Ketika Asam Lambung Istri Saya Naik

Kemarin saya terlambat datang ke sekolah. Dari yang seharusnya pukul 07.30 WIB saya harus sudah sampai di sekolah, saya malahan baru berangkat dari rumah pukul 10.30 WIB. Tapi, bagaimana ya, saya harus memeriksakan istri dan anak saya ke Puskesmas Ambarawa. 

Bagaimana pun, saya harus membawa mereka berdua untuk berobat. Kalau saya ada jam mengajar di sekolah, rekan-rekan guru bisa bantu menggantikan saya mengajar. Tapi kalau mengantar anak istri berobat, masak harus tetangga yang mengantar? Bisa repot dan rasanya gimana gitu.

Anak saya, Ilyas, sudah lebih dari tiga hari ini menderita pilek/flu. Badannya tidak panas, tapi suaranya menjadi agak serak. Meski saya tahu bahwa anak saya ini bakalan susah minum obat, tapi saya tetap membawanya berobat.

Sedangkan istri saya, dia terlihat kepayahan karena asam lambungnya naik. Badannya juga panas. 


Istri dan Anak Saya

Ketika Asam Lambung Istri Saya Naik

Saya baru tahu kalau istri saya juga menderita penyakit asam lambung. Istri saya bilang, memang sudah lama sekali tidak kambuh. Setahu saya, dia cuma pernah sakit maag. Hal itu disebabkan karena dia sering terlambat makan. Sejak jaman SMP dulu, istri saya sering pulang sore dengan bersepeda dari sekolahnya di MTs Banat Kudus.

Ternyata penyakit asam lambung berbeda dengan maag. Meski sama-sama berada di lambung, dan sama-sama terasa nyeri.

Perbedaan Maag dan Asam Lambung

Penyakit asam lambung adalah adanya dorongan kuat isi lambung (isi lambung berbalik ke atas lagi) mengalir menuju ke saluran kerongkongan. Biasanya disertai rasa panas seperti terbakar dan mengiritasi area tenggorokan.

Sedangkan maag, adalah rasa sakit yang disebabkan karena peradangan di dalam lambung. Dengan kata lain, lambung mengalami luka. Kata orang tua, hal itu karena lambung "bekerja" tanpa ada makanan yang dicerna. Biasanya karena terlambat makan. Nah, kalau sudah terlanjur luka/radang, maka justru akan terasa sakit kalau makanan masuk ke lambung, sementara kalau tidak ada makanan juga sakit. 

Sedih sekali memang, istri saya kena menderita kedua-duanya.

Penyebab Asal Lambung Naik

Saya heran dan bertanya apa sebab asam lambung istri saya naik? Apakah karena sedang puasa? Kalau iya karena sedang puasa, lantas mengapa kemarin ketika sedang "melunasi hutang puasa" beberapa hari sebelum bulan ramadhan, kok perut istri saya baik-baik saja?

Setelah mendengar penjelasan dokter ditambah membaca-baca beberapa referensi, ternyata ada beberapa penyebab naiknya asam lambung. Beberapa penyebab di antaranya memang dilakukan oleh istri saya. 

Sebab-sebab naiknya asam lambung adalah sebagai berikut:

1. Minum Susu

Kebiasaan istri saya ketika sahur adalah minum susu. Mungkin inilah salah satu penyebab asam lambung naik. Karena menurut penjelasan dokter, minum susu bisa berakibat meningkatnya asam lambung terutama saat perut dalam keadaan kosong. 

Sekali lagi, mungkin itu salah satu sebab. Saya katakan "mungkin", karena kenyataannya sebenarnya perut istri saya tidak kosong lho. Minum susu hanyalah penutup setelah dia selesai makan sahur.

2. Makan makanan yang (terlalu) pedas

Istri saya tidak (terlalu) suka masakan pedas. Sebenarnya dia tahan makanan pedas untuk makanan yang kering, seperti sambal, dsb. Dia akan merasa kepedesan kalau pedasnya makanan berkuah, seperti sayur lodeh yang pedas.

Nah, pada saat dia sakit itu, sahurnya istri saya memang makan ayam goreng dengan saus sambal. Dia tidak merasa kepedasan sebenarnya, tapi mungkin inilah salah satu sebab mengapa asam lambung dia naik. 

Karena mungkin rasa pedas yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama itu akan menyebabkan naiknya asam lambung.

3. Langsung tidur setelah makan

Biasanya setelah makan sahur, mata kita memang pengennya merem kembali. Kita suka tidur lagi setelah makan sahur. Hal itu bisa menyebabkan naiknya asam lambung. Perut akan terasa tidak enak.

