Menikmati Kuliner Entog Khas Kota Kretek di Kampung Entog Jati Kudus

Minggu pertama di bulan Januari 2019, saya menghabiskan akhir pekan di Kudus. Sebenarnya dua minggu yang lalu saya dan istri sudah mudik ke Kudus, akan tetapi kemarin datang lagi kesempatan untuk pulang ke Kudus.

Kesempatan itu kami gunakan untuk mencoba kuliner khas Kota Kretek itu. Selain terkenal dengan jenang Kudus, Lentog Kudus, dan Soto Kerbau, ternyata Kudus juga khas dengan menu olahan entog (entok).

Jadilah kami pergi ke Kampoeng Entog. Kampoeng Entog (Kampung Entok) letaknya di Gang Perbatasan, Jatikulon Krajan, Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59346.



MENU: ENTOG GORENG, SWIEKE, TONGSENG, HINGGA ENTOG BUMBU SATE

Kami tiba di lokasi kira-kira pukul 13.30 waktu setempat. Saya pergi persama istri, anak, dan sobat karib kami Endah.

Di sana terlihat satu rombongan sedang memesan menu. Suasana relatif sepi. Mungkin saja karena jam makan siang sudah agak lewat. Kabarnya, pada jam makan siang, biasanya warung ini cukup ramai.

Kami memilih untuk duduk di dalam. Datanglah Bapak pemilik warung, dengan kertas dan pena di tangan, dia menanyakan menu yang akan kami pesan. Saya tidak melihat daftar menu selain yang tertulis di dinding. 

Tapi Bapak itu berkata, menyebutkan beberapa menu apa saja yang ada di situ. "Entog goreng, atau tongseng, bumbu sate, atau swieke?"

Saya memilih entog goreng. Endah memesan swieke entog ekstra pedass. Sedangkan istri saya ingin mencoba entog bumbu sate tidak pedas sama sekali, karena akan berbagi juga dengan Ilyas, meskipun sebenarnya Ilyas sudah kami siapkan nasi lele dari rumah.

Sembari menunggu, saya mengeluarkan ponsel dan mulai memotret sekeliling. Lha di situ kan tertulis "Jangan lupa foto sebelum makan, eh maksudnya terus berdoa." Hehehe. Beberapa foto saya unggah di maps google.



PELAYANAN CEPAT TANPA NUNGGU LAMA

Ternyata tidak lama, pesanan kami segera datang. Tentu ini menggembirakan dan perlu kami catat sebagai salah satu kelebihan warung ini. 

Sebab, seringkali warung yang menyediakan menu masakan lezat harus berkurang kesannya hanya karena penyajian yang terlalu lama.

Sebelum makan, terlintas ide untuk pindah ke luar ruangan saja. Kami rasa akan mendapati suasana makan yang menyenangkan secara outdoor di bawah pohon yang rindang.

Sayang sekali, begitu kami mengambil nasi dan bersiap untuk menyantap, gerimis datang tiba-tiba padahal cuaca cukup panas. Jadilah kami kembali mengusung santapan ini. Kami pindah ke teras.


DAGING YANG EMPUK DAN NASI AMBIL SEPUASNYA

Bagi penggemar entog, bila Anda sedang berada di Kudus, mampirlah ke Kampung Entog. Saya punya keyakinan kalau Anda tidak akan kecewa.

Jangan kuatir pula daging entog yang kita makan akan nyelip di gigi! Bukan karena di situ tersedia tusuk gigi, bukaaaann! Tapi jangan kuatir karena dagingnya sangat empuk dan terasa bumbunya.

Kita juga boleh mengambil nasi sesuai "kebutuhan" perut kita. Sepuasnya! Jadi jangan takut akan kurang nasinya. Saya kira menu masakan seperti ini memang--kalau bahasa kami-- "ngentek-entekake sego". Artinya, karena enak, selalu membutuhkan nasi yang banyak. Namun tentu saja, ingat untuk tidak kita mubazirkan nasi itu.



HARGANYA MAHAL?

Sebelum pergi ke Kampeng Entog, saya sempat tanya ke istri dan juga Endah. 

"Harga bebek dan entog itu mahalan mana sih?"

"Entog to yaaa...." jawab mereka berdua.

Lalu saya bandingkan dengan harga paket bebek untuk satu porsi di salah satu warung di Ambarawa. Harganya Rp25.000,00 untuk seporsi bebek rempah.

Lalu berapa yaa harga entog di Kampoeng Entog?

Saya sudah sebutkan di atas, bahwa kami tidak mendapati daftar menu sekaligus daftar harga ketika memesan tadi.

Saya baru tahu harganya ketika kami selesai makan dan membayarnya.

Ternyata harganya adalah sebagai berikut:

1 Porsi Entog goreng (yang saya makan) adalah Rp19.000,00
1 Porsi Swieke Entog Rp21.000,00
1 Porsi Entog Bumbu Sate seharga Rp21.000,00
Nasi Putih (ambil sepuasnya) Rp4.000,00

Nah, dengan harga tersebut, kita bisa menilai. Apakah harganya murah, sudah pas, atau mahal? Karena mahal dan murah itu relatif. Sebagaimana relatifnya rasa lezat!

Akhirnya selamat menikmati sajian Kuliner Khas Kudus!



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel