Membuat Majalah Sekolah

www.rifanfajrin.com


Penting nggak sih kehadiran majalah sekolah di sekolah kita? Jawabnya adalah: PENTING. Adapun  alasan mengapa majalah sangat penting adalah karena majalah sekolah itu sendiri memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah sebagai berikut.

FUNGSI MAJALAH SEKOLAH


1. Majalah sekolah sebagai sarana berekspresi dan berkreasi bagi siswa. 

Dengan majalah sekolah, siswa berlatih untuk mengungkapkan gagasan yang dia tulis dalam bentuk artikel, cerita pendek, atau puisi. Selain itu, siswa juga berlatih untuk menulis sebuah laporan berdasarkan wawancara.

2. Melatih berorganisasi dan kerjasama di dalam tim. 

Lazimnya sebuah majalah sekolah dikelola oleh beberapa orang di dalam sebuah tim yang dinamakan dengan redaksi. Dengan ikut terlibat di dalam pembuatan majalah sekolah, siswa akan berlatih untuk bekerja sama di dalam sebuah tim redaksi. Ini sangat penting dan bisa menjadi modal pengalaman yang berharga bagi siswa kelak pada masa mendatang.

3. Majalah sekolah bisa menjadi sarana publikasi sekolah yang sangat efektif. 

Majalah yang dikelola dengan serius atau profesional akan menjadi sarana mengenalkan sekolah secara lebih luas dan efektif. Tak hanya bermanfaat bagi sekolah, para penulis yaitu guru maupun siswa juga akan lebih dikenal dengan menulis di sebuah majalah sekolah.

Beberapa fungsi majalah sekolah di atas kiranya cukup untuk menjelaskan mengapa keberadaan majalah sekolah sangat penting untuk diusahakan. Sekarang masalahnya adalah, bagaimana cara membuat majalah sekolah?

Jangankan siswa, guru pun merasa kesulitan bahkan pada pertanyaan "Bagaimana memulai membuat majalah sekolah?" 

Kita jadikan kesulitan tersebut sebagai tantangan untuk membuat majalah sekolah.

Bermodalkan sedikit pengalaman bergabung di organisasi penerbitan saat waktu kuliah, kami pun menyanggupi tugas dari sekolah untuk membuat majalah sekolah.

Secara singkat, Berikut ini adalah cara membuat majalah sekolah.

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT MAJALAH SEKOLAH

1. Membentuk tim redaksi

Dibutuhkan beberapa orang di dalam sebuah redaksi. Orang-orang di dalam redaksi inilah yang akan siap bekerja keras untuk mewujudkan majalah sekolah. Merekalah yang akan bertanggung jawab untuk menerbitkan majalah sekolah, termasuk menentukan fokus/tema dalam setiap penerbitan majalah sekolah tersebut.

Biasanya tim redaksi terdiri atas:
  • Pemimpin redaksi
  • Sekretaris redaksi
  • Bendahara redaksi
  • Editor
  • Koordinator liputan
  • Koordinator non liputan
  • Reporter
  • Ilustrator
  • Penata Letak (Lay-outer)
Susunan di atas tidak bersifat mutlak. Susunan di atas bisa bertambah maupun berkurang. Semuanya tergantung pada kebutuhan redaksi. Misalnya, ada kalanya kita tidak memerlukan adanya ilustrator dan layouter karena keduanya digarap oleh pihak percetakan/penerbitan.

2. Menentukan rubrik majalah

Kita bebas menentukan rubrik yang akan ditampilkan pada setiap terbitan majalah kita. Rubrik-rubrik tersebut disesuaikan dengan kebutukan majalah. 

Beberapa rubrik tertentu juga bisa ditampilkan sebagai ciri khusus (yang khas) dari majalah kita. Oleh sebab itu, nama rubrik bisa kita buat dengan nama yang unik. 

Misalnya: rubrik Arena Kecil (ini sebuah rubrik di Majalah Bobo yang memuat tulisan-tulisan pengalaman dari anak-anak)

Beberapa rubrik untuk majalah sekolah antara lain:

a. Laporan utama atau fokus utama. 

Misalnya bersiap menghadapi Ujian Nasional

b. Berita. 

Berisi kegiatan-kegiatan di sekolah seperti peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Hari Guru, seminar, dan lain-lain.

c. Artikel atau kolom

Bisa diisi oleh guru dengan tema bebas. Bisa sesuai dengan fokus utama, maupun tema lainnya.

d. Wawancara. 

Misalnya wawancara dengan Kepala Dinas terkait dengan persiapan ujian nasional.

e. Profil tokoh inspiratif. 

Bisa diisi dengan guru atau siswa yang berprestasi di sekolah. Siapa pun yang bisa menjadi inspirasi dapat ditampilkan di rubrik ini.

f. Fiksi berupa cerita pendek dan puisi.

Rubrik ini memberi kesempatan yang luas bagi para siswa untuk unjuk karya.

g. Komik atau gambar seri

Salah satu aktivitas favorit siswa adalah menggambar. Saya sendiri sering dibuat takjub dengan hasil karya siswa berupa komik.

Resensi Buku
Pojok Sains
English Corner
Klinik Matematika
Bugar
Hasil Karya, misalnya lukisan siswa
Tips atau kiat
Teka-teki atau Kuis

Rubrik-rubrik di atas hanyalah sekadar contoh.

3. Menentukan dead line 

Apa itu dead line? Dead line adalah tenggat atau batas waktu, meliputi batas waktu pengumpulan naskah, target selesai editing, maupun selesai proses tata letak dan cetak.

Tenggat atau batas waktu ini bisa juga diartikan dengan pembuatan schedule, atau rangkaian jadwal  kerja untuk penerbitan majalah. 

Dead line ini harus dipatuhi atau dilaksanakan dengan baik oleh segenap redaksi bila memang betul-betul menginginkan majalah sekolah itu terbit tepat waktu. Sebenarnya ini masalah kedisiplinan, kebiasaan menunda-nunda pekerjaan inilah yang sering menghambat proses penerbitan majalah sekolah.

Demikian yang bisa saya sampaikan mengenai cara membuat majalah sekolah.

Semoga bermanfaat. Bilamana ada kekurangan atau kekeliruan, mohon berikan kami masukan di dalam kolom komentar.. terima kasih.

Salam.
Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
8 Januari 2018 09.00 delete

Dulu pernh terlibat buat majalah kampus tp ribetnya minta ampun karena gak ada bakat buat nulis #belum begitu tertarik

Reply
avatar
8 Januari 2018 11.15 delete

Betul, mas. Hanya saja memang tetap ada manfaatnya kita bergabung ke sana, meski mungkin cuma sedikit yg kita dapat..

Reply
avatar

Terima kasih Anda telah membaca.
Silakan tinggalkan komentar.

Matur nuwun. EmoticonEmoticon