SILATURAHMI


Sabtu, 16 Juli 2016, saya dan istri kok kepengen Silaturahmi dan jalan2 ke Unnes. Ya niatnya sih kami mau menemui pribadi-pribadi atau orang-orang yang banyak berjasa bagi kami (saya dan istri) selama kuliah di Unnes. Sekalian memang diniati juga untuk refreshing, membuang suntuk penat dan lelah, silaturahmi memang banyak manfaatnya. Yang jelas nampak adalah "menyambung paseduluran" dengan orang-orang yang sebenarnya enggak punya hubungan keluarga, aslinya bukan keluarga, akhirnya jadi seperti keluarga, meskipun begitu tetap bukan keluarga. wkwk. Mbulet.

Oleh sebab itu saya dan istri lalu membuat rute, daftar siapa saja yang hendak dikunjungi. Tentu tidak bisa semua dikunjungi mengingat hanya satu hari saja kami jeng-jeng.

rifanfajrin.com


Nah, pada kesempatan kemarin Sabtu itu, beberapa di antaranya Alhamdulillah bisa ketemu. Pertama kami silaturahmi ke Pak Sukri. Beliau ini sangat berjasa bagi saya. Dulu saya bersama Muhammad Rifai Fajrin, bang Triyas Agus, bang Ato Sugianto, Muhammad Ulil Amri, Agus Setyo Purnomo, Rahmat Petuguran, Aliyudin MTop, dan Ahmad S Pambayun indekos di sana... Sebenarnya sudah lama saya ingin silaturahmi ke rumah beliau ini. Masak sejak kami keluar berjamaah dari kos tersebut pada tahun 2011 lalu, belum pernah sekali pun salah seorang dari kami yang sowan ke sana. Padahal beliau ini sering sekali kasih kami "sego berkat", "Bancakan", "Selamatan", pada saat yang selalu tepat, yaitu pada saat kantong kami mulai menipis (atau memang selalu tipis yaa? Hehehe) Oleh sebab itu, Surahmat pernah bilang, "Dasar anak-anak durhaka!" wkwkwk.

Ketika saya dan istri ke sana kemarin itu, sudah ada yang sedikit berbeda dengan rumah Pak Sukri. Di depan rumah sekarang telah dibangun warung kecil, dan sebelah rumahnya telah dibangun rumah baru untuk anak ke dua beliau. Sampai-sampai Rahmat dan istrinya, Rosi DS, pangling dan "Kebablasen".

Pak Sukri alhamdulillah sehat. Beliau masih ingat kami. Buktinya beliau bilang, "Wah kowe karo kanca-kancamu kabeh durung ana seng dolan mrene sak-ploke metu seko kene!" Hihihi. Yah, akhirnya kami ngobrol, minta saran, dan tak lupa kami minta doa restu kepada beliau ini sebagai tambahan bekal menjalani hidup yang semakin semrawut ini.

Kemudian kami ke rumah Mbah Slamet dan keluarga yg berada di belakang mesjid gang margasatwa.. di dalam keluarga yg bersahaja inilah istri saya Sirhoe Necko dulu tinggal dan sdh kayak cucu sendiri... oya, bersama Nurul Adhim istri saya "indekos" di situ. Setiap kami ke unnes kami insyaalloh selalu sowan silaturahmi dan minta restu doa.

Sayang sekali kami kemarin hanya ketemu Mbah Slamet saja, karena mbah putri dan yg lain2 sedang nganter cucu ke pesantren.

Pada kesempatan kemarin saya juga mampir sowan ke bu turiyah, yg punya warung makan di gang cokro banaran. Di warung beliau inilah saya dan rifai dulu pagi siang malam memenuhi kebutuhan perut. Tapi lagi2 sayang sekali kami enggak ketemu kemarin sebab bu turiyah sekeluarga kabarnya sedang ada acara mbesan...

Lanjut mau ke Bang Kadir sekeluarga, eeehh nggak ketemu juga.... saya telpon bang kadir bilang kalau jumat malam sdh kembali ke Jogja. Oya, sama bang kadir inilah saya dan rifai banyak dapat pelajaran dan bisa sedikit mikir agak kendel/berani....wkwk..

Terakhir kami mampir ke Ungaran, tepatnya di Gedanganak..ke keluarga Pak Muhtadi. Beliau ini satu kantor sama bapak saya di Kemenag Ungaran. Istri saya lebih akrab dg keluarga ini, sebab dulu putrinya belajar les sama istri saya.

Alhamdulillah.... jgn lupa utk bersyukur... enggak lupa bersyukur ya insyaalloh bahagia.

Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon