Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

SIFAT DAN PERAMBATAN BUNYI

 Rifanfajrin.com - sifat dan perambatan bunyi

Hai teman-teman, apa kabar semuanya. semoga kalian selalu dalam keadaan sehat sehingga dapat belajar dengan baik. masih dalam suasana pandemi covid 19, kita dituntut untuk mampu belajar secara mandiri di rumah dengan baik.

Pada post kali ini, rifan fajrin akan membahas tentang sifat dan perambatan bunyi, yang merupakan materi kelas 4 tema 1.  kita akan mengenal tentang sifat bunyi dan perambatan bunyi.

Bunyi bunyian, dapat kita tangkap melalui indera telinga kita. namun untuk sampai ke telinga kita, media apa saja  yang dapat merambatkan bunyi hingga dapat diterima oleh telinga kita, ya?

Untuk memahami dan menemukan jawaban di atas, mari kita simak materi tentang bunyi, sifat bunyi, dan perambatan bunyi, berikut ini.

Bunyi dan Sumber Bunyi

Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar, sob. Bunyi dihasilkan dari sumber bunyi. adapun sumber bunyi ity sebndiri merupakan semua benda yang dapat menghasilkan bunyi.

Contoh contoh sumber bunyi diantaranya adalah semua alat musik yang dimainkan, suara radio yang diputar, suara televisi yang dinyalakan, suara petir, suara kereta api yang berjalan, suara benda yang dipukul, dll.

Bunyi mempunyai sifat tertentu dan dapat merambat melalui medium tertentu juga. Apa saja, ya?

Sifat-Sifat Bunyi

Bunyi memiliki beberapa sifat, antara lain yaitu:

1. Bunyi memerlukan media atau medium untuk merambat dan menghantarkan suara ke telinga.

Dikarenakan bunyi membutuhkan medium untuk merambat, maka bunyi tidak bisa merambat di ruang hampa.

2. Bunyi dapat diserap dan dipantulkan.

Bunui dapat diserap maupun dipantulkan, pantulan bunyi bisa terjadi ketika bunyi mengenai suatu penghalang, akibatnya menimbulkan gema suara maupun gaung suara. Gema dan gaung adalah suara yang dipantulkan.

3. Bunyi dapat dibiaskan.

Bunyi ternyata juga dapat dibiaskan, contohnya suara halilintar yang terjadi pada malam hari akan terdengar lebih keras dibandingkan siang hari, 

Hal ini dikarenakan suhu udara siang hari lebih panas, faktor lainnya karena kerapatan udara di siang hari lebih renggang. Hal tersebut menyebabkan suara petir yang terjadi di malam hari akan terdengar lebih keras daripada siang hari.

MEDIA YANG MERAMBATKAN BUNYI

Melalui Media Apa Saja Bunyi dapat Merambat? Bunyi dapat merambat melalui tiga media atau medium antara lain zat padat, zat cair, dan zat gas.

Contoh perambatan bunyi melalui zat padat:

- Saat kita memainkan mainan telepon kaleng yang dihubungkan dengan seutas benang, kita akan mendengar suara/bunyi yang dihasilkan dari perambatan bunyi melalui zat padat 

- Ketika jam weker kita berdering di atas meja, maka suaranya juga akan terdengar di ujung meja ketika kita menempelkan telinga ke ujung meja tersebut.  

alarm yang berdering mengeluarkan bunyi

Contoh perambatan bunyi melalui zat cair:

- Contoh perambatan bunyi dengan zat cair, dapat kita lakukan dengan uji coba sederhana, yaitu kita mencoba mendengarkan bunyi melalui corong dimana ujungnya dimasukkan ke ember berisi air, lalu cobalah pukul embernya menggunakan tanganmu, maka suara akan terdengar melalui corong tersebut.

- Ketika kita berenang dan menyelam, maka suara air akan terdengar dari dalam air tersebut. 

Contoh perambatan bunyi melalui zat gas:

- Ketika kita berada pada jarak yang jauh dengan teman, kita tetap akan mendengar suara panggilannya, sebab bunyi juga merambat melalui zat gas (udara) 

- Bunyi lonceng yang dipukul terdengar di lingkungan sekitarnya.

akhir kata

Demikianlah ulasan rifan fajrin tentang sifat dan perambatan bunyi, semoga bermanfaat ya.