Ketika Saya Harus Melatih Anak-Anak Tampil Membaca Puisi

rifanfajrin.com - Ketika Saya Harus Melatih Anak-Anak Tampil Membaca Puisi




Semua ini berawal ketika saya mengajak anak-anak untuk membuat lirik lagu. Saat itu saya sebenarnya ingin mengajari anak-anak kelas lima dan kelas enam untuk menulis puisi. Nah supaya pelajaran menjadi menyenangkan, sekaligus untuk memudahkan anak-anak untuk menulis puisi, maka saya ambil cara membuat lirik lagu berdasarkan lagu yang sudah ada untuk dimodifikasi/diganti liriknya.

Ternyata, "percobaan" saya itu mendapat sambutan yang bagus dari teman-teman guru, termasuk kepala sekolah. Dan kesempatan itu datang. Labschool Unnes, baik KB-TK maupun SD, diberikan kesempatan untuk tampil dengan tajuk "Ajang Kreativitas Pentas Seni Siswa Labschool UNNES" di Citraland Mall Semarang, Jumat 21 Oktober 2016. Kepala Sekolah mengatakan bahwa lagu-lagu yang sudah dibuat oleh anak-anak itu BISA DITAMPILKAN pada acara tersebut. Terutama lagu-lagu yang bertema "Labschool", menurut Kepala Sekolah itu adalah kesempatan yang bagus untuk kita bersama.

Waduuuh! Beraat, Bos!

Saya pun koordinasi sama Bu Yulia Nur Anggraeni, Wakil Kepala Sekolah sie Kesiswaan. Beliau juga sudah pasrah dan percaya saja sama saya untuk mempersiapkan nomor pertunjukan ini.

Mau tidak mau, saya kemudian mempersiapkan beberapa anak untuk tampil menyanyikan lagu-lagu yang sudah saya pilih untuk ditampilkan. Masalahnya adalah, saya tidak punya banyak pilihan anak-anak yang akan tampil, sebab sebagian besar anak-anak sudah dipersiapkan untuk karawitan dan Gamelan. Akhirnya, dari beberapa anak yang tersisa dan masih "free" tinggal Talenta Heksa Kumara, Nabila Putri Nariswari, Nindi Suciayu Nugroho, Dinda Anggun, dan Ursula Maurentti. 

Lima anak tersebut saya minta untuk persiapan dulu, menghapal lirik lagu, dan berlatih menyanyi sesuai lagu yang dimodifikasi itu. Musik/aransemen pengiring lagu secara gampang kita cari di Youtube. Talenta nyanyi dengan nada lagu "Dekat di Hati" milik RAN. Sementara Nabila Putri Nariswari, Nindi Suciayu Nugroho, Dinda Anggun, dan Ursula Maurentti akan menyanyi lagu "Semangat Belajar" dengan nada lagu milik JAMRUD "Selamat Ulang Tahun".

Setelah semuanya lumayan siap, meski belum mantab 100%, ternyata Bu Yulia ngobrol sama Ibunya Talenta Heksa tentang hak cipta lagu. "Kira-kira, kalau kita nyanyi dengan musik milik orang lain namun diganti liriknya, itu melanggar hak cipta atau nggak?" begitulah kira-kira.

Bu Yulia menyampaikan itu pada saya. Saya bilang, "Lah kita kan nggak menggunakannya untuk tujuan komersial? Saya kira tidak maslah, sih. Kan di luar sana banyak kita jumpai lagu-lagu plesetan. Bahkan si 'maestro" Ahmad Dhani kan pernah nyanyi lagu Queen untuk kampanye Prabowo, hehe."

Namun, pada akhirnya kami mundur, dan menggantinya dengan baca puisi saja. Bukankah lirik lagu yang sudah mereka buat itu jika kita baca seperti membaca puisi (tanpa kita tambahkan keterangan bahwa lirik tersebut bisa dinyanyikan) maka itu sudah menjadi teks puisi?

Okelah kalau begitu. Akhirnya 5 anak itu saya "latih" untuk membaca puisi. Hihihi, saya kok melatih baca puisi, lha wong saya ini nggak bagus-bagus amat kalau membaca puisi meskipun juga nggak jelek-jelek amat. Lumayan lah.

Satu hal yang patut saya syukuri adalah, tugas saya menjadi sedikit lebih ringan ketimbang melatih mereka menyanyi sesuai iringan lagu yang pas, apalagi menyiapkan koreografinya. Melatih mereka untuk perform baca puisi, saya kira itu lebih meringankan saya, saya tinggal menyiapkan instrument pengiring puisi yang pas, menekankan kepada mereka bahwa membaca puisi itu suara harus terdengar jelas di telinga audiens, serta tenang menguasai panggung.. Itu saja.

Sayangnya, pada saat tampil di Mall Citraland Jumat petang kemarin itu, saya tidak bisa mendampingi dan melihat langsung bagaimana mereka tampil di panggung. Jarak yang lumayan jauh dari rumah saya di Ambarawa (selalu) yang menjadi alasan kenapa saya tidak bisa hadir. wkwk.

Senin pagi, ketika saya menanyakan kepada Bu Yulia Nur Anggraeni tentang penampilan anak-anak, lebih khususnya mereka yang tampil baca puisi, Bu Yulia senyum-senyum saja sambil menunjukkan jempol tangan kanannya kepada saya. Itu sudah cukup membuat saya lega.
Previous
Next Post »