Apakah istri saya tidur setelah makan sahur? Seingat saya sih tidak, nggak tahu juga kalau dia ketiduran. Hehehe.

4. Mengonsumsi/makan makanan berlemak dan mengandung gula dalam porsi yang banyak

Makanan yang berlemak dan mengandung gula dapat menyebabkan naiknya asam lambung bila dikonsumsi secara berlebihan. Sebaiknya aturlah pola makanan kita, kalau perlu sesekali kita konsultasi pada ahli gizi. Hehehe.

5. Stress Berat

Stress berat atau berada di dalam tekanan merupakan salah satu pemicu naiknya asam lambung.

Informasi ini saya dapatkan dari seorang rekan baik yang juga pernah sakit asam lambung. Dari penjelasan dokter yang menanganinya, stres memang bisa meningkatkan asam lambung.

Untuk kasus istri saya, saya tidak tahu apakah dia merasa stress/tidak. Kalau pun stress, mungkin juga karena lelah mengurus rumah tangga. Selain itu dia juga masih harus momong anak kami Ilyas yang awal juni besok genap berumur dua setengah tahun, dan sedang aktif-aktifnya itu.


Bagaimana Cara Mengatasi Asam Lambung Naik?

Setelah berobat, konsultasi, dan mendapat masukan dari dokter, kami pun jadi tahu sedikit-sedikit penyebab naiknya asam lambung. Setelah tahu penyebabnya, saatnya kita tahu bagaimana cara mengatasinya. Sederhana sih sebenarnya. 

Adapun cara mengatasi asam lambung naik adalah sebagai berikut:

1. Konsumsi / Makan Buah Pir

Buah pir ternyata sangat bermanfaat untuk menetralisir asam lambung. Adapun ragam manfaat buah pir, Anda bisa cari sendiri referensinya. Yang jelas buah pir mengandung senyawa-senyawa yang esensial bagi tubuh seperti asam klorogenat, asam hidroksi sinamat, dan lain-lain. Itu sangat bermanfaat untuk mengobati asam lambung.

Kebetulan juga di lemari es kami tersedia buah pir. Setelah memakannya, istri saya merasakan agak nyaman di perut/lambungnya. Apakah ini karena sugesti setelah makan buah pir ya? hehehe. 

2. Jahe

Sifat jahe yang menghangatkan dapat menekan meningkatnya asam lambung. Dengan catatan, jahe tersebut tidak dikonsumsi secara berlebihan. Karena jika berlebihan makan jahe, yang terjadi justru sebaliknya. Asam lambung justru akan meningkat kalau mengonsumsi jahe terlalu banyak.

Cara menikmati atau mengonsumsi pun bebas, yang penting jahe. Bisa juga dengan permen jahe yang dijual di dalam bis antarkota itu.

3. Lidah buaya

Jika sifat jahe menghangatkan, lidah buaya punya sifat mendinginkan melalui lendirnya yang bisa menurunkan kadar asam lambung. Silakan mengonsumsi lidah buaya jika asam lambung Anda naik. Lebih bagus lagi jika dicampur dengan madu.

4. Ubah kebiasaan Anda, jangan lakukan poin-poin penyebab naiknya asam lambung di atas

Selain mengonsumsi tiga hal di atas, yaitu buah pir, jahe, atau lidah buaya, tentu saja cara untuk mengatasi atau mencegah naiknya asam lambung adalah dengan cara mengubah kebiasaan kita sendiri. Jangan lagi melakukan hal-hal yang menyebabkan naiknya asam lambung: seperti tidur setelah makan, mengonsumsi makanan dengan kadar gula terlalu tinggi, atau makan makanan yang terlalu pedas, seperti yang telah disebutkan tadi di atas.

Demikian sekelumit kisah ketika asam lambung istri saya naik. Alhamdulillah sekarang, hari ini, 31 Mei 2017, istri saya sudah segar dan sehat kembali. Semoga ke depannya pun akan tetap sehat segar dan bugar. Tentu, semoga demikian juga Anda, Pembaca sekalian, semoga kesehatan dan keselamatan senantiasa melingkupi diri Anda sekeluarga! Aamiin.
Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
June 1, 2017 at 7:04 AM delete

Sama², Mas Iram Maulana.

Reply
avatar
June 1, 2017 at 9:20 AM delete

Aku sering habis sahur tidur sejenak. wah, harus diilangkan nih ya. Btw, buah pir bisa buat asam lambung ini ya? biasanya aku pake daun jarak dipanasin dikit taruh di perut.

Reply
avatar
June 1, 2017 at 9:50 PM delete

Iya, mbak.
Kalu emang nggak ngantuk banget sih lebih baik jgn tidur langsung.

Makasih masukannya, mgkin nanti akan sy tambahkan.

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon