Mengajak Anak Berenang Ke Kampung Kopi Banaran, Sekali-sekali bolehlaah



rifanfajrin.com
Ekspresi Ilyas setelah berenang-renang. 

Sabtu siang, 22 Oktober 2016, saya dan istri mengajak Ilyas (22 bulan) untuk berenang-renang. Selain untuk refreshing, buang sumpek di rumah, kami memilih untuk pergi berenang karena rasa-rasanya sudah lama Ilyas nggak berenang. Dulu waktu Ilyas berumur belum ada satu tahun, kami suka membawa Ilyas ke baby spa di dekat rumah. Itu pun cuma beberapa kali saja, kalau tidak salah cuma tiga atau empat kali.

Oleh sebab itulah. Saatnya Ilyas bermain-main air lagi. "Biar kendel, berani, bernyali gedhe," kata saya asal. 

Ya, akhir-akhir ini Ilyas suka ngamukan, sedikit-sedikit berteriak. Misalnya ketika dia ingin membuka lemari piring dan dia tidak bisa membukanya. Maka Ilyas langsung ngamuk, teriak-teriak. Hal itu membuat Ibunya kadang stress. APakah anak-anak seusia itu memang suka ngamukan begitu? Saya tidak tahu. Cuman, saya tanya kepada kawan saya di sekolah--namanya Pak Widi--yang juga punya anak seusia Ilyas--namanya Devina--juga mengiyakan bahwa Devina suka marah-marah. Hihihi.

"Siapa tahu dengan mengajak anak berenang itu bisa membuatnya lebih tenang," kata saya lebih meyakinkan istri saya, "kan banyak sekali manfaat bagi anak-anak yang sejak dini diajari berenang?"

Akhirnya, setelah shalat saya berangkat ke Kolam Renang Kampung Kopi Banaran yang letaknya di Jalan Raya Semarang - Solo KM 35 Bawen Kabupaten Semarang. Biar lebih seru, kami mengajak Isna, anak kakak saya, ikut serta. Tidak ketinggalan, kami juga kangsenan, janjian sama Rifai sekeluarga yang tinggal di Tuntang untuk berenang bersama. 

"Asyik, berenang sama Mbak Isna dan Dek Ammara!" mungkin begitulah teriak Ilyas andai sudah bisa ngomong dengan jelas, hehehe.

Sampai di kolam renang, Ammara belum datang. Akhirnya saya, Isna, dan Ilyas nyemplung duluan. Sementara istri saya menunggu di pinggir kolam renang.

Mungkin karena sudah lama nggak nyemplung ke air, Ilyas nampak takut-takut, apalagi airnya dingin, bukan air anget seperti yang biasa digunakan untuk mandi. Untuk saat ini, saya belum mengajari Ilyas untuk berenang, yang penting nyemplung-nyemplung dulu lah. Nanti kalau dia sudah umur 3 (tiga) atau 4 (empat) tahun, barulah kuajari berenang. Sekarang PENGENALAN AIR dulu, hihihi.

Saya nyemplung sambil menggendong Ilyas. Awalnya ke kolam yang dangkal dulu, kira-kira 50 cm. Ilyas masih takut-takut juga. Ya sudah saya bawa nyemplung ke kedalaman 150 cm. Ilyas mencengkeram pundak saya cukup erat, tapi dia tidak menangis. Wajahnya seperti penasaran. Hehe. Saya ajak nyemplung selama kurang lebih 5 menit. Cukuplah. Kalau lama-lama saya kuatir nanti malah kedinginan dan akhirnya bisa-bisa masuk angin. Malah tambah repot nanti.

Sementara Ilyas bilasan dan dimandikan sama ibunya, saya lanjut saja renang-renang di kolam yang nggak begitu luas itu! Saat itulah Ammara datang dan nyusul main-main air. Istri saya juga belakangan ikutan nyemplung, sementara saya giliran "momong" dan menjaga Ilyas. 

Serampungnya kami berenang, istri saya bilang, "Muungkin bagus juga kalu kita agendakan, sebulan sekali lah kita ajak Ilyas berenang."

Saya sih santai saja, manggut-manggut seperti biasa. 

Oya, saya nggak tahu apakah ini benar-benar efek dari renang-renang itu, yang jelas sekarang saat saya menulis ini, Ilyas sudah nggak begitu rewel dan ngamukan seperti beberapa saat yang lalu. Alhamdulillah.

Berikut ini foto-fotonya yang tidak lengkap:

rifanfajrin.com

rifanfajrin.com

rifanfajrin.com

rifanfajrin.com

rifanfajrin.com

rifanfajrin.com

rifanfajrin.com



rifanfajrin.com

rifanfajrin.com

Previous
Next Post »