Membangun Karakter Anak dengan Hiasan "Akuarium Karakter"



Pagi itu suasana kelas kami, kelas 3B SD Labschool Unnes, begitu berbeda daripada biasanya. Apa sih yang membedakan? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena pagi itu Kepala Sekolah kami, Bapak Muhammad Mukhlas, masuk ke kelas kami. 

Beliau memang tidak mengajar di kelas kami. Pagi itu beliau masuk kelas kami untuk memberikan pengarahan dan penguatan tentang karakter anak Indonesia. 

Khususnya di sekolah kita, kita ingin jadikan sekolah kita sebagai sekolah yang menyenangkan. SALAH SATU caranya adalah dengan membangun karakter mulia dari siswa itu sendiri. 

Seperti apakah karakter anak yang mulia itu? Misalnya adalah: bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, hormat dan santun kepada orang tua dan orang yang lebih tua, menghargai sesama, menyayangi yang lebih muda, cinta damai, cinta kebersihan, suka berteman tanpa membeda-bedakan, suka memaafkan, dan lain-lain.

Selama kurang lebih 30 menit, Pak Kepala Sekolah memberikan pengarahan, berinteraksi dengan anak-anak, saling bertanya jawab, tentang bagaimana cara bergaul yang baik di sekolah; tentang apa manfaat berbuat baik. Seperti misalnya, 

"Apa yang harus kita lakukan apabila kita telah melakukan kesalahan?" tanya beliau.

"Meminta maaf!" jawab salah seorang anak.

"Bagus! Betul sekali, kita harus minta maaf. Selain minta maaf, apalagi yang harus kita perbuat?"

Anak-anak nampak berpikir, hingga beberapa saat kemudian, seorang anak mengangkat tangan dan menjawab, "Kita juga berjanji bahwa kita tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi!"

Tepuk tangan pun terdengar di kelas kecil kami.

Melalui interaksi dan tanya jawab itulah semoga karakter-karakter kebaikan anak akan terbangun. Tentu saja selanjutnya dibutuhkan kekonsistenan yang dibuktikan dengan perbuatan.

Nah, untuk lebih menguatkan hal tersebut, ada cara lain untuk membangun karakter anak mulia tersebut. Cara ini sepertinya juga sangat asyik untuk dilakukan, yaitu dengan membuat hiasan dinding kelas yang kami beri nama "Akuarium Karakter".

Seperti apa?

Pertama-tama, dengan selembar kertas, kita buat bentuk-bentuk makhluk hidup yang tinggal di air,. Misalnya seperti ikan, paus, hiu, gurita, cumi, kura-kura, rumput laut, bintang laut, dan sebagainya. Bisa juga kita tambahkan benda mati seperti batu di dasar laut.

Kedua, hewan/makhluk hidup yang telah kita buat tadi kita tulisi dengan kata-kata atau kalimat positif. Misalnya, "Berteman tanpa melihat perbedaan." Atau bisa juga dengan misalnya, "Berkata baik." 

Masing-masing siswa bebas menuliskan apa saja kebaikan yang bisa dilakukannya untuk mewujudkan suasana kelas atau sekolah yang menyenangkan.


Selanjutnya, ketiga, tempelkan pada "akuarium" yang telah disediakan.

Keempat, agar terlihat lebih indah dan menarik, berilah warna dan hiasan.



Jika sudah, berarti selesailah hiasan dinding berupa akuarium karakter itu!

Harapan kita, semoga dengan hiasan dinding akuarium karakter ini, anak-anak akan selalu ingat pada kebaikan-kebaikan yang sudah mereka tulis sendiri. Ini akan menjadi pengingat untuk selalu berbuat baik, juga sekaligus pengingat/pencegah agar tidak melakukan keburukan. Begitulah harapan.

Dengan terwujudnya hiasan dinding akuarium karakter ini, saya sampaikan terima kasih kepada Pak Kepala Sekolah yang telah berkenan memasuki kelas kami dan menemani proses belajar kami untuk selalu berbuat kebaikan.

Selanjutnya, apa yang akan kita lakukan? Apalagi kalau tidak foto bersama... Foto-foto inilah yang semoga akan selalu kita kenang hingga kelak di kemudian hari. Itu akan menjadi sebuah cerita dan memori yang--kata SLANK, terlalu manis untuk dilupakan. :)


















Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Maya
AUTHOR
September 6, 2017 at 3:49 PM delete

Interaksi antara murid dan guru harus diciptan dengan hangat, agar murid tidak merasa terkesan anker tp tetap hormat
mengajak membaca atau melukis juga bisa membentuk karakter anak tetutama yg punya bakat-bakat tertentu

Reply
avatar
September 6, 2017 at 3:59 PM delete

Betul, sekali Mbak Maya.
Guru harus sedekat sahabat, tanpa menghilangkan batasan sikap antara murid dan guru.
terima kasih telah berkenan membaca post ini. :)

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon