Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah - "Menceritakan Isi Buku yang Sudah Kubaca" oleh Rheka dan Aiko

Setiap Rabu ada kegiatan yang menarik di sekolah kami, SD Labschool Unnes. Namanya adalah kegiatan Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan Literasi Sekolah ini merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah kita untuk meningkatkan minat dan budaya membaca serta menulis.

Ada banyak bentuk kegiatan yang bisa kita lakukan dalam rangka mendukung Gerakan Literasi Sekolah ini. Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup pada literasi dasar (membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, dan menghitung), literasi perpustakaan, hingga literasi media (cetak, elektronik, maupun internet).

Dengan adanya kegiatan ini, harapan kita adalah akan tumbuh minat dan budaya baca, anak-anak akan terbiasa membaca dengan gembira.

Nah, kegiatan yang kami lakukan kemarin adalah "Menceritakan Isi Buku yang Sudah Kubaca". 


[Rheka bercerita di depan teman-temannya]

Buku yang dibaca dan diceritakan ini bukanlah buku materi pelajaran. Akan tetapi buku apa saja yang disukai di luar buku pelajaran. Kita bisa menceritkan buku komik, cerita, tabloid, hingga majalah favorit.

Kegiatan menceritakan Untuk minggu ini, siswa yang mendapat bagian untuk bercerita adalah Arfan Rheka dan Aiko Afiata.

Pada giliran pertama, Rheka bercerita tentang kisah Nabi Ayyub yang sangat dermawan dan tidak pendendam.

Dengan duduk kursi, Rheka berkisah kepada teman-temannya yang duduk di tikar. 

Dia bercerita dengan bahasanya sendiri, tanpa memegang buku. Sesekali dia tersenyum dan tertawa, ketika dia seperti ingin mengucapkan sesuatu, tapi kata-kata tak kunjung keluar dari mulutnya. Hehehe. Dan lagi, beberapa kali dia salah menyebut "Ayyub" dan malah menyebut "Yaqub".

Namun, bagaimana pun dia berhasil menyampaikan kisah kedermawanan Nabi Ayyub AS, tuntas hingga selesai.

Tibalah giliran teman-temannya untuk bertanya atau menanggapi. Agar tidak memakan banyak waktu, saya batasi dua atau tiga orang teman saja untuk memberikan tanggapan.

Beberapa anak mendapat kesempatan, mampu mengungkapkan amanat/pesan dari cerita yang telah disampaikan. Amanat dari cerita itu antara lain:

1. Kita harus dermawan dan ikhlas kepada siapa saja
2. Meski orang pernah berbuat jahat kepada kita, sebaiknya kita memaafkan orang tersebut, meski dulu kita sakit hati.
3. Jangan suka berbuat seenaknya mentang-mentang kita kaya

Selanjutnya, tentu saja adalah sesi foto. Rheka berfoto sambil memegang buku yang baru saja dia ceritakan.


Giliran kedua adalah Aiko Afiata. 

Sama seperti Rheka tadi, Aiko menyampaikan isi buku cerita yang telah dia baca. Bedanya adalah, Aiko menyampaikan cerita fiksi, sedangkan cerita dari Rheka diambil dari kisah nyata kehidupan para Nabi.

Aiko mengisahkan cerita "Ayam dan Kupu-Kupu" yang pada akhirnya bersahabat. Pada awalnya, Ayam menolong kupu-kupu yang mengalami musibah sehingga sayap-sayapnya pun rusak.

Ayam menolong kupu-kupu dan merawatnya hingga sembuh, termasuk sayapnya yang kembali sehat dan indah seperti semula.


Menariknya adalah, setelah Aiko selesai bercerita, beberapa anak memberikan tanggapan yang hampir serupa. Hal itu saya ketahui karena anak-anak sudah buru-buru "nyeletuk" tanpa meminta izin terlebih dulu, mereka sangat antusias dan ribut menyampaikan pendapatnya.

Komentar mereka, pada intinya adalah sebuah pertanyaan kritis begini:

"Mengapa Ayam kok malah menolong kupu-kupu? Kok tidak memakannya? Kan Ayam juga doyan sama ulat atau kupu-kupu?"
Saya ngakak juga mendengar komentar mereka. Aiko senyum-senyum saja. Yaaah, anak-anak, ayam itu adalah ayam yang baik hati. Seperti kita-kita! Hahaha!


Demikianlah sedikit cerita tentang kegiatan Gerakan Literasi Sekolah di kelas kami 3A SD Labschool Unnes. 

Minggu depan, siapa lagi yang bersiap untuk cerita di depan teman-temaan?
Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
16 November 2018 13.47 delete

Seharusnya anak didik dilatih seperti itu, menyampaikan atau bercerita ulang tentang apa yang telah dibaca. Jangan sampai hanya anak didik disuruh menghafal saja.
Tapi saya juga pernah seperti itu, saat bercerita gagal total, jadi lupa semuanya.

Reply
avatar
17 November 2018 03.37 delete

Iya, Mas Djangkaru. Mudah-mudahan saja ada hasil yang baik untuk anak-anak kelak. Terima kasih mas

Reply
avatar
17 November 2018 16.25 delete

Menyenangkan sekali kalau gurunya kayak Mas Rifan, aku mau dong. Murid-muridnya jadi kreatif semua. Nggak mudah lho nyuruh anak cerita gitu. Anakku aja susah kalau disuruh cerita. Tapi kalau nggak disuruh, cerita mulu. Sukses Mas Rifan, blogmu menginspirasiku :)

Reply
avatar
19 November 2018 08.00 delete

Mbak Wahyu, whaadduuh saya malah kuatir kalu jadi besar kepala, hehe. Semoga menjadi doa bagi anak-anak untuk menjadi kreatif dan hebat pada masa depan. dan terima kasih mbak, senang sekali kalu bisa bermanfaat/menginspirasi. Saya juga lagi baca-baca dan belajar niru tulisan-tulisan njenengan yang sering viral, cuman masih gagal, hehehe.

Reply
avatar

Terima kasih Anda telah membaca.
Silakan tinggalkan komentar.

Matur nuwun. EmoticonEmoticon