Jalan-Jalan ke Taman Krida / Taman Lampion Kudus

Assalamualaikum wr. wb.

Ketika aku lewat di kota Laila, aku lewati setiap lorong dan dindingnya
Sebenarnya, bukanlah kecintaan kepada kota ini yang menggetarkan hatiku,
Namun kecintaanku kepada orang yang tinggal di kota ini *

Itulah kata-kata Qais Al-Majnun, sang pecinta sejati, untuk kekasihnya Laila. Dia mencintai kota itu di setiap lorong dan dindingnya karena kekasihnya Laila tinggal di sana. Seperti itu juga, saya juga mencintai Kota Kudus, sebagaimana Qais Al-Majnun yang mencintai kota Laila, karena istri saya berasal dari sana. Hehehe.

Bedanya, cinta Qais dan Laila betapa pun dahsyatnya cinta mereka seperti yang dikisahkan orang-orang, cinta mereka adalah cinta yang tak sampai, kasih yang kandas oleh suatukarena sebab. Sementara saya dan istri saya, alhamdulillah terwujud. 

Kini, senengnya saya pada kota ini bukan hanya karena istri saya lahir di kota ini, tapi karena memang kota ini sangat asyik bro. Beberapa waktu yang lalu, saya lihat dan dengar bahwa kota ini sedang giat-giatnya mempercantik diri sekaligus menyiapkan diri untuk menjadi kota ramah dan nyaman bagi mereka yang singgah. "Kota seribu taman" akan diwujudkan sebagai penyempurna kota Kudus yang sebelumnya sudah terkenal sebagai Kota Kretek, dan slogan Kudus SEMARAK yang berakronim "Sehat, Aman, Rapi, Kondusif" itu.

Salah satu taman yang kini menjadi destinasi wisata menarik di Kota Kudus adalah Taman Lampion, atau Taman Krida Wisata yang terletak di depan Gedung Olahraga Wergu. Taman ini sangat ramai dikunjungi setiap malam Minggu. Kabarnya, lampion-lampion beraneka bentuk itu dinyalakan seminggu sekali yaitu hanya pada Sabtu malam Minggu.

Kemarin saya berkesempatan datang ke sana, bersama anak, istri, ibu, dan tak ketinggalan Asri Candita dan putrinya, Kaf. Sayang sekali Mas Imam, Ayah Kaf, tidak turut bersama kami karena ada sesuatu yang harus dia tunaikan.

Untuk bisa masuk ke dalam dan menikmati asyiknya Taman Lampion, kita cukup membayar Rp 2000,00 per orang. Itu harga tiket pada hari biasa. Sedangkan pada hari libur atau hari besar, kita cukup membayar seribu rupiah lebih banyak, yaitu Rp 3000,00.

Kebersihan lingkungan di sini menurut saya cukup terjaga. Ketika saya datang jalan-jalan Sabtu sore kemarin, saya tidak menjumpai sampah yang berserakan. Apakah karena masih sepi? Saya datang kira-kira pukul lima sore. Rindangnya pepohonan membuat suasana hati nyaman, tambah syahdu ketika lampu-lampu dinyalakan. 

Lampion-lampion akrilik dengan beraneka bentuk, seperti Kuda, Bebek, Singa, atau pada tanaman-tanaman dan bunga-bunga, cocok betul untuk berselfie ria. hehe. Kebetulan anak saya sedang gampang dipotret. Mungkin karena lagi barengan sama Kaf yaa.. Biasanya anak saya susah betul untuk dipotret. Melihat Bapak atau Ibunya pegang HP hendak memotretnya saja, dia sudah berlari mendekat hendak merebut!  hehehe.

Dan seperti inilah foto-foto dokumentasi kami kemarin. Alhamdulillah ya. Meskipun tidak semua moment indah ketika anak-anak kami tersenyum dan ceria itu terdokumentasi di kamera kami, tapi moment-moment itu akan tersimpan di memori otak dan hati kami. :)

Nah, bagi Anda yang berkunjung ke Kudus, tidak ada salahnya untuk menikmati keindahan Kota Kretek dengan menyempatkan singgah di Taman Krida Wisata atau Taman Lampion.

Wassalamualaikum wr wb.

rifanfajrin.com


rifanfajrin.com

rifanfajrin.com

rifanfajrin.com

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
May 9, 2017 at 2:17 PM delete

Wah, rekomend ini kalo besok pulkam mampir ke Kudus dulu :)
walau sering lewat, aku belum pernah berhenti sejenak :D

Reply
avatar
May 9, 2017 at 2:47 PM delete

Pulkamnya ke mana to Mbak?

Oya, waktu2 yang asyik untuk berkunjung adalah pada saat hari mulai senja.

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon