Jalan-Jalan Ke Museum Kretek Kudus

Jalan-jalan ke Museum Kretek Kudus
Di depan contoh tembakau dengan kualitas bervariasi



Pernahkan Anda berjalan-jalan ke Museum Kretek Kudus? Ya, saat kita melancong ke Kabupaten Kudus yang terkenal sebagai Kota Kretek itu, tentu tak lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Museum Kretek Kudus. 


Museum Kretek diresmikan pada tahun 1986 oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Soeparjo Rustam. Museum Kretek terletak di Jalan Getas Pejaten No. 155, Kecamatan Jati–Kudus, Jawa Tengah. Tidak jauh dari perbatasan Kudus dan Demak.

Sesuai dengan namanya, Kota Kretek, Kudus memang dikenal sebagai penghasil rokok. Museum Kretek merupakan salah satu museum di Kudus yang memperkenalkan sejarah hingga proses produksi rokok kretek dari proses pembuatan secara manual sampai menggunakan teknologi modern. Jadi, dari Museum inilah kita bisa menelusuri sejarah rokok kretek sejak dahulu hingga kini banyak digemari karena terkenal nikmatnya.

Berbeda dengan rokok-rokok biasa, rokok kretek adalah rokok yang berisi tembakau dan cengkeh. Dinamakan “kretek” karena bila dibakar akan terdengar bunyi kretek-kretek. Kalau tidak keliru, H. Jamhari-lah yang telah mengenalkan rokok kretek pada akhir abad ke-19. Hal itu berawal dari penyakit sesak di dada, H. Jamhari mencampur cengkeh, tembakau, dan berbagai rempah-rempah yang sudah dirajang dan dijadikan lintingan rokok.

Dua kali saya berkesempatan jalan-jalan ke Museum Kretek, yaitu pada akhir tahun 2013 lalu, dan beberapa waktu yang lalu (Mei 2015). Bedanya, bila pada kunjungan pertama saya masih lajang, pada kunjungan kedua saya mengajak serta istri dan anak saya yang berusia 5 (lima) bulanan. Hehehe.

Kita cukup membayar tiket masuk seharga Rp 2.000,00 per orang. Setelah itu kita bisa melihat-lihat ke dalam museum dan menelusuri seluk beluk rokok kretek. Museum ini buka setiap hari pada pukul 07.30—16.00. WIB.

Di dalam museum, kita dapat menemukan ribuan koleksi bersejarah dan apa pun tentang rokok kretek. Ada beberapa miniatur tentang proses produksi rokok kretek; mulai dari proses menanam, memetik, menjemur dan merajang tembakau, melintingnya menjadi rokok, hingga proses distribusi.

Selain itu, ada juga koleksi contoh-contoh benda-benda promosi masa lampau yang terkesan antik seperti asbak, cangkir, cawan, atau teko. Benda-benda promosi pada masakini juga ditampilkan di sebelahnya, seperti topi, payung, asbak, kaos, dan lain-lain. Tidak ketinggalan, beberapa bungkus rokok berbagai merk yang pernah diproduksi juga dipamerkan di salah satu bagian museum.

Kemudian, berjalan lagi, di salah satu sisi terdapat juga foto-foto pendiri rokok kretek. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Nitisemito, pendiri pabrik Rokok Bal Tiga. Nitisemito memang dikenal sebagai pengusaha tembakau paling sukses pada awal abad ke-20.  Dengan label Tjap Bal Tiga (Bal Tiga) miliknya itu, dia mengawali kisah suksesnya pada tahun 1914 dan mencapai puncak kejayaan pada tahun 1914. Hingga dari situ disebutkan ia berperan penting dalam penyerapan ribuan tenaga kerja produksi dan karyawan.

Gambaran tentang peranan penting Nitisemito saya dapatkan ketika saya masuk ke sebuah ruang di sudut museum. Ruangan tersebut merupakan rekaan ruang kerja Nitisemito, dilengkapi dengan patung replika Nitisemito menghadap ke luar melalui jendela yang terbuka. Cerita tentang Nitisemito dan perusahaannya tidak hanya sampai di situ. Diceritakan juga tentang bagaimana usahanya itu mulai melemah dan akhirnya bangkrut. Saya rasa, sejarah cukup lengkap tentang Nitisemito ada di situ.

Oya, selain melihat-lihat dan menelusur sendiri tentang kretek di dalam museum, kita juga dapat menonton film dokumenternya. Namun, tidak gratis. Kabarnya kita akan dikenakan biaya Rp 20.000,- per orang untuk menonton dokumenter tersebut.

Jadi, bagi Anda yang belum pernah mengunjungi Museum Kretek Kudus, tidak ada salahnya menyempatkan diri bila elancong ke Kota Kudus, apalagi jika Anda seorang penikmat kretek. Ajak juga keluarga agar melancong Anda lebih berkesan. Jangan khawatir, bila putra-putri Anda merasa bosan, Museum Kretek telah dilengkapi wahana bermain bagi putra-putri Anda. Dengan biaya Rp 15.000,00 putra-putri Anda dapat menikmati wahana bermain air, waterboom, dan berenang-renang sementara Anda menelusur sejarah kretek, atau bersantai di Rumah Adat Kudus yang ada di samping Museum Kretek Kudus itu.

Selamat melancong.[]

Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon