8 Cara Jitu Mengatasi Anak Kecanduan Gadget

Gadget atau gawai telah menjadi bagian penting dalam aktivitas keseharian kita.

Setiap saat, di mana kita berada, hampir selalu membawa gadget karena memang sangat penting.

Tidak bisa dimungkiri, manfaat gadget banyak sekali, tidak hanya sebatas sebagai sarana komunikasi saja.

Pada sebagian orang, tanpa gadget mereka tidak bisa bekerja. Karena memang pekerjaan mereka berbasis online (daring) misalnya toko online atau transportasi online.

Gadget juga bermanfaat untuk alat belajar. Anak saya sendiri mengenal huruf dan angka berkat video di Youtube.

Namun, selain sangat bermanfaat, dampak negatifnya pun banyak.

Dalam beberapa sumber disebutkan, aktivitas menggunakan gadget bisa mengganggu kesehatan. Misalnya merusak kesehatan fisik mata karena pancaran radiasi sinarnya.

Selain itu, ada juga artikel yang menyebutkan sisi negatif gadget dapat merusak sistem otak. 

Ada juga seseorang yang tiba-tiba menjadi sangat individual, jarang berinteraksi sosial dengan sesama. Tak lain sebabnya adalah terlalu sibuk dengan gadgetnya.

Tak terkecuali pada anak-anak bahkan balita. Gadget telah menjadi candu yang bisa dibilang cukup berbahaya bagi kesehatan mereka.

Lalu, bagaimana cara mengatasi anak yang kecanduan gadget? Berikut ini penjelasannya.




Cara mengatasinya Anak yang kecanduan gadget adalah sebagai berikut.


1. Berikan mainan/permainan alternatif yang lebih sehat

Kekhawatiran utama orang tua kepada anaknya yang kecanduan gadget adalah perihal kesehatan anak.

Maka cara menjauhkan anak dari gadget adalah dengan cara memberinya mainan atau permainan yang lebih menyehatkan.

Kriteria mainan/permainan yang cukup sehat adalah yang melibatkan aktivitas motorik anak, merangsang imajinasi kreativitas, melatih kemandirian, juga bersosialisasi.

Misalnya, berikan mainan mobil-mobilan yang memuat angka-angka atau huruf kepada anak.

Anak akan bermain dan sekaligus juga belajar.


2. Luangkan waktu berkualitas untuk anak

Di tengah kesibukan kita bekerja mencari nafkah, luangkanlah waktu untuk sekadar bercengkrama dengan anak.

Urusan pekerjaan di luar sebisa mungkin jangan kita bawa di rumah.

Meski mungkin hanya tersisa sedikit waktu bagi kita untuk menemani anak, setidaknya berikan waktu yang berkualitas untuk anak.

Dengan demikian, hubungan emosional orang tua dengan anak pun akan terjalin dengan baik.

Syukur-syukur ketika orang tua pulang ke rumah, anak akan menyambutnya dengan gembira serta meninggalkan gadget yang sedang ada di tangannya.


3. Ajak main di luar, bersosialisasi dan mengenal alam

Sesekali ajaklah anak untuk bermain di luar rumah. Meski hal ini nampak ironis sebenarnya. 

Jaman dahulu, pada tahun-tahun 80-90'an, anak yang bermain di luar harus "dipaksa" untuk masuk ke rumah. Sekarang sebaliknya, anak bermain game dan gagdet di rumah harus "dipaksa" untuk keluar rumah.

Ajaklah anak untuk bermain bersama dan mengenal teman-teman sebayanya di luar rumah.

Atau, bisa kita ajak anak-anak untuk berjalan-jalan menikmati indahnya pemandangan sore hari, misalnya.

Tidak perlu jauh atau mahal, kita bisa mengajaknya sekadar ke sawah, menyusuri pematang dan melihat burung-burung yang terbang.


4. Batasi penggunaannya, atau kasih jadwal 

"Menghilangkan" atau menjauhkan gadget secara serta-merta dari anak mungkin akan sangat sulit. 

Salah satu caranya adalah mengurangi intensitas penggunaan gadget pada anak.

Kita batasi penggunaan gadget pada anak. Misalnya, dalam satu hari, waktu paling lama bagi anak untuk bermain gawai adalah setengah hingga satu jam saja.

Bisa juga kita atur dengan cara memberi jadwal kepada anak, kapan dia boleh mengakses gadgetnya.

Dari informasi yang saya dapatkan dari teman-teman saya, biasanya mereka memberikan waktu kepada anak untuk memegang gawai hanya pada hari Sabtu/Minggu saja. 

Membatasi penggunaan juga bisa berarti memberikan izin kepada anak untuk memegang gawai hanya untuk kegiatan positif. 

Contohnya adalah ketika anak harus mengerjakan tugas sekolah, dan sebagainya. Sedangkan untuk bermain game: NO WAY!


5. Berikan Contoh

Salah satu hal yang menjadikan anak sulit meninggalkan gadget adalah karena orang tuanya tidak memberikan contoh.

Bagaimana anak akan berhenti memegang gawai sementara orang tuanya selalu asyik dengan gawainya itu!

Maka, sebagai orang tua, tahanlah sebentar "hasrat" untuk memegang gawai terutama ketika sedang melewati waktu-waktu berkualitas bersama keluarga.


6. Ajak bicara dan beri pengertian

Cara point 5 di atas mungkin juga akan sulit kita lakukan. 

Terutama ketika keadaan kita betul-betul sangat membutuhkan gadget sebagaimana yang kita sebutkan di awal, misalnya untuk melayani konsumen secara online.

Cara mengatasinya adalah, kita berikan pengertian kepada anak. Kita ajak dia bicara. Bahwa HP adalah sarana untuk bekerja atau mencari uang.

Gadget bukanlah untuk main-main. Kalau pun anak sering melihat orang tua sibuk dengan gadgetnya, yakinkanlah bahwa itu merupakan bagian dari kerja mencari nafkah untuk keluarga.

Ajaklah anak untuk juga berpikir tentang manfaat dan bahayanya gadget. Misalnya berdiskusi tentang kesehatan.


7. Buat kesepakatan kapan dan dimana boleh mengakses gadget

Point ini sebenarnya masih berhubungan dengan point ke empat, tentang membatasi penggunaan gadget.

Akan tetapi, kesepakatan ini dibuat lebih spesifik, yaitu tentang larangan mengakses gawai dalam kondisi tertentu.

Misalnya, keluarga sepakat jangan sampai ketika semua sedang berkumpul, salah satu atau beberapa anggota keluarga malah sibuk dengan gawainya.

Contoh lain adalah ketika makan bersama, fokus dan selesaikan makannya tanpa dibarengi dengan memainkan gawai.


8. Kasih hadiah atau reward ketika anak berhasil meninggalkan gadget

Sesekali berikanlah hadiah atau reward kepada anak ketika dia berhasil menjalankan komitmen atau kesepakan bersama yang dibuat di atas.

Hadiah atau reward yang diberikan tidak harus mahal. Tidak pula harus selalu dilakukan dalam periode tertentu.

Pemberian hadiah bisa bersifat sewaktu-waktu.

Kiranya itulah 8 Cara mengatasi anak yang kecanduan gadget. Pada intinya adalah komitmen bersama dan saling memahami satu sama lain.

Lalu apa ciri-ciri anak kecanduan gadget?

Bisa anda baca tautan di berikut ini: 5 Ciri Anak Kecanduan Gadget

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
Ajeng Veran
AUTHOR
30 Agustus 2018 17.26 delete

Tips-tips ini patut diterapkan terutama anak balita. Saya punya cerita nih, Mas Rifan. Tersebutlah dua orang bersaudara yang sama-sama memiliki anak balita. Anak si A, sering (diberi) main hp karena ingin anaknya lekas diam dan tidak rewel, sementara anak si B jarang karena memang si B memahami dampak gawai tersebut jika terlalu sering digunakan anak dan si B pun meluangkan banyak waktu untuk anaknya. Nah suatu ketika, anak si B menangis karena iri dengan sepupunya (anak si A) karena main gawai terus. Akhirnya orangtua si B, si kakek, justru memarahi si B karena tidak diberikan HPnya tersebut pada anak.

Sebenarnya agak gimana gitu dengan cerita tersebut. Yah, artikel Mas Rifan ini mengingatkan saya pada kejadian tersebut. :)

Reply
avatar
31 Agustus 2018 14.47 delete

Yah, kadang memang serba salah dan aneh aja ketika "nggak sama dengan lainnya". Memang butuh keteguhan, konsisten, dan toleransi. hehe

Reply
avatar

Terima kasih Anda telah membaca.
Silakan tinggalkan komentar.

Matur nuwun. EmoticonEmoticon