Amalan Tasbih Fatimah Sebelum Tidur

rifanfajrin.com - Amalan Tasbih Fatimah Sebelum Tidur dan Cerita yang Melatarbelakanginya



Beberapa hari belakangan ini, Ilyas anakku yang baru berusia satu tahun, seperti tidur tak nyenyak. Dalam tidurnya setiap malam, dia bisa bangun beberapa kali. Dia menangis tapi kelopak matanya masih terkatup. Ya, Ilyas menangis sambil merem. Tangisnya baru terhenti ketika Ibunya kasih susu. Situasi ini terjadi hampir selama satu minggu ini. Wajar saja kalau istri saya sedikit mengeluh, capek katanya.

Mendengar keluhan istri, saya tak bisa diam-diam saja meskipun ketika Ilyas terbangun tengah malam, saya sering kali tetap tidur nyenyak. Hihi hihi. Saya mencoba mencari kira-kira apa sebabnya. Saya berpikir jangan-jangan Ilyas sering terbangun dalam tidurnya itu disebabkan karena aktivitasnya bertambah. Ya, pada usianya yang baru tiga belas bulan ini Ilyas sudah mulai merangkak dan "rambatan". Sementara anak-anak seusianya padahal sudah bisa berjalan pelan-pelan. Saya jadi teringat amalan dzikir sebelum tidur, "tasbih fatimah". Amalan ini, selain untuk berdzikir mengingat Allah SWT, diyakini bisa menghilangkan capek setelah seharian beraktivitas. Nah, saya mencobanya untuk Ilyas.

Mulai kemarin malam, saya mencoba membacakan untuk Ilyas. Amalan tersebut bisa dilakukan seperti ini:
1) Baca Surat Al-Fatihah sebanyak 3x, atau minimal satu kali.
2) Baca tasbih (Subhanalloh) 33x, tahmid (Alhamdulillah) 33x, dan takbir (Allohu Akbar) 34x
3) Anda bisa juga menambahkan dengan tahlil (La Ilaha illa-Alloh) 100x
4) Tambahkan pula surat yang menjadi "sepertiga Al-Quran" yaitu Al-Ikhlas (kadang orang secara gampang bilang: baca Qulhu) 3x. Bisa ditambahkan dengan "2 Qul" selanjutnya, jadi lengkap Q.S Al-Ikhlas 3x, Al-Falaq 1x, dan An-Naas 1x.

Kemudian, setelah membaca beberapa amalan wirid di atas, saya tiupkan ke kedua telapak tangan saya. Lalu, saya usapkan sambil pijit secara perlahan pada kedua kaki Ilyas, bagian tubuh yang sepertinya beraktivitas paling berat. Tidak ketinggalan juga pada kedua tangannya, mengingat Ilyas juga masih merangkak. Lama pijitan itu bisa Anda perkirakan sendiri. Namun sebaiknya Anda tidak memijitnya dengan terlalu keras atau menekan. (Kita bukan tukang pijit ahli). Mengenai hal ini, saya ingat perkataan seorang kawan, "Pijatan seorang Bapak kepada anaknya itu, utamanya adalah 'menyalurkan rasa cinta dan kasih sayang', adapun penghilang capek itu sekadar lahiriah."

Keesokan paginya, saya bertanya kepada istri, bagaimana tidur Ilyas setelah saya amalkan amalan tasbih fatimah itu? Istri saya mengatakan bahwa Ilyas masih terbangun, meskipun tidak sesering sebelumnya. Alhamdulillah kalau begitu, Segala Puji Bagi Alloh SWT.

Nah, bagi Anda yang memiliki anak kecil/masih bayi, amalan tidak hanya dilakukan ketika mereka terbangun tengah malam saja. Namun juga bisa dipraktikkan setiap hari, tanpa harus menunggu anak kecapekan. Dan yang jelas, amalan ini juga bisa kita amalkan sendiri, tidak hanya untuk anak-anak kita. Amalan ini untuk segala usia. :)

Sejarah/Cerita Asal Mula Tasbih Fatimah

Sayyidina Ali Karomallohu Wajhah merasa kasihan melihat istrinya, Fatimah Az-Zahra putri Rosululloh SAW, yang begitu berat pekerjaannya. Beliau tidak sampai hati melihat Fatimah kepayahan menumbuk gandum, menimba air, dan pekerjaan rumah lainnya. Itu pun Fatimah mengerjakannya sambil mengasuh kedua putranya yang masih kecil-kecil, Hasan dan Husain Radiyallohu Anhum. Kedua tangan Fatimah sampai terkadang lecet, luka, dan menjadi kasar akibat aktivitasnya itu.

Imam Ali R.A pun mengusulkan kepada Fatimah agar memohon kepada ayahnya, yaitu Rosululloh SAW, untuk meminta atau meminjamkan hamba sahayanya agar membantu pekerjaan Fatimah.

Fatimah setuju terhadap usul suaminya itu. Akan tetapi, Fatimah merasa malu untuk meminta atau berbicara langsung kepada Nabi SAW meskipun beliau adalah ayahnya sendiri. Akhirnya Imam Ali-lah yang datang kepada Nabi dan mengutarakan maksudnya. Sayang sekali, Nabi tidak dapat mengabulkan permohonan menantunya itu. Meski demikian, Rosul SAW sangat terharu mendengar "penderitaan" putri tercintanya itu. Sayyidina Ali pun pulang dan mengabarkan pertemuannya dengan Nabi tersebut kepada Fatimah.

Malam harinya, Baginda Nabi SAW datang mengetuk rumah Ali dan Fatimah. Beliau berkata, "Wahai Fatimah, maukah kau kuberikan sesuatu yang jauh lebih baik bagimu daripada hamba sahaya yang engkau minta hari ini?"

Tentu saja Fatimah dan juga Ali RA mengangguk mengiyakan. Selanjutnya kata Nabi, "Bacalah 'Allahu Akbar' 34x, 'Alhamdulillah' 33x, dan 'Subhanalloh' 33x, sebelum tidur dan sesudah salat." Amalan hadiah dari Nabi kepada putrinya ini selanjutnya dikenal sebagai "Tasbih Fatimah Az-Zahra".

Ketika Rosululloh Muhammad SAW telah wafat, Fatimah merasakah kepedihan dan rasa kehilangan yang luar biasa. Setiap hari beliau mengunjungi makam Nabi SAW, memeluk, dan menggenggam kubur Baginda Nabi SAW.

Suatu ketika, Fatimah mengambil tanah dari kubur tersebut dan membuat butira-butiran tanah yang selanjutnya digunakan sebagai alat untuk menghitung. Dengan demikian, biji-biji tasbih memang bukan dari Rosulullah SAW, melainkan hal itu merupakan sunnah (kebiasaan) dari keluarga (Ahlul Bait) Rasululloh Muhammad SAW, yaitu Fatimah Az-Zahra.[]


Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon