Widget HTML Atas

Menulis Blog Masihkah Menjanjikan?

Tadi saya membaca unggahan Mas Sugeng di facebook. Dalam unggahan tersebut, Mas Sugeng sharing informasi tentang rata-rata cpc (cost er click) dari blog-blog Indonesia yang join adsense dengan Mas Sugeng. CPC atau BPK (Biaya Per Klik) dari blog Indonesia saat ini sungguh kecil, memprihatinkan. Dari beberapa niche (tema) blog tersebut, rata-rata CPC-nya "hanya" $0,04. Bila dirupiahkan, atau dikonversi ke mata uang rupiah, maka nilai satu klik iklan di blog Indonesia hanya Rp588. Lima ratus delapan puluh delapan rupiah.

Menulis Blog Masihkah Menjanjikan?
Menulis Artikel

Dari unggahan di facebook sugeng.id itu, saya menangkap pesan tersirat, alangkah beratnya tantangan para blogger untuk meraih penghasilan dengan blog. Kesan saya itu, rupanya tak jauh beda dengan yang ditangkap oleh mereka yang mengikuti postingan fanpage sugeng.id., yang (menurut saya) kebanyakan adalah para blogger pemula seperti saya.

Saya lihat dan baca komentar-komentarnya. Rata-rata bernada pesimis, merasa kalah saing dengan website atau portal-portal berita besar seperti tribun, detik, merdeka, dan lain-lain.

Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah kita para blogger pemula masih punya keinginan untuk bertahan menekuni merawat blog? Lalu, bila masih ada niat dan keinginan untuk menekuni blog, apakah masih menjanjikan? Manakah yang lebih realistis, menulis artikel blog atau membuat konten video dan mengunggahnya di Youtube?

Coba kita tanggapi satu per satu. Bila dibandingkan dengan youtube, sebenarnya dari segi potensi pendapatan dari iklan berdasarkan CPC maupun CPM (penghasilan per seribu tayangan) Youtube tak lebih baik dari blog. Nilai cpc dan cpm tayangan youtube (jauh) lebih kecil.

Namun, tak sedikit yang beranggapan bahwa membuat konten video youtube lebih mudah. Optimasi youtube juga lebih mudah, katanya. Apalagi bila channel sudah berhasil dimonetisasi,  mendaparkan pendapatan dari Youtube dinilai lebih mudah daripada menulis artikel di blog.

Nah, kalau hanya main blog, tanpa main youtube, apa yang mau dibandingkan? Toh membangun channel yang memenuhi syarat monetisasi hingga diterima dalam program partner Youtube juga tak mudah.

Maka, satu-satunya kesulitan yang dirasakan para blogger adalah sulitnya artikel muncul di halaman pertama (page one) mesin pencari google. Kesulitan lain adalah,. bagi para blogger, masih banyak di antara mereka yang masih kesulitan memenuhi ambang batas pembayaran $100 tiap bulannya. Payout tiap bulan masih sulit didapat.

Sekarang, kembali ke soal utama, mengenai apakah ngeblog masih menjanjikan? Jawaban tentu kembali kepada masing masing blogger. Sejauh mana usaha dan kerja keras membangun blog, dengan cara yang benar, dengan optimasi yang benar. Itulah yang paling menentukan.

Namun, coba kita simak jawaban Mas Sugeng. "Ngeblog masih menjanjikan bagi mereka yang serius!" Tepat. Inilah kuncinya. Kalau kita memang serius menjadi seorang blogger berpenghasilan, maka seriuslah. Buatlah konten berkualitas. Rutin mengupdate postingan blog. Dan melakukan settting pengaturan blog dan adsense yang tepat. Untuk poin terakhir ini, kita bisa lakukan eksperimen penempatan iklan, atau kalau sulit bereksperimen, kita bisa ikuti saran dari para blogger yang telah berpengalaman dan telah mendapatkan formula settingan yang efektif.