Resensi Buku Dongeng Anak - Asal Mula Laut Mengandung Garam

Buku ini diresensi oleh siswa kelas VI SD Labschool Unnes Semarang:
1. Roselle Julian G
2. Farhan Ardiansyah
3. Muhammad Yuwanandra Ridyaksa
4. M. Ivan Adiyatma
5. Aqila Dina V

Asal Mula Laut Mengandung Garam

Identitas Buku:

Judul Buku : Asal Mula Laut Mengandung Garam
Penulis : Ana
Editor : Mujiana A Kadir dan Antonius Bowo Wasono
Artistik : Stevanus Y.A. Djoh
Penerbit : GRADASI dan Tinta Institute
tahun terbit : 2005

"Perbuatan yang baik akan menuai kebaikan, perbuatan buruk akan mendapat hukuman sesuai dengan apa yang diperbuatnya."

Pada zaman dahulu hiduplah seorang nelayan tua yang sakit-sakitan. Ketika dia merasa ajalnya sudah dekat, dia memanggil dua anak laki-lakinya yang bernama Dai dan Tam. Dia ingin membagikan harta warisannya kepada kedua putranya tersebut.

Sepeninggal ayahnya, ternyata Dai dan Tam memiliki sifat yang berlawanan. Tam adalah orang yang rajin, sabar, dan jujur, sedangkan Dai memiliki sifat yang sebaliknya.

Singkat cerita, dengan segala akal busuknya, Dai merampas semua harta benda Tam hingga Tam pun jatuh miskin. Sementara Dai hidup bergelimang harta untuk sementara.

Suatu hari, Tam didatangi oleh seorang tua yang berjenggot putih. Lelaki tua berjenggot itu memberikan sebuah guci ajaib kepada Tam karena kerja keras dan kejujurannya selama ini. Dia berkata kepada Tam,"Jika kau ingin sesuatu, misalnya garam, ucapkanlah 'Maha Dewa, berilah kami garam!' Dan jika kamu ingin menghentikannya, kamu cukup berkata, 'Berhenti, terima kasih, Dewa!"

Berkat guji ajaib itulah hidup Tam berubah. Dia telah sukses sebagai pedagang gara dan kini Tam menjadi kaya raya melebihi kekayaan Dai. Hal ini membuat Dai penasaran dan ingin tahu apa rahasia Tam. Dai pun memutuskan untuk mengintip kamar Tam.

Setelah bermalam di rumah Tam, Dai pun tahu apa rahasia Tam, yaitu guci ajaib itu! Dai melihat Tam memohon kepada Dewa untuk memberinya garam melalui guci tersebut. Dai pun mencuri guci milik Tam ketika Tam sedang pergi ke pasar.

Dai membawa guci itu ke negeri seberang dengan maksud agar perbuatannya tidak diketahui oleh Tam. Di tengah lautan menuju negeri seberang itu, terlintas di benak Dai untuk mencoba bagaimana ajaibnya guci itu mengeluarkan garam. Dai teringat kata-kata Tam ketika memohon garam kepada Maha Dewa. Benarlah, guci itu mula-mula menyemburkan garam. Tapi sayangnya, Dai tidak tahu bagaimana mantra untuk menghentikannya agar guci itu tidak terus-menerus mengeluarkan garam. Guci itu terus mengeluarkan garam hingga memenuhi kapal Dai, dan akhirnya kapal Dai oleng dan garam tersebut tumpah di lautan.

Dai pun meninggal tenggelam di lautan. Sementara guci ajaib itu tenggelam hingga dasar lautan yang paling dalam dan terus mengeluarkan garam akibat mantra untuk menghentikan garam tidak terucapkan. Itulah sebabnya hingga sekarang ini air laut mengandung garam dan rasanya asin.

***

Cerita ini meskipun tidak logis, tetapi mengandung nilai amanat yang bagus. Yaitu perbuatan yang baik akan menuai kebaikan pula, sedangkan perbuatan yang buruk akan mendatangkan hukuman yang sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

Tidak logisnya karena garam itu kan asalnya diproses dari air lautan. Tapi yah namanya saja dongeng.

terima kasih telah membaca resensi dari kami.



1. Narra dan Putri Amanda - Kisah Putri Buruk Rupa
2. Batu Ajaib dan Pedagang Jujur - Kejujuran Membawa Kemujuran
3. Tonton Si Rusa Kecil dan Burung Hantu - Burung Hantu si Penolong
4. Raja Petir - Ada Maksud di Balik Kebohongan
5. Kakek Tua dan Sebatang Akar - Kakek Tua yang Serakah
6. Dua Pangeran Tampan - Kebenaran Akan Selalu Menang Melawan Kejahatan
7. Versus Pangeran Anjing - Keberanian dan Kejujuran Membuat Kita Hidup Mulia
8. Kura-Kura dan Kelinci - Kekalahan si Sombong
9. Dewa Arka dan Dewa Arki - Menguji yang Bersyukur
10. Tommy Ikan yang Lupa Cara Berenang
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon