaat.


Baca Juga:

Teori Belajar dan Pembelajaran

Kooperatif Learning Tipe TGT (Team Game Tournament)

.
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon