Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Daur Ulang: Kerajinan Dari Plastik Bekas (Seni Rupa Kelas 4 SD)

 

Daur Ulang Kerajinan Dari Plastik Bekas (Seni Rupa Kelas 4 SD)

Daur Ulang: Kerajinan Dari Plastik Bekas (Seni Rupa Kelas 4 SD)

Sampah plastik telah menjadi masalah yang cukup serius di lingkungan sekitar kita. Setiap hari sampah-sampah plastik itu terus bertambah tanpa bisa dilenyapkan atau digunakan karena tidak bisa untuk diuraikan. Bila hal ini terus-terusan dibiarkan maka akan terjadi polusi atau pencemaran lingkungan.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara daur ulang sampah plastik dan mengolahnya menjadi benda-benda yang berguna, seperti wadah alat tulis, figura atau hiasan, bunga-bunga hias, atau menjadi tempat tisu.

Hari ini saya bersama anak-anak di kelas 4 belajar untuk membuat seni kerajinan dari sampah plastik berupa sedotan. Sedotan minuman merupakan salah satu contoh bahan limbah plastik selain plastik bekas botol air kemasan dan sebagainya.

Merancang seni kriya bahan plastik

Untuk mengolah sampah plastik menjadi benda-benda yang lebih berguna, yang pertama saya lakukan bersama anak-anak adalah merancang seni kriya bahan plastik.

Untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak saya mempresentasikan beberapa seni kerajinan dari bahan plastik melalui video YouTube. Melalui video tersebut anak-anak dapat melihat bahwa sedotan bekas minuman dapat disulap menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat seperti pigura, bunga plastik sebagai hiasan, wadah tisu, atau wadah alat tulis.

Dari situ kemudian anak-anak memilih atau merancang sendiri apa yang hendak mereka buat dari bahan sedotan minuman tersebut.

Saya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berlatih terlebih dahulu di rumah. Selama mereka berlatih di rumah mereka boleh belajar sendiri secara mandiri melalui video YouTube, berlatih dan diajari oleh orang tua, atau dengan cara apapun untuk mempersiapkan praktiknya pada hari ini Kamis 11 Agustus 2022.

Alat dan Bahan

Yang kami sepakati adalah bahan untuk membuat seni kriya itu yaitu berbahan sedotan minuman. Bahan-bahan lain menyesuaikan dengan karya apa yang hendak dibuat oleh anak-anak.

Misalnya ketika anak memilih untuk membuat pigura, maka bahan lain yang dibutuhkan selain sedotan minuman adalah kardus bekas.

Contoh lain adalah ketika anak ingin membuat sebuah wadah pensil, maka anak tersebut bisa menyiapkan sebuah tabung kecil yang berasal dari botol air minuman bekas yang akhirnya nanti akan dihias dengan sedotan plastik tersebut.

Alat-alat untuk membuat seni kriya dari bahan plastik ini pun tidak saya batasi. Anak-anak boleh menggunakan alat-alat apapun asalkan mereka sudah berlatih terlebih dahulu dan sekiranya tidak membahayakan mereka.

Alat-alat yang banyak digunakan oleh anak-anak misalnya adalah lem tembak, pisau atau cutter, gunting, lem kayu atau lem kertas.

Kegiatan Pembelajaran di Kelas

Idealnya, saya seharusnya memang memulai pembelajaran dengan menjelaskan masalah plastik dan lingkungan, dengan pertanyaan-pertanyaan pemantik, misalnya:

"Menurutmu, bagaimana dampak limbah atau sampah plastik terhadap lingkungan?"

Namun, hari ini saya tidak melakukannya. hehehe. Maaf ya. Karena waktu yang tersedia tidak cukup banyak dan ditambah lagi dengan anak-anak rupanya sudah tidak cukup sabar untuk segera memulai praktek.

Maka saya memutuskan, anak-anak boleh segera memulai pekerjaan mereka. Untuk penjelasan dan pemahaman tentang limbah plastik, saya akan menyelipkannya di sela-sela obrolan saat membimbing dan memeriksa hasil karya anak-anak. 

Hasil kerajinan seni kriya yang dibuat oleh anak-anak pada hari ini mayoritas adalah wadah tisu. Karya-karya lainnya adalah bunga plastik, figura foto, tempat pensil/alat tulis, miniatur kursi, dan ternyata ada juga yang membuat mobil dari sedotan. 

Waktu yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk menyelesaikan pekerjaan mereka hari ini adalah selama 3 jam pelajaran. 

Saya senang dengan aktivitas hari ini. Semoga anak-anak pun juga senang, dan tampaknya mereka memanglah senang dengan aktivitas hari ini.

Alhamdulillah, terima kasih untuk hari ini. Terima kasih juga untuk orang tua siswa yang pastinya ikutan repot mempersiapkan alat, bahan, dan melatih anak-anak demi tugas ini. Matur nuuwuun.

Berikut ini adalah beberapa foto dokumentasi kegiatan anak-anak hari ini.





M. Rifan Fajrin
M. Rifan Fajrin guru sekolah dasar yang biasa-biasa saja, tidak mengagumkan, tapi bahagia.