Kegiatan Pemberantasan Demam Berdarah

Setiap hari Jumat di daerah tempat tinggalku selalu ada rombongan Ibu-Ibu berjumlah dua atau tiga orang mendatangi rumah-rumah. Mereka membawa pena, buku, dan stiker. Ya, mereka adalah para kader JUMANTIK (Juru Pemantau Jentik).

Rumahku pernah didatangi oleh Ibu-Ibu tersebut. Mereka memeriksa lingkungan rumahku mulai dari selokan, pot-pot tanaman, taman, tempat-tempat gelap dan tersembunyi seperti belakang kulkas dan dispenser, hingga memeriksa bak mandi rumah kami. 

Kemudian aku lihat mereka mencatat setiap temuan pemeriksaan itu ke dalam buku yang mereka bawa. Setelah selesai memerika rumahku, salah satu dari mereka menempel stiker bertuliskan “Aku Bangga Rumahku Bebas Jentik Nyamuk.”

Dari kegiatan tersebut, aku menjadi paham bahwa jentik nyamuk harus diberantas. Kalau tidak, lingkungan rumah kita bisa terserang penyakit demam berdarah dengau. Ya, demam berdarah dengau atau yang biasa disingkat dengan DBD, merupakan salah satu penyakit infeksi virus yang penyebarannya disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.



Virus ini sangat berbahaya. Apalagi iklim tropis di Indonesia sangat mudah menjadi habitat nyamuk demam berdarah. Angka kematian yang disebabkan DBD juga masih tergolong tinggi dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2015 saja, tercatat 1.200 orang meninggal dunia karena DBD. Hal ini harus segera ditanggulangi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penyebaran kasus demam  berdarah diantaranya adalah tidak adanya control nyamuk yang efektif di daerah endemis. 

Upaya yang efektif untuk mencegah demam berdarah adalah dengan pemutusan rantai nyamuk dan penularnya.

Kegiatan pemberantasan demam berdarah adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk menekan penyebaran dan kepadatan jentik nyamuk yang berperan sebagai penular penyakit di rumah dan di sekolah. Jentik nyamuk penular adalah semua jentik nyamuk yang terdapat di dalam penampungan air di dalam maupun di sekitar rumah dan sekolah seperti bak mandi, kaleng bekas, ban bekas, dan tempat penampungan air lainnya.

Upaya ini tidak bisa dibebankan kepada para kader JUMANTIK saja. Pemberantasan demam berdarah dengue merupakan tanggung jawab kita semua. Kita harus berperan aktif untuk membantu menekan penyebaran jentik nyamuk.

Salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah 3M yang dijelaskan sebagai berikut:
1. Menutup semua penampungan air
2. Menguras bak mandi dengan menyikat dinding-dindingnya, dan 
3. Mendaur ulang barang bekas agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Pemberantasan nyamuk juga dapat dilakukan secara biologis, misalnya adalah sebagai berikut:
1. Memberikan ikan di tempat penampungan air, 
2. Menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai, lavender, dan kemangi.

Selain itu, apa yang telah dilakukan oleh para kader Jumantik pun bisa kita lakukan sendiri. Lakukanlah semampu kita, apa yang kita bisa untuk memberantas nyamuk. Antara lain Secara rutin kita periksa dan bersihkan selokan di sekitar rumah kita, taman dan pot bunga, kamar dan tempat tidur yang tertata rapi, hingga menguras bak mandi, menggunakan anti nyamuk, menghindari daerah gelap dalam rumah dengan mengatur pencahayaan dari dalam rumah dengan ventilasi, hindari menggantungkan baju di dalam kamar.

Apabila setiap kita memiliki kesadaran untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, jentik nyamuk sebagai penyebab penyakit demam berdarah pasti akan berkurang bahkan hilang. Dengan demikian, akan terwujud lingkungan tempat tinggal kita yang bersih dan sehat sesuai harapan kita.

Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
himawan sant
AUTHOR
1 Agustus 2018 15.25 delete

Tipsnya menanam tanaman lavender, serai dan kemangi untuk mengusir nyamuk tepat dan bagus diapikasikan di rumah, mas.

Aku jadi ingat, adikku pernah kena demam berdarah akibat terkena gigitan nyamuk di area sekolahnya.

Reply
avatar
2 Agustus 2018 08.46 delete

Nggih mas. masalah yang serius ini sebenarnya cuma butuh sedikit kepedulian, perhatian, dan tindakan-tindakan yang sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan.

mudah-mudahan kita semua terhindar dari sakit. amin

Reply
avatar
3 Agustus 2018 22.46 delete

Banyak ditemukan nyamuk malaria DBD di lokasi tertentu, harus ada perhatian memeriksa lingkungan dan kesehatan warga sangat penting, tapi kadang ada oknum entah dari mana penyemprotan nyamuk itu dijadikan bisnis oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Reply
avatar
Ajeng Veran
AUTHOR
4 Agustus 2018 08.05 delete

Nyamuk ini hewan yang kecil, ia menghidupi dirinya dengan mengorbankan nyawanya bahkan. Tapi sekali menyebabkan ulah, bisa merepotkan. Huhu

Setuju, Mas. Kesadaran untuk menjaga lingkungan tetap bersih harus dimulai dari elemen dasar masyarakat, tak hanya kader-kader.

Reply
avatar
4 Agustus 2018 22.47 delete

Betul, Mas. Kegiatan penyemprotan biasanya ada sosialisasi dan pemberitahuan sebelumnya dari kelurahan setempat. atau pak RT biasanya sudah menginfokan kepada warganya.

Mudah-mudahan aja linkungan dan terutama keluarga kita sehat-sehat selalu

Reply
avatar
4 Agustus 2018 22.49 delete

Oleh sebab itu, orangtua kita selalu berpesan: "Mencegah lebih baik daripada mengobati."

mudah-mudahan kesadaran kita semakin tergugah untuk mencintai lingkungan.

terima kasih

Reply
avatar

Terima kasih Anda telah membaca.
Silakan tinggalkan komentar.

Matur nuwun. EmoticonEmoticon