Buah Kekompakan dan Kebersamaan

Mengangkat Piala
Anak-Anak Bergembira Mengangkat Piala

Awal masuk kelas ini, kelas 3B SD Labschool Unnes, aku menyadari bahwa urusan kekompakan dan kebersamaan anak-anak masih menjadi sedikit masalah yang harus segera kuselesaikan. Anak-anak di kelas ini memang aktif-aktif, kreatif, berani, dan cerdas. Namun, jika hanya itu, masih belum cukup bagiku, tanpa dibarengi dengan sikap dan perilaku yang baik dan bersahabat kepada murid-murid lainnya.

Satu contoh kecil, beberapa anak kulihat masih suka tertawa atau menertawakan temannya saat temannya itu mendapat nilai jelek saat ulangan. Atau, menyoraki temannya itu karena salah/tidak nyambung ketika menjawab pertanyaan dari guru. Nah, tentu saja ini kurang bagus kurasa. Apalagi yang namanya anak, seusia mereka, menghadirkan kenyamanan belajar di dalam kelas adalah hal yang penting. Jangan sampai ada sekecil apapun hal yang bisa mengurangi keceriaan dan semangat mereka menuntut ilmu.

Selain itu, sering kali kudapati satu atau dua orang anak yang menangis pagi-pagi bahkan sebelum pelajaran dimulai. Alasannya terkadang sungguh sepele: mereka berebut tempat duduk. Oh, tapi mungkin saja masalah tempat duduk itu bukan sesepele yang kita kira. Mungkin saja itu mereka anggap sangat serius. :-)

Oleh sebab itulah, pada momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus Bulan Bahasa tahun 2015 ini, aku mempunyai satu keinginan kuat, bagaimana agar siswa termotivasi untuk membuktikan bahwa kelas 3B TIDAK hanya juara dalam hal ramai dan gaduhnya kelas seperti yang sering kusampaikan kepada mereka, akan tetapi juga untuk membuktikan bahwa sebenarnya anak-anak kelas 3B bisa meraih juara! "Dengan satu syarat, kita harus rukun dan kompak!" kataku pada mereka.
Nah, kebetulan sekali, kegiatan tahun ini memaksa kami untuk kompak kalau ingin meraih juara. Sebab, lomba tahun ini adalah Lomba Harmonisasi Gerak dan Lagu Tralala Lero, sekaligus gerak harmonisasi keseimbangan otak kiri dan otak kanan.

Alhamdulillah, respons anak-anak sangat positif. Mereka menyambut "tantangan" ini dengan sangat antusias. Dengan penuh semangat, mereka berlatih hari demi hari. Tentu saja, aku mendampingi mereka. :-)

28 Oktober 2015, hari yang telah ditentukan pun tiba. Kami mendapat nomor urut terakhir dari 12 kelas. Awalnya kami sudah merasa bakal keluar sebagai pemenang karena saat latihan sepertinya anak-anak sudah sangat hapal gerakannya dan sudah lumayan cukup kompak.

Namun, ketika anak-anak menyaksikan penampilan para peserta sebelumnya, tak ayal anak-anak grogi juga. Penampilan kelas lain ternyata cukup kompak, dengan kostum yang macem-macem, dan juga variasi gerakan. Dan jujur saja, sebenarnya aku pun merasa tidak yakin kalau anak-anak akan menang kalau melihat penampilan kelas yang lain. Sementara kami, cuma mengandalkan gerakan yang telah kami hapalkan (dan semoga tidak lupa), kekompakan, dan semangat, serta tidak lupa, syal untuk setiap anak dari ibunda Sasikirana Arsaputri untuk mempercantik penampilan.

Tiba-tiba, di tengah angan-angan dan lamunan itu, anak-anak meminta izin padaku untuk kembali ke kelas sejenak, meninggalkan panggung. Mereka beralasan haus, dan ingin koordinasi sebentar.

Rupanya, mereka menyiapkan barisan, dan mereka-reka variasi gerakan secara sederhana. Sungguh di luar dugaanku. Pada saat pentas, 12 orang anak yang kucintai dan kubanggakan itu pun tampil dengan lancar, natural, dan cukup rapi.

Lantas bagaimana hasilnya?? Inilah vidio mereka.



Alhamdulillah, mereka berhasil menyabet juara 2! Satu hasil kerja yang patut disyukuri. SELAMAT UNTUK KELAS 3B!!!

Anak-anak merasa bangga, gembira, tak terkecuali wali kelasnya ini juga merasa hal yang sama. Bahkan, mungkin saja perasaanku lebih daripada mereka. 

Dengan penuh kegembiraan, mereka menenteng piala itu menuju ke kelas. Saat aku masuk ke kelas menyusul mereka, Neysha si ketua kelas memberi aba-aba temannya, "Satu, dua, tiga!" membuatku berkerinyut sebentar. Dan hal itu segera terjawab satu detik kemudian dengan kompak anak-anak berucap: "TERIMA KASIH, PAK RIFAN!"

Sungguh, moment tersebut merupakan salah satu moment paling bahagia selama aku mengajar di sekolah ini.

Kemudian, kukatakan pada mereka, "Nah, benarlah kata nasihat, bahwa asalkan kita rukun dan kompak, pasti dan pasti kita akan berhasil!"

Semoga anak-anak meresapinya, terpatri di dalam hati mereka, dan mewujud pada perbuatan mereka sehari-hari. Amin. 

Untuk melihat vidio-vidio lainnya klik di sini. :)
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon